Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Bab 66


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Jadi Om, kapan kira kira, Mas Arga sudah boleh pulang? Ini sudah tiga hari loh?” Jika tadi Arga yang bertanya kepada Kiano, kini Maira lah yang bertanya kepada laki laki paruh baya yang mengenakan jas putih tersebut.


“Sebenarnya Arga sudah bisa pulang,”


“Kok sebenarnya, apakah ada tapi nya Om?” potong Maira.


“Iya Mai, sepertinya, untuk sementara Arga tidak akan bisa berjalan dulu. Keretakkan di kaki nya cukup parah, dan jika sampai di paksakan untuk jalan, maka bisa fatal. Saran om, agar Arga menggunakan kursi roda saja dulu sementara. Nanti, setelah seminggu kita check lagi kalau membaik baru bisa latihan jalan.” Jelas om Kiano panjang lebar.


“Berarti Arga gak ke kantor dong!” Wajah sumringah langsung memancar di wajah Arga saat dirinya tidak di perbolehkan berjalan, yang mana itu berarti dirinya akan senantiasa di rumah dan bisa bermanja manja dengan sang istri.

__ADS_1


“Yang sakit kaki mu Ga, bukan otak mu! Tangan mu juga masih sehat, Cuma bahu doang sedikit retak. Jadi kamu tetap harus kerja, inget anak mu tiga, mau kamu kasih makan apa kalau kamu gak kerja!” saut Raka dengan cepat, membuat Arga seketika langsung melirik sinis pada kakak nya.


“Kayaknya kakak tuh gak seneng banget kalau Arga di rumah sama istri Arga. Iri bilang bos, bilang aja kakak juga mau di rumah kan sama kak Ryana terus?”


“Gak usah sok tau ya! Aku tuh—“


“Sudah sudah, kenapa malah jadi ribut sih,” Mama Naura langsung menggeser posisi Raka agar menjauh dari brankar Arga, agar tidak terus bertengkar sepeti kucing dan tikus, “Ga, kamu bisa libur satu minggu, tapi kamu tetep harus bantuin kakak kamu. Biar bagaimana pun, kalian berdua yang di berikan wewenang sama Papa untuk mengurus perusahaan itu. Dan juga, kamu lupa kalau kakak kamu juga sibuk dengan bisnis nya yang sama kak Ryan?”


“Nah itu Mama tahu, makanya Mama jangan terlalu manjain dia. Mentang mentang anak bungsu, selalu aja di bela. Nyungsep aja masih di belain, di sayang sayang! Cih kaya bocah!”


“Kakak bikin nyungsep season 2!” Arga langsung memotong ucapan mama nya sambil menahan tawa, terlebih saat ia melhat wajah kakak nya yang seperti marah dan menahan kesal pada nya.

__ADS_1


“Udah deh Ga, kamu juga gak ada mau ngalah sama kakak kamu.” Omel Maira langsung mencubit lengan suami nya.


“Sayangg! Sakittt!” rengek Arga semakin memanyunkan bibir nya namun tak di hiraukan oleh Maira.


“Maaf ya kak, Arga memang lagi sakit, jadi tolong di maklumi sedikit. Dan Maira juga ucapin terimakasih karena kak raka sudah mau bantuin Maira jagain Arga semalam disini,” imbuh Maira dengan tulus kepada kakak ipar nya.


“Tuh, istri mu aja tahu bagaimana cara terimakasih. Lah kamu? Ckckkck!” Raka langsung menggelengkan kepala nya, berdecak malas menghadapi adik bungsu nya.


Tanpa di sadari, bahwa sifat nya juga sama saja dengan Arga bahkan lebih parah begitu pun dengan Maira yang juga sama sebenarnya seperti Ryana. Namun kembali lagi, sikap dan sifat pasangan hanya kita sendiri yang tahu, seperti kata orang jawa bilang ‘sawang sinawang.’


Terkadang kita melihat bahwa rumput tetangga memang lebih hijau, tanpa kita tahu dalam rumah mereka apakah sehijau dan secerah pemandangan di luar nya.

__ADS_1


Raka melihat Maira begitu baik dan lembut, padahal aslinya tak seperti itu jika bersama Arga. Begitu pun Arga yang terkadang melihat Ryana begitu dewasa dan bijaksana, sedangkan di dalam nya, sama saja seperti Raka.


...~To be continue......


__ADS_2