Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Penolakan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Usai menyelesaikan makan malam nya, Maira memutuskan untuk kembali ke dalam kamar. Begitu pun dengan Arga yang terus mengekor dibelakang istrinya dan ikut masuk sebelum dikunci lagi.


“Sayang, aku minta maaf!” Arga langsung memeluk istrinya dari belakang saat selesai mengunci pintu kamar nya.


“Lepasin, Ga!” ucap Maira datar.


“Gak mau!” Arga menggelengkan kepala nya dan semakin erat memeluk tubuh istrinya, “Aku minta maaf. Maafin aku dulu, aku beneran gak pernah selingkuh, Sayang. Jujur, demi apapun, bahkan demi Allah aku berani. Aku gak pernah selingkuh, aku cuma sayang dan cinta sama kamu aja. Plis, aku mohon maafin aku!”


Maira menarik napasnya cukup panjang, “Kemarin kamu ke Jakarta bareng dia? Dan tadi kamu berduaan sama dia. Terus besok apa lagi Ga?”


Arga langsung terdiam dan melepaskan pelukan nya pada maira, laki laki itu membalik tubuh istrinya agar menghadap ke arah nya, “Siapa yang bilang kalau kami ke Jakarta bareng?”

__ADS_1


Tentu saja Arga sangat terkejut mendengar perkataan dari istrinya. Ia tidak menyangka bahwa ternyata Maira tahu tentang kebersamaan nya dengan Rahel ke Jakarta dalam satu pesawat.


“Bukankah itu memang Fakta?” tanya Maira tersenyum getir.


“Mai, a—aku ... “


“Aku gak tahu, kebohongan apalagi yang kamu sembunyiin dari aku, Ga. Aku Cuma merasa, kalau sebenarnya aku memang gak pernah berarti buat kamu. Aku sadar kalau aku bukanlah perioritas mu, aku hanya figuran disini. Dan aku—“


“Enggak Mai!” Dengan cepat Arga segera memotong ucapan Maira, “Kamu bukan figuran. Kamu itu bintang utama disini. Dan sampai kapan pun, kamulah yang akan menjadi perioritas ku.”


Deg!


Arga merasa tertampar saat mendengar penuturan istrinya. Memang benar, seharusnya ia bisa menjaga dirinya jika memang benar mencintai Maira. Mengapa bisa, dirinya menyakiti wanita itu. Semua yang ia lakukan untuk Maira, tapi kenapa kini justru ia menyakiti nya.

__ADS_1


Mengapa dirinya bisa berduaan dengan rahel di ruangan nya. Jika untuk di Bandara, pesawat atau di Restauran kala itu, mereka ditempat umum dan banyak orang. Tapi di dalam ruangan Arga, mereka hanya berdua. Meskipun tidak melakukan apapun, tapi tetap saja, ruangan itu tertutup dan posisi duduk mereka cukup dekat. Wajar jika istrinya marah dan cemburu, Arga akui bahwa dirinya memang salah.


“Maaf,” Arga menundukkan kepala nya, mengakui kesalahan nya.


“Tapi sungguh Mai, aku sayang banget sama kamu. Aku cinta sama kamu, sejak dulu. Dan aku—“


“Simpan semua omong kosong mu, Ga. Aku tidak mau mendengar nya. Jangan membual jika pada akhirnya kau akan ingkar!” ucap Maira seraya menghela napas nya berat.


“Aku beneran tulus sama kamu, Mai. Terserah kamu percaya atau tidak, tapi aku dan Rahel memang tidak ada hubungan apa apa, sejak a—wal ... “ ucap Arga membuat Maira seketika langsung menatap tajam ke arah suaminya.


Tidak ada hubungan apa apa, bagaimana bisa. Sudah jelas jelas, laki laki itu menjalin hubungan sampai beberapa tahun. Dan kini mengatakan tidak ada hubungan apa apa. Dasar kadal buntung, batin Maira mengumpat dalam hati.


“Mai ... sebenernya—“ Arga pun menjelaskan semuanya kepada Maira. Ia menceritakan semua dari awal hingga akhir. Tentang bagaimana dia membayar Rahel untuk berpura pura menjadi pacar nya. Tentang pernikahan nya yang sudah di rancang sejak awal, yang memang untuk Maira.

__ADS_1


...~To be continue.......


__ADS_2