
...~Happy Reading~...
Kini kesehatan Arga sudah semakin membaik, bahkan laki laki itu sudah mulai bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat dan sudah aktif masuk ke kantor.
Hanya saja, jika di rumah, ia akan kembali bersaing dan berpura pura untuk masih terlihat masih sakit di depan istrinya agar dirinya bisa bermanja manja dengan Maira.
Setelah sekian lama, kini akhirnya Maira dan Arga sudah mendapatkan dua perawat khusus untuk menjaga anak anak nya. Tentu saja, setelah melalui proses yang begitu panjang dan ketat, karena kerewelan kedua oma dari baby triple A.
Meskipun anak mereka bukanlah cucu pertama, namun kedua oma itu tidak mau asal memilih, terlebih jika mengingat cucu bungsu mereka yang memiliki kesehatan kurang baik.
Jantung Aisyah sangat lemah, setiap bulan nya, bayi itu di wajibkan untuk check ke rumah sakit untuk mengontrol kesehatan nya. Sedangkan kedua kakak nya yang sudah sehat, bahkan kini tubuh nya semakin berisi dan mulai aktif. Berbeda dengan Aisyah yanglebih banyak diam dan terlihat begitu anteng.
Maka dari itu, Maira dan Arga sepakat untuk menyewa dua perawat saja hanya untuk kedua anak laki laki nya. Sedangkan baby Aisyah, Maira ingin merawat nya sendiri dan tak sembarang orang bisa menyentuh anak perempuan nya. Maira dan Aega benar benar menjaga Aisyah dengan sangat hati hati dan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Bukan berarti Arga dan Maira tidak menyayangi kedua anak laki laki nya. Maira masih tetap bermain dan selalu mengawasi anak laki laki nya, hanya saja untuk kebutuhan lain lain Maira sudah mempercayakan kedua anaknya kepada perawat.
“Kamu tahu, saat dia tidur seperti itu, wajahnya sangat mirip dengan mu,” Arga bergumam sambil memeluk istrinya dari belakang.
“Benarkah? Tapi saat terbangun, matanya sangat mirip dengan mu.” Balas Maira sambil mengusap wajah putri nya.
“Hemmm, memang Aish lebih mirip dengan ku, tapi kedua jagoan kita mirip dengan mu,” Arga menghela napas nya berat.
Saingan Maira hanya satu, namun saingan Arga ada dua. Karena kedua anak laki lakinya lebih dekat dengan ibunya di banding dirinya. Begitupun dengan baby Aisyah yang selalu memilih bersama sang ayah jika malam hari di banding di gendong oleh ibunya.
Maira terkekeh mendengar perkataan suaminya, wanita itu berbalik dan mengalungkan kedua tangan nya pada leher sang suami, “Adil bukan? Aku yang hamil dan melahirkan, jadi aku dapat dua. Kamu hanya membuat jadi dapat satu.”
“Justru karena aku yang membuat, seharusnya aku dapat dua dan kamu satu, Sayang. Karena biar bagaimana pun aku yang sudah menanamkan benih.”
__ADS_1
“Kamu hanya menanam Ga, tapi akulah yang mengelola mereka di dalam rahim ku. Aku juga yang berkorban bertaruh nyawa agar mereka bisa menghirup nafas sebebas ini,” ucap Maira tak mau kalah.
“Tapi aku juga ikut berperan untuk mengelola mereka Sayang. Kamu lupa kalau aku selalu ikut menyiram nya.”
“Astaga Ga, nyiram apaan!”
“Ya nyiram itu—“
“Udah ah, pembahasan gak penting!” maira langsung memotong ucapan Arga yang semakin melantur, “Ah iya satu lagi, jangan lupakan kamu juga ikut berperan penting membuat mereka lahir sebelum waktunya.”
Skakmat! Seketika Arga terdiam dan tak berani melawan lagi. Laki laki itu mengakui kesalahan nya. Maka dari itu ia lebih memilih mengalah daripada membangunkan singa yang sudah tertidur di alam bawah sadar istrinya.
...~To be continue .....
__ADS_1