Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Harus melahirkan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Cklek!


Mendengar suara pintu di buka, sontak membuat beberapa orang yang di depan ruangan itu langsung beranjak dan menghampiri dokter.


“Bagaiman keadaan istri saya Dok?” tanya Arga langsung to the point.


“Sepertinya kami harus melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan bayi bayinya. Saat ini, usia kandungan nya baru menginjak tiga puluh tiga minggu, dan juga posisi bayi yang belum terlalu mapan, membuatnya akan sulit jika melahirkan secara normal.” Jelas Doker panjang lebar seketika membuat Arga terdiam.


“M—melahirkan Dok? Berarti istri saya akan melahirkan hari ini?” Dokter itu menganggukkan kepala nya saat mendengar pertanyaan dari Arga.


“Akibat benturan yang cukup keras, membuat pasien mengalami pendarahan yang cukup serius, dan mau tak mau kami harus segera mengeluarkan bayi bayi nya. Mungkin jika bayinya hanya satu dan posisi sudah bagus, kita bisa memberikan nya suntik induksi agar bisa melahirkan normal. Akan tetapi, ada tiga bayi yang sedang di pertaruhkan, jadi kami menyarankan agar melakukan operasi caesar saja.” Ungkap Dokter.


“Lakukan yang terbaik Dok. Yang penting menantu dan cucu saya bisa selamat dan sehat,” ujar papa Kenzo sambil merangkul bahu anak bungsu nya.

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu, kami akan berusaha sebaik mungkin.”


“Dok, apa saya bisa ikut masuk ke dalam? Istri saya masih sadar bukan? Apakah—“


“Bisa, silahkan!” Dokter segera mengajak Arga untuk masuk ke dalam ruang operasi, sementara beberapa orang yang ada di luar ruangan itu hanya bisa berdoa dan berharap semoga keadaan Maira dan bayi bayi nya bisa selamat.


Di ujung ruangan itu, Zaco yang masih merasa bersalah, masih diam sesekali terisak. Terlebih saat melihat aura kemarahan di wajah orang tua Arga yang seolah menyalahkan keberadaan nya dan ibu nya, membuat anak laki laki itu menolak untuk di ajak pulang. Dan akan bertahan menunggu hingga keadaan Maira dan bayi nya baik baik saja.


“Rahel ... “ panggil mama Naura membuat wanita itu langsung mendongakkan kepala nya.


Naura mendudukkan dirinya tepat di sebelah Zaco, sementara Kenzo memilih untuk duduk di seberang kanan yang cukup jauh dari para wanita. Ia masih berusaha menghubungi besan nya, yang sejak tadi sulit untuk di hubungi.


“Ada yang bisa kamu jelaskan sama saya?” tanya mama Naura berusaha pelan namun terkesan dingin.


“M—maaf tante, saya benar benar tidak ada maksud apapun untuk mengganggu Arga dan Maira. Saya—“

__ADS_1


“Zaco yang bersalah, zaco yang sudah menabrak tante Maira. Maafin Zaco, jangan salahin Ibu. Ibunya Zaco gak salah,” ucap anak kecil alki laki itu langsung memotong pembicaraan ibu nya sambil menatap mama Naura dengan mata berkaca kaca.


Jika sudah seperti ini, siapa yang bisa marah kepada anak sekecil Zaco? Mama Naura hanya mampu menghela napas nya berat.


"Iya Nak, tolong lain kali lebih hati hati ya," ujar mama Naura lembut sambil mengusap kepala Zaco. Biar bagaimana pun, ia tidak bisa menyalahkan anak itu sepenuh nya.


“Kamu sudah menikah, Rahel?” tanya mama Naura kini menatap Rahel.


Rahel menganggukkan kepala nya, “Saya sudah menikah lima tahun yang lalu.”


Mendengar jawaban dari Rahel, sontak membuat dahi mama Naura mengerut, “Lima tahun? Bagaimana bisa? Tapi kamu sama Arga mau—“


Dan akhirnya, Rahel pun menceritakan semuanya kepada mama Naura, tak lupa ia juga meminta maaf yang sebesar besar nya. Ia memang tidak memiliki niat jahat apapun, ia hanya membutuhkan bantuan dari Arga lantaran kini dirinya hamil lagi.


Bukan berarti Arga yang menghamili Rahel. Namun, hanya Arga yang sudah tahu semua detail kehidupan Rahel sejak dulu, maka tak heran jika Rahel merasa nyaman jika meminta bantuan kepada Arga, karena baginya Arga lah dewa penolong nya sejak dulu.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2