Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Bab 70


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Acara berlangsung dengan sangat meriah, baik orang tua maupun para anak anak yang hadir, semua ikut merayakan dan merasakan kebahagiaan di hari ulang tahun triple A.


Arga, laki laki sebagai kepala keluarga dari tiga anak itu, tak pernah berhenti mengucapkan rasa syukur, ia terus berterimakasih kepada pada para tamu undangan yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk datang.


Jam sudah menunjuk angka sepuluh malam, keadaan rumah sudah begitu sepi. Begitupun kedua anak Arga dan Maira sudah masuk ke dalam kamar nya sendiri. Dan kini, Aisyah yang belum tertidur, sejak tadi hanya diam di atas tempat tidur sambil duduk bersila menatap kedua orang tua nya.


“Ada apa Sayang?” Maira beranjak naik ke tempat tidur dan menghampiri putri nya.


“Aish gak antuk, Bunda.” Anak itu bergumam dengan mata sayu nya, membuat Maira dan Arga merasa sulit untuk menahan tawa.

__ADS_1


Bagaimana tidak, Aisyah mengatakan tidak ngantuk, akan tetapi wajah dan terutama matanya tidak bisa berbohong. Sangat terlihat jelas, betapa mengantuk nya Aisyah dari berapa sering ia menguap, namun selalu di tahan dan berpura seolah memang tidak mengantuk.


“Kalau Aish gak ngantuk, lalu Aish gak mau tidur?” Aisyah langsung menganggukkan kepala nya dengan cepat, “Lalu Aish mau ngapain?”


“Mau gadang gadang sama Ayah, hoaaam.” Arga yang sudah tidak bisa menahan rasa gemas nya, akhirnya ikut naik ke tempat tidur dan bergabung bersama anak dan istrinya.


“Aduhh, anak Ayah mau ikut begadang. Memang nya mau begadangin apa hem?” Arga langsung mencium pipi putri kesayangan nya.


“Ayah ... ayo buka kado! Aish mau kado!” Sekarang Arga dan Maira tahu, alasan utama Aisyah tidak mau tidur, meskipun mengantuk. Karena di pikiran anak itu begitu penasaran dengan banyak nya kado yang tadi di dapatkan di acara ulang tahun nya.


Akan tetapi, Aisyah yang sudah terlanjur suka dengan caranya membuka kotak dan mendapatkan sebuah barang lucu dari dalam kotak itu, ia merasa seperti jackpot dan ada rasa kebahagiaan sendiri di hatinya.

__ADS_1


“Besok saja ya Sayang. Sekarang, Aish tidur dulu karena sudah malam.” Maira mencoba memberikan pengertian, karena biar bagaimana pun kesehatan Aish jauh lebih penting.


‘Gak mau!” Tolak Aisyah langsung menggelengkan kepala, namun lagi lagi dengan di iringi uapan, “Aish mau kado.”


“Atu Ayah, atu saja.’ Imbuh nya sambil menunjukkan jarinya kepada Arga dengan raut wajah memelas. Bukan Arga pelit atau apa, tapi putrinya itu memang suka menyeleweng dengan ucapan nya.


Janji hanya satu, tapi Arga dan Maira yakin, bahwa Aisyah tidak akan mungkin mau hanya dengan satu kado, pasti setelah itu dia akan meminta satu lagi, satu lagi dan seterusnya sampai dia puas.


Maira menggendong Aish, mengajak nya berjalan jalan sebentar di sekitaran kamar dan balkon Mencoba mengajak nya bicara dari hati ke hati, memberikan sedikit pengertian bahwa semua yang kita inginkan tidak semudah yang di harapkan. Maira juga mengajari anak anak nya untuk belajar bersabar sejak dini, mengingatkan kembali bahwa tidak semua yang kita inginkan harus terwujudkan.


Tak butuh waktu lama, hanya sekitar lima menit, Aisyah sudah tertidur di gendongan Maira. Menandakan bahwa memang anak itu sudah mengantuk sejak tadi. Arga dengan sigap langsung mengambil alih Aisyah dan meletakkan nya di atas tempat tidur khusus nya yang berada tak jauh dari tempat tidur utama.

__ADS_1


Meskipun mereka satu kamar, namun Arga dan Maira tidak tidur satu tempat bersama Aisyah. Hanya saja sesekali, akan ada waktunya, Arga dan Maira akan tidur bersama anak anak nya, bahkan kedua anak laki laki nya juga.


...~To be continue......


__ADS_2