Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Mama Naura


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Braakkkk!


Maira langsung membanting pintu kamar dan segera menguncinya supaya Arga tidak bisa masuk. Rasanya begitu sakit saat dia mendapatkan sebuah bentakkan dari suaminya. Walaupun ia juga mengakui kesalahan nya karena sudah bicara dengan nada suara tinggi, akan tetapi bukan seperti itu seharusnya balasan dari Arga.


Sambil memeluk perutnya, Maira duduk dengan bersandar head board tempat tidur. Air matanya sejak tadi sangat sulit untuk ia hentikan. Entah mengapa, sejak dirinya hamil, memang ia menjadi lebih sensitif dan sangat mudah menangis.


Sementara itu, diluar kamarnya, Arga terus mengetuk pintu kamar dan memanggil manggil nama istrinya. Entah sudah berapa lama, ia berdiri sambil terus berusaha membujuk yang tidak ada hasilnya sama sekali.

__ADS_1


“Ada apaan sih Ga?” tanya mama Naura terpaksa ikut naik ke lantai atas aat mendengar suara teriakan anaknya.


Arga menghela napas nya berat, “Gapapa Ma, Cuma sedikit salah paham.”


“Salah paham gimana? Kamu ngapain emang? Tadi Maira berangkat seneng banget loh, masa pas pulang kamu bikin dia marah gini, kamu apain dia? Gak mungkin dia marah kalau gak ada sebab. Namanya asap pasti muncul kalau ada api, gak mungkin ada asap kalau gak ada api!” omel mama Naura panjang lebar langsung menyalahkan anak bungsu nya.


Dan akhirnya, Arga pun menjelaskan semuanya kepada mama Naura. Tentang kedatangan Rahel ke kantor yang ingin meminta bantuan nya. Dan tepat saat Arga ingin memberikan sapu tangan nya, Maira datang dan salah paham. Arga tidak mengatakan saat dimana ia membentak Maira, karena jika ia bicara sudah pasti mama nya yang tidak akan terima.


“Emmtt, itu Mah, anu—“ Arga menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, ia bingung harus memulai dari mana penjelasan nya tentan kepergian Rahel.

__ADS_1


“Anu anu anu apa hah!” bentak mama Naura seketika membuat Arga sedikit terkejut, “Kamu selingkuh sama mantan kamu! Itu yang buat istri kamu marah! Jangan kurang ajar kamu ya Ga! Masih kurang apa lagi Maira sama kamu hah! Yang ada itu kamu yang kurang bukan istri kamu, kenapa kamu malah selingkuh sama mantan yang udah bikin malu keluarga kita. Astagfirullah Arga, mama gak ngerti lagi sama kamu, kenapa harus kaya gini hah!”


“pantas saja maira marah sama kamu dan banting pintu sampai ngunci itu pintu kamar. Kalau Mama yang di posisi Maira bukan Cuma banting pintu, tapi kamu yang mama banting!” imbuh mama Naura panjang lebar dna begitu menggebu membuat Arga langsung menelan saliva nya dengan begitu sulit.


“Mah, Arga bisa jelasin semuanya. Ini tuh gak seperti yang mama pikirin. Arga sama Rahel itu Cuma—“


“Cuma Cuma Cuma apa, namanya mantan nemuin mantan lagi sampai nangis nangis dan buat istri salah paham. Itu udah gak bener Arga, ya Allah. Jangan gila kamu, jangan sampai kaya Papa kamu. Kakak kamu udah gila dulu, jangan sampai kamu ikutan gila yang gak mau jujur sama istri. Ingat Ga, kalau sampai Maira pergi dari rumah ini, kamu juga mama usir dari rumah. Dan Mama pastiin, kamu ikut di pecat sama Papa kamu dari kantor, biar aja kamu jadi gembel sekalian. Jadi laki laki gak ada tanggung jawab, udah tahu istri lagi hamil malah seneng banget bikin ulah!”


Oke fix, sulit untuk Arga menjelaskan jika sudah seperti ini. Mama nya sedang dalam mode kumat akut. Arga tidak bisa membantah atau membela diri. Karena dirinya pasti yang akan tetap salah. Walau kenyataan nya ia mengakui kesalahan nya yang belum jujur kepada istri. Tapi, mengapa mama nya lebih membela Maira, padahal Arga lah anak kandung nya. Memang seperti itulah mama Naura. Kadang keibuan, lembut seperti malaikat. Tapi jika sedang seperti ini, mode malaikat maut yang siap kapan saja mencabut nyawa anaknya sendiri.

__ADS_1


‘Pasal pertama, wanita selalu benar!’ gumam Arga dalam hatinya menghela napas berat.


...~To be continue .......


__ADS_2