
...~Happy Reading~...
“Kenapa harus Maira?” tanya abi Mike langsung menatap tajam pada dua laki laki dan satu perempuan yang berada tepat di hadapan nya.
Kelembutan dan kesabaran yang selama ini menjadi watak nya selama di pesantren. Kini seolah menghilang dan kembali dalam mode dingin dan menakutkan seperti dulu kala sebelum mengenal Arshyla.
Bagaimana tidak, jika malam ini dirinya dan Chila mendapatkan tamu yang berupa teman lama sang istri yang sudah lama tidak berkunjung. Dan kini, mereka berkunjung ke Pondok hanya untuk melamar putri nya.
Niat baik, tidka boleh di tolak, itu memang benar. Tapi, Mike dan Chila tahu, bahwa Arga putra Kenzo dan Naura akan segera melangsungkan pernikahan nya. Bahkan, keduanya sudah menerima undangan pernikahan dari mereka beberapa hari yang lalu.
Dan saat acara sudah di depan mata, hanya tinggal menunggu hari saja. Tiba tiba mereka datang ke rumah nya dengan tujuan melamar putri kedua nya.
Yang mana hal itu berarti putri nya akan di jadikan pengantin pengganti. Seorang pengganti yang akan menggantikan mempelai wanita.
__ADS_1
“Ana dari rekan bisnis mu, ku rasa tidak sedikit dan mereka—“
“Tapi Arga dan Maira sudah mengenal sejak kecil. Mereka sudah bersahabat bahkan kita sudah saling mengenal. Arga mondok disini, dan Maira yang juga sering datang ke rumah, kita sudah seperti keluarga, bukan? Dan kita—“
“Kalau memang sudah seperti keluarga, kenapa kalian tega membiarkan putri ku sebagai seorang pengganti?” potong abi Mike dengan cepat, membuat kedua nya langsung terdiam.
“Jangan jadikan alasan bahwa kalian sudah bersahabat dengan istri ku juga sejak SMA. Bagaimana dengan Clayton? Anak nya juga ada yang seumuran dengan mereka bukan? Kenapa tidka anak mereka saja?” imbuh abi Mike dengan sinis.
“Astagfirullahalazim, Abi .... “ kini Maira ikut bersuara saat baru pertama melihat sisi lain dari abi nya.
“Mai, aku mohon!” pinta Arga lagi dan kini ia menatap sahabat nya dengan penuh permohonan.
“Chila ... “ Tak hanya Kenzo yang terus membujuk Mike, Arga kepada Maira. Naura kepada Chila pun juga sama, mereka benar benar memohon kepada keluarga Maira agar bisa membantu nya.
__ADS_1
“Ken, Naura. Maaf, aku—“
“Abi .. “ Maira langsung menatap abi nya, menarik napas dengan cukup panjang lalu kembali menatap wajah paruh baya sang ayah, “Mohon doa restu dari Abi.”
“Maira!” seru umma Chila dan abi Mike bersamaan, tentu saja membuat Maira langsung menundukkan kepala nya.
“Benar yang di katakan om Kenzo. Maira dan Arga sudah mengenal sejak kecil, kami bersahabat, dan kami sudah dekat. Bukankah Abi pernah bilang, berpacaran setelah menikah akan jauh lebih indah. Sama hal nya, jika nanti Maira menikah dengan gus Hilal, bukankah kami akan memulai dari awal perkenalan? Anggap saja, Arga juga seperti itu.”
Untuk sesaat, Maira menghentikan ucapan nya, ia menghela napas kembali, “Maira tidak akan mempermasalahkan kejadian yang sudah berlalu. Insyaallah, Maira bisa membuat Arga melupakan masa lalu nya,” imbuh nya dengan begitu lembut.
Tidak ada lagi sosok Maira yang begitu bar bar seperti biasa. Kini, gadis itu terlihat begitu lembut dan anggun dan begitu bijak dalam memberikan jawaban Ia begitu dewasa di waktu yang tepat.
“maira, kamu tahu kan pernikahan itu hal yang sakral. Kamu tidak boleh menyesali keputusan yang sudah kamu ambil sekarang!” tekan umma Chila menatap putri nya.
__ADS_1
“Itulah yang Maira katakan kepada Arga tadi Umma. Maira sudah menolak nya baik baik, tapi ternyata dia masih tak gentar bahkan kini membawa Tante Naura dan om Kenzo. Itu yang membuat Maira berfikir, bahwa selain untuk menyelamatkan nama baik om Kenzo. Mungkin ini juga cara Allah untuk menyatukan kami,” jelas Maira panjang lebar dan kini sambil menundukkan kepala nya.
...~To be continue ......