Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Extra part


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Ayaahhh!" Aisyah langsung berlari menuruni tangga saat melihat sang ayah yang sudah rapi dengan pakaian kerja nya berjalan menuju meja makan.


"Astaghfirullah, Aish jangan lari!" Dengan cepat, Arga mendekat dan segera menangkap putri nya.


"Ayah lama pulang na, Aish gak ada temen!" Anak perempuan itu langsung merangkul leher ayah nya sambil menyandarkan kepala di bahu sang ayah.


Biasanya, sebelum tidur Aisyah akan berkeluh kesah dan bermanja-manja pada sang ayah. Tapi tidak dengan semalam, karena Arga harus pulang terlambat, sehingga membuat Aisyah hanya bisa memendam rasa nya sendiri.


"Maaf Sayang, kemarin Ayah banyak kerjaan. Memang nya, Aish mau curhat apa sama Ayah, hem?" Arga menggendong Aisyah dan mengajak nya menuju meja makan sambil terus mengusap rambut panjang putri nya.


"Adam nakal!" Bibir mungil itu mengerucut kala mengingat kembali ulah saudara kembar nya yang sudah membuat kelinci kesayangan nya hamil dan akan memiliki anak lagi.


"Adam kenapa?" Sambil mendudukkan dirinya di kursi, Arga berpura pura belum tahu tentang pertikaian yang terjadi pada anak anak nya.


"Gala gala Adam—"


"Aish jangan salahin Adam doang dong. Agam juga tuh!" saut anak laki laki yang baru saja datang dan ikut duduk di samping ayah nya.


"Enggak!" Aisyah kembali berseru, "Agam gak apa apain, cuma Adam yang apa apa in Mochi!"

__ADS_1


"Kok apa apain sih, memang nya Adam ngapain coba?"


"Adam salah masukin kelinci!"


"Adam udah masukin sesuai yang Aish suruh!" Ucap Adam membela diri.


"Bohong!" Lagi lagi Aisyah berseru, "Aish sama pak Toni udah pilih pilih, tapi kenapa velo na di masukin juga!"


"Ya mana ku tahu kalau ada Velo juga." Adam kembali mengingat bahwa ia sudah memasukkan kelinci sesuai urutan yang di berikan oleh Aisyah. Tapi entah mengapa kini dirinya masih saja selalu di salahkan.


"Kok Velo sih! Velo Adam Velo!" seru Aisyah langsung memberikan tatapan tajam pada saudara kembar nya.


"Bukan Velo tapi Velo!" lagi lagi Aisyah tak terima karena Adam salah menyebutkan nama kelinci nya.


"Astaghfirullah, kenapa malah pada bertengkar sih!" Arga kembali memeluk putrinya yang masih berada di pangkuan nya.


"Ayah, Adam na nakal agi. Maca Velo di bilang Velo sih. Kan sebel Aish na!" Aisyah mengadu kepada sang ayah.


"Agam yang masukin Vero waktu itu! Karena Vero mau tinggal sama Mochi, maafin Agam ya Aish." Aisyah kembali menoleh saat satu lagi saudara kembar nya datang dan ikut bergabung di meja makan.


"Tuh pelaku nya datang! Jadi jangan salahin Adam lagi?" sambung Adam mendengus.

__ADS_1


"Adam tetep salah! Kalena sebut mama Velo jadi Velo dali tadi, Aish sebel!" cetus Aisyah masih kesal.


"Tapi kan Aish sendiri yang nyebut Velo!" balas Adam merasa semakin frustasi.


"Tapi nama na Velo!" jelas Aisyah membuat Adam hendak menyaut lagi, tapi dengan cepat Agam menahan tangan Adam dan menggelengkan kepala.


"Ngalah!" Seketika itu Adam langsung mendengus dan diam, mengurungkan niat untuk kembali beradu argumen dengan Aisyah.


Memang sejak dulu, jika berdebat dengan Aisyah siapapun pasti akan kalah. Tentu saja, karena Aisyah yang selalu di utamakan dan sangat di jaga.


Bukan Adam tidak menyayangi Aisyah seperti yang lain. Bahkan, ia selalu menjadi garda terdepan jika ada yang menyakiti adik nya itu. Hanya saja, terkadang dirinya lelah jika tidak sengaja melakukan kesalahan.


Seperti hal nya sekarang, mereka harus berdebat hanya karena salah menyebutkan nama. Padahal kesalahan ada pada Aisyah sendiri yang belum bisa mengatakan huruf R, sehingga membuatnya sulit mengucap nama Vero menjadi Velo.


"Makanya, Aish belajar ngomong R biar orang gak salah tangkep terus!" gumam Adam pelan lalu segera menghabiskan makanan nya.


"Aish udah belajal kok, nanti juga bisa. Iya kan Ayah?" tanya nya tersenyum kepada sang ayah, yang langsung di balas anggukkan kepala saja oleh Arga karena terlalu lelah menanggapi.


...🍁🍁🍁...


Masih mau lanjut gak? komen ya

__ADS_1


__ADS_2