Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Bab 69


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Waktu berlalu dengan begitu cepat. Tanpa terasa kini usia triple A sudah dua tahun, maka dari itu, kediaman Arga kini sudah sangat ramai dengan beberapa teman dan rekan serta keluarga untuk ikut merayakan ulang tahun baby triple A. Untuk Adam dan Agam, kedua anak itu sudah berlarian dengan sangat lincah dan aktif, maka sejak tadi Arga dan Maira sudah melepas kedua anaknya agar bermain bersama teman teman nya.


Sementara untuk Aisyah, ia selalu tenang dan nyaman di gendongan sang ayah. Sudah berulang kali, Maira atau para oma nya ingin menggantikan Arga menggendong, akan tetapi anak itu tidak mau.


“Aish cama ayah!” Selalu kata itu yang di ucapkan oleh Aisyah saat akan di gendong oleh orang lain.


Arga menjamu para tamu nya sambil menggendong Aisyah, ia juga tidak keberatan sama sekali. Karena memang dia sangat menyayangi putri nya. Kedua anak laki laki nya sudah mandiri dan tidur di kamar sendiri sejak usia satu tahun. Sedangkan Aisyah, hingga kini masih tidur bersama kedua orang tuanya.


“Assalamualaikum,”

__ADS_1


“Walaikumsalam, kenapa telat!” jawab Maira ketus dan langsung menghampiri kakak dan kakak ipar nya yang sudah sangat telat untuk datang di acara ulang tahun ketiga anak nya. Padahal, Maira sudah memberikan undangan dari jauh jauh hari, yakni satu bulan yang lalu. Tapi tetap saja, kedua kakak nya itu sok sibuk sampai telat untuk datang.


“Kamu kan tahu, Abi udah mulai sekolah. Jadi ya harus nunggu dia pulang sekolah dulu. Lagian kenapa kamu gak bikin acara sore aja sih!” balas Eleena tak kalah kesal dari adik ipar nya.


Pasal nya, saat ini Maira mengadakan acara ulang tahun anak anak nya jam dua siang. Bukan tanpa alasan, dia melakukan itu, karena ini adalah keinginan anak anak nya sendiri, yang menginginkan tema out door dan tidak mau ada tenda atau apapun yang menghalangi pemandangan langit.


Sedangkan, di bulan bulan seperti ini, langit tidak secerah harapan.


Yakni selalu mendung, maka dari itu Maira mengambil acara siang agar tidak kehujanan. Memang masih dua tahun usia anak anak nya, tapi entah mengapa kedua anak nya sudah mulai terlihat memiliki bibit dari keluarga ayah nya, yang mana banyak maunya dan rusuh.


“Tuh langung ngacir!” Eleena menunjuk ke arah anak nya yang langsung berlari menghampiri Adam dan Agam di area permainan.

__ADS_1


“Sayang, aku harus ke toilet dulu.” Arga berbisik kepada istrinya, Maira yang paham pun langsung mengambil alih Aisyah di gendongan Arga. Namun, anak itu menolak dan semakin erat memeluk sang ayah.


“Sayang, hanya sebentar ya.” Arga dan Maira berusaha membujuk, namun Aisyah selalu menggelengkan kepala. Sangat tidak mungkin jika Arga membawa Aisyah ke toilet. Mungkin jika kedua jagoan nya,bisa saja. Tapi ini Aisyah, anak perempuan nya.


Hingga tiba tiba, saat Aisyah menangis, ia menoleh dan melihat seorang laki laki yang baru saja datang. Tiba tiba ia merentangkan tangan seolah ingin minta di gendong oleh laki laki itu.


“Oh mungkin mau sama Om nya, iya?” Maira mengambil alih Aisyah di gendongan nya dan memberikan putri nya kepada sang kakak. Namun, dengan cepat Aisyah juga menggelengkan kepala nya, tanda ia tidak mau ikut dengan om Yusuf.


“Gendong, gendong, gendong!” Tangisan Aisyah semakin kencang dan memberontak di gendongan ibu nya, hingga membuat Maira sedikit kewalahan. Eleena dan Yusuf pun ikut membantu menenangkan Aisyah, hingga tiba tiba seorang laki laki yang dimaksud oleh Aisyah mendekat dan mengulurkan tangan nya kepada anak itu, seketika membuat tangisan Aisyah terhenti.


‘Hah!’ Maira dan Eleena sampai terdiam dan menatap heran pada Aisyah yang saat ini sudah menghentikan tangisan nya.

__ADS_1


‘El, anak gue—‘ Maira menatap kakak ipar nya, lalu menatap putri nya lagi dengan ekspresi wajah yang sangat sulit di artikan.


...~To be continue ......


__ADS_2