Catatan Hati Mayra

Catatan Hati Mayra
Bab 67


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Arga udah dong Ga! Aku tuh pusing tahu gak! Anak anak rewel, kamu juga yang udah tua ikut rewel, sumpah ya lama lama aku ikutan nangis kalau kaya gini!”


Andai waktu bisa di putar, mungkin Maira akan mengurungkan niatnya untuk menyuruh Arga pulang ke rumah. Yang mana, kini pada kahirnya dirinya seperti memiliki empat bayi sekaligus. Suaminya tak bisa melakukan apa apa, selain merengek dan ingin di manja di atas kasur, sedangkan ketiga bayinya juga rewel karena ingin menyusuu pada nya.


Entah mengapa, tidak seperti biasanya. Ketiga anak nya sangat rewel, jika biasanya Adam dan Agam mau di berikan susu botol, namun sangat berbeda dengan hari ini tepatnya setelah sang ayah pulang dari rumah sakit.


Adam dan Agam sama sekali tidak mau minum dengan botol, kedua bayi itu hanya mau minum langsung dari sumber nya, yang mana membuat Maira semakin tak bisa berkutik, seharian hanya bisa berdiam diri di dalam kamar.


Beruntung, karena baby Aisyah begitu tenang dan tidak menuntut minum dari sumber nya. Karena sejak lahir, keadaan baby Aish kurang begitu bagus di bandingkan kedua saudaranya, jadi bayi itu lebih jarang bisa menikmati sumber asi nya. Dan setelah ia keluar rumah sakit, saat Maira ingin memberikan asi lebih eksklusif, baby Aish justru menolak, karena ia sudah terlalu nyaman dengan menggunakan botol.


“Sekali lagi kamu rewel dan gak berhenti gangguin anak anak, aku pulang ke rumah Abi!” ancam Maira pada akhirnya karena memang sudah benar benar lelah menghadapi keempat anaknya.


“Dih ngancem. Iya Sayang aku gak akan gangguin mereka lagi, aku Cuma kangen sama mereka, pengen gendong tapi gak bisa.”

__ADS_1


“Udah tahu gak bisa gendong ya udah diem aja, gak usah banyak tingkah pakai gangguin dia. Gak kasihan apa kamu sama aku hah! Udah tahu Mama sama Umma lagi gak ada, bukan nya bantuin malah ngerusuhin, lama lama kamu tuh sama aja kaya kakak kamu tahu gak!”


“Kok jadi bawa bawa kak raka sih!” Arga langsung mendengus dengan kesal saat istrinya menyebut sang kakak.


“Karena kamu itu sama aja kaya dia, rusuh!”


Oeekkk!


Oeekkk!


Jadi di saat dirinya di tinggal seperti ini, ia tidak terlalu kaget. Sebenarnya, Maira sudah bisa menghandle ketiga bayi nya. Karena anak anak nya alhamdulilah tidak begitu rusuh. Hanya saja, sangat tumben entah mengapa hari ini saja, anak anak menjadi rewel karena ayah nya yang sedang ingin bermanja-manja.


‘Heh, tuyul kalian cemburu ya?’ Arga bergumam dalam hati sambil mengusap usap pipi kedua bayinya, ‘Ayah tuh udah lama gak di rumah, udah lama gak ketemu Bunda kalian. Ayo dong ngalah sebentar. Jangan kaya gini.’


Oeekkk

__ADS_1


Oeekkk


Oeekkkk


Seolah mengerti dengan isi hati ayahnya, kedua bayi itu langsung melepaskan sumber asi nya dan menangis kencang hingga membuat Maira sedikit kewalahan karena asi nya terus mengucur dengan deras.


“Ga, mereka masih bayi, jangan ngajak gelut, bisa gak!” Seru Maira yang sudah mulai habis kesabaran.


Sejak tadi matanya terus memicing menatap suaminya tajam. Meskipun Arga hanya bergumam dalam hati, namun mulut laki laki tiga anak itu terus komat kamit persis seperti mbah dukun yang sedang membaca mantra.


Tentu saja, Maira langsung berfikir negatif karena setelah suaminya seperti membaca mantra itu anak anaknya langsung melepaskan asi nya dan menangis kencang.


‘Au ah! Punya anak ribet banget ternyata!’ jerit Arga dalam hati semakin frustasi karena selalu salah di mata anak dan istrinya.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2