
...~Happy Reading~...
“Kamu mau kemana Mai?” tanya mama Naura saat melihat menantu nya sudah siap dengan pakaian yang rapi.
“Mau ke kantor mas Arga, Ma.” Jawab Maira menghampiri mama mertua nya, “Tadi Maira masak, makanan kesukaan mas Arga.”
“Kamu bertengkar dengan Arga?” tanya mama Naura sedikit ragu namun dengan cepat di bantah oleh Maira., membuat mama Naura langsung menghela napasnya lega.
Bukan tanpa alasan, mama Naura menanyakan seperti itu. Pasal nya, sejak semalam, sejak makan malam tiba. Keduanya hanya diam dan saling melirik seolah ada sesuatu namun tak bisa tersampaikan. Mama Naura memaklumi sikap keduanya, maka memilih diam dan maklum. Dan baru sekarang mama Naura berani menanyakan nya kepada sang menantu.
Namun, ia begitu lega jika memang anak dan menantu nya tidak sedang bertengkar. Mama Naura percaya, karena kini Maira sudah akan mengantarkan makan siang ke kantor suami nya.
“Jangan bawa mobil sendiri ya, biar di antar supir,” ucap mama Naura yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Maira. Menurut nya percuma juga jika ia menolak, yang ada akan bermasalah nanti nya.
Sepanjang perjalanan, Maira terus memikirkan ego nya yang mendiamkan Arga sejak kemarin siang. Ia sadar bahwa ia salah, seharusnya, ia bicara atau bertanya baik baik, bukan langsung mendiamkan dan marah kepada suaminya. Dan tujuan nya siang ini, selain untuk mengantarkan makan siang, Maira juga akan mengajak suaminya untuk bicara baik baik.
__ADS_1
Menempuh waktu hampir tiga puluh menit, kini mobil yang membawa Maira sudah tiba di kantor suaminya. Ia segera turun dan masuk ke dalam, dan tak lupa ia juga membalas sapaan demi sapaan dari beberapa karyawan yang mengenal nya.
“Kok kosong?” gumam Maira saat tiba di lantai tempat ruangan suaminya berada. Biasanya, tepat di depan ruangan Arga, ada Sisi sekertaris nya, namun kali ini kosong. Entah kemana pergi nya dia, Maira tak ingin ambil pusing, ia pun segera bergegas memasuki ruangan suami nya begitu saja.
“Assalamualaikum! Aku da—tang ... “ Tubuh Maira langsung mematung saat sudah membuka pintu dan melihat suaminya sedang bicara dengan seseorang.
“Mai!” Keduanya tak kalah terkejut dari Maira. Sontak saja, Arga langsung bangkit dan segera menghampiri Maira yang masih berada di ambang pintu, “Ada apa?” tanya nya sedikit lembut.
Bukan! Bukan kelembutan, tapi ketakutan, menurut Maira. Wanita hamil itu langsung menatap ke arah suami nya dengan begitu tajam. Setelah perang dingin yang sudah ia kobarkan sejak kemarin, dirinya merasa bersalah dan mencoba untuk berfikir positif.
‘Astagfirullah! Ingin rasanya, Maira mengumpat atau berteriak begitu kencang. Namun, ia mencoba untuk tetap sabar dan menahan rasa marah nya. Karena tidak mau ada keributan di tempat kerja sang suami.
“Jadi benar, kalau kamu masih berhubungan sama dia?” tanya Maira dengan raut wajah datar nya, “Kalau begini, siapa yang jadi selingkuhan? Aku atau dia?” imbuh nya di sertai senyuman getir.
“Sayang! Aku gak suka kamu ngomong kaya gini,” Arga menghela napas nya berat, “Duduk dulu.”
__ADS_1
“Enak banget ya jadi kamu, Ga! Sana sini mau, sana sini ada rumah nya!” ucap Maira langsung menepis kasar tangan Arga, hingga tanpa sadar membuat matanya berkaca- kaca.
“Mai! Tolong, jaga bicara kamu!” ucap Arga yang kini dengan suara sedikit meninggi.
“Kamu pikir aku juga suka lihat kamu sama dia kaya gini hah!” balas Maira dengan nada suara yang tak kalah tinggi.
“Maira!” bentak Arga tiba tiba seketika membuat Maira terdiam. Namun tangan nya mengepal erat. Tanpa berkata kata lagi, ia langsung melemparkan makanan yang ia bawa hingga berhamburan ke lantai, lalu ia pergi begitu saja meninggalkan ruangan suami nya.
Untuk pertama kalinya, Arga membentak nya di depan mantan nya. Rasa sakit yang sudah ia pendam sejak kemarin lantaran foto Arga dan Rahel di Bandara, kini semakin terasa sakit lantaran mendapatkan bentakkan dari Arga.
Keadaan normal saja, Maira sudah sering merasa cemburu dengan kedekatan Arga dan Rahel saat masa kuliah. Tapi ia selalu mencoba memendam nya, akan tetapi, kini efek hormon dari kehamilan nya, membuat nya semakin sulit mengontrol emosi nya. Ia menjadi mudah tersinggung bahkan air matanya tak segan untuk meluncur deras hanya karena masalah sepeleh.
Sementara itu, Arga yang tak sengaja membentak Maira, langsung merasa bersalah dan segera mengejar istrinya. Tak berbeda dari Naura, mood nya juga sedang kurang baik. Ia tidak tidur sejak kemarin, habis melakukan perjalanan jauh dan dirinya belum makan sama sekali sejak kemarin, karena saat makan malam, Arga tidak bisa makan sama sekali.
Mengantuk serta lapar, membuat mood nya hancur. Terlebih saat tadi dirinya hendak tidur, sudah terganggu akan kedatangan rahel, membuatnya justru melampiaskan rasa kesal nya kepada Maira yang memang sedang merasa cemburu padanya.
__ADS_1
...~To be continue .......