
...~Happy Reading~...
Usai menyelesaikan makan siang nya di sebuah restauran. Maira pun memilih pamit untuk ke toilet sebentar, sedangkan Arga memilih untuk meletakkan makanan yang akan ia bawa pulang ke dalam mobil terlebih dulu agar nanti ia bisa bebas menggandeng istrinya.
“Arga tunggu!” Langkah kakinya langsung terhenti saat ada suara yang memanggil namanya. Laki laki itu segera berbalik dan mendapati seorang wanita yang tengah menggandeng seorang anak laki laki dan menghampiri nya.
Rahel, mengapa wanita itu ada di Jakarta lagi? Pikir Arga lalu menghela napas nya berat.
“Ada apa?”
“Halo Om,” sapa anak kecil laki laki itu dengan wajah polos nya melambaikan tangan kepada Arga.
“Hay, kenapa disini? Bukankah kamu sekolah?” tanya Arga yang langsung di balas cengiran oleh anak itu.
__ADS_1
“Arga, aku butuh bantuan kamu!” ucap Rahel dengan nafas sedikit tersenggal mengalihkan pandangan Arga yang semula kepada anak Rahel yang bernama Zaco, “Pliss, tolong aku.”
Arga pun lalu mengajak Rahel dan Zaco untuk duduk di sebuah kafe yang baru saja di masuki oleh Arga. Rahel menyuruh agar anak nya bermain di sebuah playground yang ada di kafe tersebut. Agar dirinya dan Arga bisa lebih leluasa untuk bicara. Wajah kedua nya nampak begitu serius, dengan Arga yang sesekali menganggukkan kepala nya, sementara Rahel mulai terisak dan mengeluarkan air mata.
Tanpa keduanya sadari, sejak tadi seorang wanita yang tengah hamil besar terus menatap ke arah keduanya dengan perasaan campur aduk. Bukankah waktu itu Arga pernah berjanji akan menjaga jarak dengan wanita itu, bukankah Arga mengatakan bahwa keduanya tidak pernah ada hubungan apapun Lantas ini apa? Batin nya, bahkan keberadaan nya sampai di lupakan oleh sang suami.
Ya, wanita itu adalah Maira, istri dari Arga. Tadi suaminya pamit untuk pergi ke mobil terlebih dulu, tapi sekarang ternyata suaminya sedang duduk berduaan dengan seorang wnaita dari masa lalu nya.
Jika sudah seperti ini, apakah Maira bisa berfikir positif bahwa suaminya benar benar tidak memiliki hubungan apapun degan wanita itu. Tentu saja tidak, pikiran nya langsung melayang berkelana begitu jauh hingga tanpa sadar membuat tangan nya terkepal dengan begitu erat.
Deg!
Seketika itu juga, Jantung Maira semakin berdetak dengan begitu kencang saat mendengar pertanyaan dari suaminya untuk Rahel. Kenapa Arga begitu terkejut mendengar kabar Rahel hamil, pikiran Maira semakin melayang karena berfikir bahwa anak yang di kandung Rahel adala anak suami nya.
__ADS_1
Tidak, Maira berusaha untuk menepis perasaan buruk itu. Tapi sulit, ia tidak bisa mengntrol emosi nya, hatinya sakit dan begitu perih. Dadanya sesak kala membayangkan bahwa benar suami nya yang menghamili Rahel.
“Mas Arga!” panggil Maira sontak membuat Arga langsung menoleh dan mendapati istrinya yang berdiri tak jauh dari tempat duduk nya.
“Sayang!” Arga pun segera bangkit, begitu pun dengan rahel.
“Kamu bohong sama aku, kamu bilang gak ada hubungan apa apa. T—tapi kenapa dia bisa hamil?” tanya Maira denga suara yang bergetar hebat.
Ia sudha tidak bisa menahan air matanya, kini wajah nya sudah banjir dan ia hendak pergi meninggalkan restauran. Namun, saat ia berbalik, saat itu juga Zaco yang sedang membawa sebuah mobil mainan berlari ke arah Maira dna tanpa sengaja menabrak perut besar nya hingga membuat wnaita itu langsung terjatuh.
Brukkk!
“Aarrkkhhh!” pekik Maira begitu melengking kala merasakan benturan yang cukup keras pada pantatt nya dan lantai hingga membuat perut nya seketika terasa begitu sakit. Arga pun langsun berlari menghampiri Maira, begitu pun dengan rahel yang juga berlari menghampiri anak nya.
__ADS_1
...To be continue .......