
...~Happy Reading~...
Hari ini, Arga terpaksa ke kantor lebih awal. Di karenakan kemarin ia sudah libur dan membatalkan meeting begitu saja, hanya demi beli pempek ke Palembang. Maka dari itu, klien nya meminta untuk meeting pagi ini, lantaran siang ia harus pergi keluar kota. Arga tidak punya pilihan lain, karena memang ini kesalahan nya.
Padahal, jika ditanya kini kepalanya sangat pusing, dengan perut yang sudah mulai bergejolak. Namun ia menahan nya.Bagaimana tidak, jika sejak kemarin siang ia belum bisa makan sama sekali. Sepulang dari Palembang, Maira merajuk tanpa alasan, membuat Arga kebingungan dan tidak mengerti. Sementara Maira hanya diam dan memaksa laki laki itu untuk peka tanpa memberikan kejelasan sama sekali.
“Sis, jangan biarkan ada yang masuk! Aku mau istirahat sebentar!” ucap Arga kepada sekertaris nya saat hendak masuk ke ruangan.
“Baik Pak!” Jawab sekertaris nya yang bernama Sisi.
Baru saja, Arga hendak memejamkan mata di dalam kamar yang ada di ruangan nya. Tiba- tiba ia sudah mendengar suara pintu di ketuk. Kesal dan ingin marah, Arga mencoba mengabaikan ketukan pintu itu. Akan tetapi, suara itu justru semakin mengganggu nya, hingga membuat nya mau tak mau harus bangkit dan beranjak untuk membuka pintu kamar nya.
Cklek!
__ADS_1
Saat pintu kamar itu terbuka, Arga dibuat sedikit terkejut dengan kehadiran seorang wanita yang kini tengah tersenyum lebar sambil menatap ke arah nya. Arga memang tidak mengunci pintu ruangan nya, jadi tak heran bila wanita itu bisa masuk ke dalam ruangan nya.
“Kenapa datang lagi?” tanya Arga dengan raut wajah datar nya.
“Aku kangen sama kamu,” jawab nya dengan raut wajah memelas.
“Hentikan Rahel, sekarang katakan ada apa kau datang kemari? Kau sangat mengganggu!” ucap Arga seketika membuat wanita yang tak lain adalah Rahel itu langsung terkekeh.
Rasanya sangat puas bagi Rahel melihat wajah Arga seperti itu. Laki laki yang sudah menjadi partner nya selama beberapa tahun dan berakhir dengan sebuah pernikahan palsu hanya demi memikat hati seorang gadis muslimah anak seorang pemilik pondok pesantren.
Terkadang, Rahel merasa sangat lucu dengan kisah percintaan teman kuliah nya itu. Hanya demi menarik sebuah perhatian seorang gadis, ia sampai rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi membayar dirinya. Benar, selama ini hubungan Arga dan Rahel hanya setingan semata.
Rahel terpaksa menjadi kekasih bayaran dari Arga supaya Maira sadar akan perasaannya. Mencoba terlihat romantis, tapi saat tidak ada Maira di sekitar nya, keduanya akan tertawa mentertawakan sikap kekanak kanakan itu.
__ADS_1
Berulang kali juga, Rahel berusaha memberikan kode dan mencoba membuka hati Maira, tapi gadis itu menolak sadar dan berpura pura tidak menyukai Arga. Hingga saat di hari pernikahan, sebenarnya semua itu sudah di rencanakan oleh Arga.
Cinta Arga untuk Maira memang tulus dan murni sejak awal. Hanya saja, ia akui caranya sedikit ekstrim karena harus memaksa wanita itu untu menikah dengan nya, berpura pura menjadi penganti pengganti, padahal semua memang di tujukan padanya.
Dan tanpa Maira tahu, bahwa sebenarnya memang rahel sudah memiliki buah hati. Itulah yang membuat Arga meminta Rahel untuk menjadi kekasih bayaran, selain untuk menyadarkan Maira, Arga juga ingin membantu ekonomi Rahel untuk menghidupi anak nya.
Selama ini, bukan Arga tidak bisa melacak keberadaan Rahel. Tapi memang dirinya sengaja menyembunyikan Rahel agar tidak bisa ketemu dan pernikahan nya dengan Maira bisa lancar tanpa hambatan.
“Ga, maaf bukan maksud ku mengungkit. Tapi, bisakah kau membantuku lagi?” Rahel menatap kepada Arga yang baru saja mendudukkan dirinya di sofa setelah memberikan nya minuman kaleng.
“Apa yang bisa ku bantu?” tanya Arga mengerutkan dahi nya.
...~To be continue .......
__ADS_1