
...~Happy Reading~...
"K—kamu hamil?” Arga berulang kali menatap istrinya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.
Maira tidak menjawab, wajah wanita itu masih terlihat begitu bingung dengan kehamilan nya.
Terkejut, tentu saja. Bagaimana tidak, jika saat tadi dirinya melakukan USG, dokter Farah menemukan adanya tiga kantung janin dalam rahimnya, yang mana tidak menutup kemungkinan bahwa dirinya sedang mengandung bayi kembar tiga sekaligus.
Bayangan demi bayangan tingkah ajaib tiga keponakan nya, seketika terus bergentayangan dalam benak Maira. Membuat wanita itu begitu takut dan frustasi, bagaimana nanti dirinya menjaga ketiga anak nya.
Apakah ia bisa menjadi ibu yang baik untuk mereka. Mereka masih berada di dalam kandungan, bahkan masih berbentuk embrio belum memiliki jiwa. Tapi Maira sudah merasakan ketakutan.
Sementara itu, Arga yang mendengar penjelasan Maira, seketika langsung tersenyum begitu lebar. Bahkan, kini laki laki itu langsung bangkit dari brankar nya dan mengangkat tubuh Maira saking bahagia nya, tanpa memperdulikan bagaimana kondisinya sendiri yang masih terpasang infus di tangan nya.
__ADS_1
“Arga!” pekik Maira terkejut dan spontan langsung memukul bahu suaminya.
Arga tidka bisa mendeskripsikan rasa bahagianya saat ini. Ia memeluk istrinya dengan begitu erat hingga tanpa sadar membuat air matanya menetes membasahi kerudung sang istri. Maira yang menyadari adanya ketidak beressan pada suaminya, langsung membalas pelukan itu dan mengusap lembut punggung lebar Arga.
“Ga, kamu masih sakit loh. Balik lagi gih ke tempat tidur,” Maira berbisik pelan, berharap suaminya sadar. Namun, laki laki itu justru semakin mengeratkan pelukan nya, membuat Maira pasrah dan hanya bisa menghela napas nya berat.
Setelah beberapa saat, Arga pun melepaskan pelukan nya. Laki laki itu menatap wajah istrinya yang kini tengah mendongak, tersenyum begitu haru membuat air matanya kembai mengalir.
“Jangan nangis ah. Masa calon ayah nangis,” goda Maira tersenyum mencoba untuk menghibur suaminya.
Tapi, melihat tangisan haru dari Arga akan kehadiran calon buah hatinya, membuat Maira tersadar dan melupakan kesedihan nya. Yang ada, kini dirinya bersyukur dan berharap dengan adanya ketiga bayi itu, rumah tangga nya dengan Arga akan semakin sempurna dan bahagia.
“Masyaallah, aku seneng banget Mai, aku bahagia hiks hiks!” Arga kembali memeluk istrinya sebentar, lalu ia melepaskan nya lagi. Arga menundukkan kepala nya, dengan perlahan tubuhnya ikut luruh dan berlutut tepat di depan istrinya. Laki laki itu mendongakkan kepala nya menatap wajah Maira yang menatapnya dengan sedikit bingung.
__ADS_1
“Assalamualaikum, nurahib bi'awladi,(Assalamualaikum, selamat datang anak-anakku)” gumam Arga dengan begitu lirih sambil mengusap perut istrinya yang masih sangat rata, “Kalian harus sehat dan kuat, agar kelak kita bisa bersama,” imbuh nya, lalu ia mengecupi perut Maira, yang mana membuat wanita itu merasa sedikit geli dibuatnya.
“Waalaikumsalam, Ab. Amin,” jawab Maira tersenyum sambil mengusap rambut suaminya, membuat Arga lagi lagi mendongakkan kepalanya dan membalas senyuman Maira.
Saat keduanya tengah hanyut dalam kebahagiaan karena kehadiran tiga calon buah hati sekaligus. Tiba tiba, Arga meringis dan merintih merasakan sakit pada pergelangan tangan nya.
“Astagfirullah, Arga!” pekik Maira terkejut dan langsung panik saat melihat tangan suaminya berdarah, bahkan darah itu sudah masuk kedalam selang infusnya.
Cairan infus yang seharusnya berwarna putih bening, nyatanya kini sudah berubah warna menjadi merah lantaran darah Arga yang naik akibat terlalu banyak tingkah dan ulah.
“Makanya jangan bandel bisa gak sih? Diem disini dulu!” omel Maira, wanita itu segera mendudukkan suaminya di atas brankar lalu memanggil dokter yang kebetulan om Kiano sedang berada diluar ruangan bersama kedua mertua nya.
...~To be continue .......
__ADS_1
...Masih mau yang manis, atau masuk anu nih? Yuk komen, .......