
Hanya hening yang menyelimuti hunian mewah miliknya. Tak terdengar tangisan bayi atau suara Nara yang berdesis seperti beberapa waktu sebelum Arion pergi. Televisi masih menyala dan hanya ada tumpukan selimut bayi berwarna biru dan kotak kosong di atas sofa.
"Kemana mereka?? "
Dua kantong besar yang berisi belanjaan bayi ia letakkan begitu saja di atas meja. Ada yang harus di pastikan lebih dulu, keberadaan Nara dan Bayi nya. Bayi nya? bukan tapi bayi itu.
Seingat Arion ia selalu menutup pintu kamar setelah keluar atau masuk dari kamar, tapi kali ini pintu kamarnya terbuka lebar lalu ia segera memastikan.
"Ya!! Kau! Nara! Apa yang sedang kamu lakukan di atas tempat tidur ku! tidak. tidak."
Arion merupakan pria yang paling sensitif, semua barang miliknya anti untuk di sentuh oleh orang lain.
Perempuan itu tak bergeming di atas tempat tidur, ia meringkuk memeluk bayi dengan dengkuran yang cukup keras.
"Nara, keluar dari kamar ku! bawa bayi itu! " Arion menyambar selimut tebal yang mereka pakai, namun kemudian tangannya tertahan saat mendapati keduanya terlelap sangat nyenyak disana.
"Kamu tidur?? sungguh??" Tangannya mengibas-ngibas di depan wajah Nara.
"Jangan sampai bayi itu mengompol dan mengotori kasur mahal ku."
Karena tidak tega, Arion kemudian kembali meninggalkan kamarnya. Memilih duduk di sofa dan melanjutkan tontonan yang sempat tertunda : Spiderman Amazing.
Bagaimana pun juga, dia adalah manusia yang masih memiliki hati. Mustahil baginya untuk mengusir Nara dan Bayi yang sedang beristirahat. Masalah ke higienisan kamarnya, ia akan urus besok. Tentu saja tanpa jasa cleaning service karena Arion selalu menjaga kerapian dan kebersihan tempat tinggal dengan tangannya sendiri.
"Kevin? temui aku di apartemen. Ada hal penting! "
Sebuah perintah ia serukan pada seseorang yang di ajak bicara melalui panggilan telepon.
Pembicaraan itu sangat singkat, ponsel miliknya di letakkan kembali di atas meja. Kemudian tangannya beralih memegang remot lalu ia menekan random. Anehnya, malam ini semua acara televisi tidak ada yang menarik bagi Arion.
Pikirannya selalu terganggu saat mendengar suara bayi yang mengigau atau bahkan suara Nira yang berteriak tidak karuan.
"Kau menyebalkan!! sialan!! merepotkan!! "
Teriakan Nara begitu jelas hingga membuat Arion ingin melihatnya lebih dekat. Kalau bisa ia akan merekam saat Sekretaris bawel itu sedang mengigau, menyimpan video nya yang nantinya bisa di jadikan senjata untuk membuatnya berhenti membantah.
__ADS_1
Arion tertawa sendiri setelah menyelami pikiran jahilnya. Dan dia benar-benar merekam video Nara yang sedang memukul-mukul bantal sembari mengucapkan kata-kata umpatan.
"Aku lelah! aku ingin istirahat! " Igau nya lagi, lihat lah bahkan air liur nya nyaris menetes dari sudut bibir.
Arion bergidik sembari terus tertawa. "Dasar Cewek ileran." Gumamnya di iringi tawa yang begitu renyah. Jika ada orang lain yang melihatnya mungkin ia bisa di sebut gila, karena Arion tidak pernah menampakkan tawa selebar itu kepada siapapun.
Setelah merekam beberapa menit Video, ia kemudian keluar kamar lagi karena suara bel pintu berbunyi.
"Selamat malam? " Kevin membungkuk hormat.
"Kau tidak di ikuti siapun kan? " Kepala Arion melongok di pintu, celingak celinguk seperti maling yang mencari mangsa.
"Tidak." Kevin mengernyit. "Ada yang salah dengan anda Mister? "
"Bukan apa-apa. Cepat masuk."
Pertama-tama hal yang di sampaikan Arion adalah perihal bayi yang ia temukan di dalam bagasi mobilnya.
Saat ia meninggalkan kantor, belum ada hal aneh yang terjadi seperti suara bayi atau apapun di dalam mobilnya. Lalu di tengah jalan ia berhenti di sebuah mini market untuk membeli keperluan bulanan. Disana, ia juga tidak bertemu siapapun. Anehnya, ia menyadari keberadaan bayi itu setelah sampai di Basement.
Kevin sangat bisa di andalkan dalam hal apapun, pada masalah ini Arion juga memberi perintah untuk menemukan siapa pembuang bayi itu sebelum hal-hal yang tidak di inginkan merusak reputasinya sebagai pemilik perusahaan terkenal.
"Benar.benar. Kau genius Kevin." Arion mengangguk bangga.
Itulah mengapa Kevin sangat bisa di andalkan. Arion tidak sia-sia membayar mahal atas kerja keras Sekretaris nya itu. Kerja sama mereka sudah lebih dari lima tahun, Arion dan Kevin sudah sangat dekat dan saling menjaga kepercayaan.
"Mister sudah memeriksa bayinya? misal memiliki tanda lahir atau surat yang di tinggalkan oleh orangtuanya? "
"Belum, dan aku tidak menemukan apapun dari dalam kotak itu." Arion menujuk kotak coklat yang sudah ia singkirkan ke sudut ruangan.
"Saya akan periksa bayinya. Dimana dia? "
"Di kamar."
Arion mengangkat telunjuknya lurus ke arah kamar dengan pintu yang masih terbuka. Kevin bergegas memeriksa, saat Kevin sudah memasuki kamar Arion baru menyadari bahwa bukan hanya ada bayi di kamar itu, melainkan ada Nara juga.
__ADS_1
Kevin nyaris terperanjat mendapati seorang perempuan yang di kenalinya tengah bergelung di dalam selimut, dan bayi lucu itu tertidur pulas dalam dekapannya.
"Nara?? " Ia menarik pelan selimut yang menutupi sebagian wajah Nara untuk memastikan benar atau tidak apa yang sudah di tangkap indra penglihatannya.
"Tung-gu....... " Arion gagal menghentikan Kevin, awalnya Arion berencana untuk merahasiakan keberadaan Nara dari siapapun namun naas.
Kevin menoleh dengan tatapan serius. Boss nya tidak pernah membawa wanita manapun ke dalam apartemen, apalagi menyuruhnya tidur di atas kasur.
"Aku bisa jelaskan, Kevin." Arion menurunkan bahunya, mengerti dengan maksud tatapan Kevin.
Wajah Kevin berekpresi datar, tanpa menjawab ia berlalu begitu saja di hadapan Arion. Arion langsung mengejar dan menahannya.
"Aku panik! dan langsung menghubungi Nara, ku pikir dia memiliki naluri seorang Ibu."
"Mister, sekarang aku ragu bahwa bayi itu anda temukan di dalam mobil." Kevin memunggungi lawan bicaranya.
Jika diuar kantor, mereka terkadang berbicara dan bersikap sedikit santai.
"Apa maksud mu? bayi itu benar-benar di buang." Arion mengitari tubuh Kevin agar ia bisa saling berhadapan.
"Bukan kah bayi itu adalah hasil perbuatan bejat anda dengan Sekretaris baru?? kalian sedang memanipulasi fakta, lalu menjerumuskan ku dalam drama yang kalian buat?? "
"Tidak. Itu tidak benar. Kau mengenal siapa aku." Arion menujuk dirinya sendiri meyakinkan bahwa asumsi Kevin salah besar.
"Oke." Kevin mendengus.
"Jaga rahasia ini sampai kita menemukan pelaku pembuang bayi tersebut."
Kevin lalu melirik perempuan yang perlahan mengubah posisi nya di atas tempat tidur.
"Dan kalian akan tinggal bersama Nara untuk mengurus bayi itu? "
Arion mengikuti arah pandang Kevin.
"Entah lah."
__ADS_1
Kevin berdecih setelah mendengar keragu-raguan Arion. Ada yang berbeda dengan Boss nya itu. Kemana sikap tegas yang di miliki Arion?? Sekarang Arion bahkan tidak mampu mengatakan iya atau tidak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...