CEO Dingin Penakluk Hati

CEO Dingin Penakluk Hati
Niat Terselubung


__ADS_3

Sore itu Yeri mengunjungi Syera di rumah sakit. Ia membawa hadiah boneka beruang besar untuk Alea. Gadis kecil itu harus segera sehat dan ceria kembali.


Setelah menyapa Alea yang sudah mulai membaik, Yeri mengajak Syera mencari udara segar di halaman rumah sakit. Melihat keadaan temannya yang sedang gelisah itu, Yeri tidak akan tinggal diam. Dengan mengobrol banyak hal mungkin akan membuat Syera sedikit lebih lega.


"Aku sudah membayar orang untuk membersihkan rumah lama mu. Setelah pulang dari rumah sakit mari kita kesana bersama-sama. Sepertinya perlu pesta kecil-kecilan." Yeri memulai percakapan saat mereka duduk di kursi besi panjang yang terletak di bawah pohon ketapang.


"Sungguh? sudah lama sekali ya aku tidak kesana. Rumah itu banyak kenangan."


Semenjak kepergian Syera ke Eropa, rumah lama mereka memang di biarkan kosong begitu saja. Awalnya orangtua Syera akan menjual rumah tersebut, namun segera di tentang oleh Syera.


"Lalu kapan Alea bisa pulang?" Yeri menyodorkan bungkusan permen jeli yang sengaja ia bawa dari rumah.


Syera meraih satu bungkus, lalu menyantapnya dengan lahap. Jajanan masa kecil memang tidak pernah lekang oleh waktu.


"Besok pagi Alea sudah bisa meninggalkan rumah sakit. Terimakasih ya Yeri, kamu selalu ada untuk membantu ku."


Memiliki sahabat yang tulus merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak pernah ternilai. Walau mereka berpisah sekian lama, namun keakraban itu tetap terjalin hingga saat ini.


"Sudah menghubungi Kak Arion?"


"Tidak usah. Biar aku dan Alea pulang sendiri ke rumah. Arion mungkin sedang sibuk dengan pekerjaan dan keluarga kecilnya."


Mengingat kejadian yang baru saja terjadi kemarin, Syera enggan untuk sering-sering menelpon Arion.


"Arion itu Ayah Alea. Wajar kalau dia di repotkan perihal anaknya." Perkataan Yeri memang ada benarnya, tapi situasi dan kondisi hubungan mereka tidak semulus jalan tol.


"Kemarin Nara datang kemari. Sepertinya ia tidak suka dengan kehadiran kami dalam kehidupan Ari0n."


Kadang-kadang Syera merasa bahwa kehadiran Nara menjadi penghalang bagi keakraban Alea dan Ayah kandungnya. Walau ia tidak mengatakan secara langsung, tapi kecemburuannya tersirat jelas pada mimik wajah Nara. Begitu juga sebaliknya, Kadang-kadang perasaan tidak suka itu muncul ketika Arion menyebut Nama Nara. Syera benci, mengapa harus ada perempuan lain.

__ADS_1


"Lalu, kamu akan kembali mengalah? hei! aku tahu tujuan mu datang kemari, untuk memiliki Arion kembali kan?"


Yeri yang sejak duduk di bangku SMA memang sudah mendukung hubungan keduanya, jelas dia akan tetap menjadi pemandu sorak di team Syera sampai kapan pun.


"Awalnya begitu. Tapi aku mulai berubah pikiran setelah mengetahui bahwa ia tidak pernah menjaga hatinya untuk ku. Jika akan menambah luka baru, mungkin aku mau menginjakkan kaki di tempat ini lagi."


Selama berpisah dengan Arion, sedikitpun Syera tidak pernah berpaling hati. Ia menjaga perasaannya selama ini, di tambah lagi kehadiran sang buah hati yang melengkapi kebahagiaan Syera. Namun jauh dari dugaan sebelumnya, bahwa Arion justru memiliki keluarga baru. Syera merasa di campakkan begitu saja. Dengan mudahnya Arion menemukan perempuan baru, sementara Syera bertahun-tahun harus menanggung sakit. Dunia terasa begitu jahat.


Sebagai sahabat dan Saudara sepupu Arion, Yeri memang sengaja tidak memberitahu apapun tentang pernikahan Arion dan Nara. Yeri sengaja melakukannya agar Syera tetap kembali kesini.


"Jika kamu mau, aku akan membantu menyingkirkan Nara dari kehidupan Arion." Bicaranya terdengar begitu menyeramkan.


"Kamu sudah gila?" Syera jelas terkejut mendengar ucapan Yeri.


"Kamu harus bahagia dengan Arion. Sudah banyak kebahagian mu yang hilang. Kamu harus merebutnya kembali." Yeri menatap Syera dengan tajam dan penuh keyakinan.


"Harus kah se egois ini?" Masih ada keraguan di lubuk hatinya yang paling dalam.


Syera terdiam, namun isi kepalanya berperang. Ada benarnya, sudah sepantasnya ia merebut kembali kebahagiaan itu. Arion harus membayar hutang, ia harus menebus segala kesalahannya dimasa lalu. Syera tidak akan pernah membiarkan pria itu lolos lagi. Ia sudah cukup banyak mengalah.


...----------------...


Berbagai dukungan dari Yeri membuat Syera memantapkan hati agar terus maju dan berjuang untuk mendapatkan kembali cintanya. Sebelum semuanya benar-benar terlambat.


Banyak hal yang sudah ia lalu bersama Arion, berpacaran selama dua tahun hingga mereka terjerumus pada hubungan hitam dan memiliki anak. Bukan hal yang mudah untuk menghapus itu semua. Batinnya akan semakin sakit jika di biarkan melihat kebahagiaan Arion dengan perempuan lain.


"Aku akan membuat mu menggila padaku lagi, Arion." Syera menyeringai, ia mulai membangunkan iblis dari dalam hatinya.


Jemari lentiknya menekan sebuah nomor ponsel untuk melakukan panggilan Video.

__ADS_1


"Halo Alea... " Arion menyapa di layar ponsel. "Mana Alea??" tanya nya saat tidak mendapati Alea di sana.


"Dia sudah tidur. Aku hanya ingin memberi tahu bahwa besok pagi Alea sudah boleh pulang." jelas Syera.


"Oh begitu." Dahi Arion mengernyit, karena tidak biasa nya Syera menghubunginya melalui panggilan Video seperti ini. "Jam berapa aku menjemput kalian besok?" tanpa diminta, Arion jelas lebih dulu mengajukan diri untuk membawa pulang Alea.


"Tidak perlu. Ada Yeri yang akan mengantar ku pulang. Aku akan tinggal di rumah lama sampai waktu yang tidak di tentukan."


Arion mengangguk. Ia juga tampak menyeruput secangkir kopi. Tapi tidak terlihat tanda-tanda keberadaan orang di sekitarnya. Ini sudah pukul sebelas malam, Mungkin anggota keluarganya sudah terlelap sejak tadi.


"Oke, Besok setelah pekerjaan selesai aku akan menemui kalian di rumah. Nara dan Edsel akan ku ajak juga."


Syera langsung merasa jengah mendengar kedua nama itu keluar dari mulut Arion.


"Yeri akan mengadakan pesta kecil setelah kepulangan kami. Aku akan mengundang Tante Ruth dan Om Ben juga." Syera sedang berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Ide bagus. Aku akan segera mengabari Ayah dan Ibu."


Tanpa terasa panggilan telepon itu berlangsung hingga berjam-jam. Banyak hal yang mereka perbincangkan. Sesekali tawa Arion lepas setelah mendengar cerita lucu Zaman SMA yang kembali di ingatkan oleh Syera.


Di balik dinding tebal itu, ada seorang perempuan yang tengah meringkuk di atas ranjang, berpura-pura tidur sembari memeluk putranya, namun kedua matanya mengeluarkan tangis yang hebat.


Nara mendengar semua percakapan Arion dan Syera. Hatinya semakin tersayat-sayat mendengar sepasang mantan kekasih itu sedang bernostalgia. Dari sini Nara semakin yakin bahwa siapa pemilik hati Arion yang sebenarnya. Bukan dia, dan Nara harus segera sadar akan hal itu.


Bohong, jika Arion mengatakan cinta saat meniduri tubuhnya. Nyatanya semua itu hanyalah sebatas hasrat seorang lelaki yang melampiaskan n4psu bir4hi.


Hanya pelarian. Sebatas teman tidur. Nara di butuhkan untuk memenuhi sebuah kepentingan pribadi.


"Dasar bodoh. Harusnya Kamu jangan terjebak oleh kalimat penuh dusta dari mulut Arion." Ia tertawa perih, merutuki satu kesalahan fatal dalam hidupnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2