CEO Dingin Penakluk Hati

CEO Dingin Penakluk Hati
Niyama Resort


__ADS_3

Hentakan irama lagu House of Card menambah panas atmosfir yang menyelimuti kamar VVIP di Niyama Resort. Dua insan berkubang di atas tempat tidur dengan arus dan ombak yang mengguncang hebat.


Keduanya berada dalam pengaruh alkohol, separuh dari kesadaran mereka terbawa angan lalu berjelajah bersama ilusi.


Cucuran peluh, desahan yang bersilangan, cumbuan dan tautan semakin dalam tatkala Arion menekan tengkuk istrinya, semua berhasil menggiring Nara ke dalam permainan yang semakin liar.


Arion yang berada di atas mengusap pangkal paha Nara dengan penuh kelembutan. Tatkala bibir ranum itu mendekati mahkota Nara yang sudah basah sejak pergumulan yang terasa semakin memanas.


"Arion.. Ahh.. sa-sakit.. " Ujung-ujung jemarinya menancap pada punggung jenjang Arion. Meluapkan rasa yang bergelora di dalam dadanya.


"Terus panggil nama ku." Suara Arion merembes dengan manis bersama peluh yang tumpah di atas dada polos Nara.


"Hemmm.. " Nara menekan bibirnya dengan kuat, Saat perih datang bersama kenikmatan yang tidak pernah ia tau sebelumnya.


"Panggil aku!" Sentak Arion, ia sudah tidak sabar karena gairah yang semakin memuncak.


"Aaah.. Arion.." Nara menggelinjang, urat-urat kakinya mengeras menahan perih ketika bagian tubuhnya berhasil di robek oleh benda tumpul yang bagian ujungnya telah berlendir.


"Ssshh.. " Arion berdesis, kepalanya mendongak kelopak matanya tertutup rapi penuh arti. Menikmati sensasi luar biasa yang mengalir di sekujur tubuhnya. Ia menyeringai dan mulai melakukan gerakan maju-mundur.


Gesekan pelan yang terasa di bawah sana begitu sulit di artikan. Nyeri bercampur dengan syahdu ibarat perpaduan lagu dan musik yang merdu, membuat candu dan tak ingin di akhiri dengan cepat.


Tidak ada ketakutan yang datang mengganggu, permainan panas ini terasa begitu sempurna. Keduanya saling menikmati bagian tubuh setiap incinya.


Dua botol Wine yang di teguk hingga tandas menjadi saksi bisu peperangan dua insan yang di mabuk asmara.


Jiwa-jiwa mereka terbakar. Tiap detik yang mereka lalui adalah suatu keindahan.


"Kamu suka?" Dengan tatapan nanar dan bola mata yang merah, Arion menyapa Nara yang sejak tadi hanya mengerang dalam kungkungannya.


"Suka," Sahut Nara dengan suara parau, tenanganya tersisa separuh lagi. Ia mencoba terus mengimbangi pergerakan Arion yang belum selesai.


Gerakan mereka masih berlanjut, berganti posisi. Arion membalik tubuh Nara hingga belahan bagian belakang Nara yang padat dan sintal terpajang dan siap di santap.


"Sebentar lagi sampai.. "


"Hemm.. "


Arion bergerak lagi dengan menambah kecepatannya. Hentakan demi hentakan seirama dengan tubuh Nara yang bergoncang.


Cup!!

__ADS_1


Arion mengecup punggung mulus Nara saat ia berhasil klimaks dan mencapai pelepasan yang sempurna.


Tungkai Nara lemas, kemudian tubuhnya ambruk. Arion kemudian memeluknya, dan menyalurkan udara serta kembali berbagi saliva dari mulutnya.


Tautannya kemudian terpisah, cumbuannya melonggar. Hanya menyisakan dekapan yang terasa jauh lebih hangat.


Keduanya sama-sama mengatur napas dan membiarkan peluh mengaliri setiap lekuk tubuh.


Tak lama kemudain dua insan itu terlelap setelah lelah berkelana di dunia yang indah.


"Aku mencintai mu, Arion. Tolong jangan pergi... " Antara sadar dan tidak, Nara meracau dengan mata yang terpejam.


"Aku juga..." Arion kembali mengeratkan pelukannya. "Aku tidak akan meninggalkan mu.. Apapun yang terjadi."


...----------------...


Arion bangun lebih awal, sementara Nara masih berbalut selimut tebal di atas tempat tidur. Tadi malam itu sangat melelahkan, sehingga Arion membiarkan jam istirahat istrinya lebih lama.


Kecupan lembut mendarat di dahi dan pucuk hidung Nara sebagai ucapan selamat pagi.


Saat terbangun, Arion sempat terkejut karena mendapati tubuhnya yang polos tanpa tertutup sehelai benang pun. Begitu juga dengan keadaan Nara yang berantakan, yang Arion ingat adalah saat mereka minum wine bersama. Lalu potongan adegan biru itu membekas di ingatannya.


Sekarang Arion menjadi yakin, bahwa senjatanya yang sudah lama nganggur itu ternyata masih berfungsi dengan baik.


Pelan-pelan Arion meninggalkan tempat tidur tanpa mengeluarkan suara, khawatir akan mengganggu Nara yang masih terlelap. Ia bergegas membersihkan diri, aroma amis itu masih melekat pada bagian tertentu.


Menghirup udara segar di pagi hari bisa membuat sistem imun di dalam tubuh akan semakin meningkat. Hal itu dikarenakan udara pagi sangat bagus untuk pembentukan zat antibodi yang maksimal. Zat antibodi itulah yang bermanfaat dalam pembentukan sistem imun dan meningkatkan sistem imun.


Sembari menunggu Nara bangun, Arion memutuskan untuk berjalan-jalan keluar kamar setelah aroma tubuhnya berubah menjadi bau bunga yang segar.


"Selamat pagi, Tuan." Seorang perempuan petugas kebersihan menyapanya.


"Ya, Pagi."


[Anggap mereka berbicara dalam bahasa inggris ya.. Kan ceritanya lagi honeymoon di luar negeri :') ]


"Ada titipan untuk anda." Ia menyodorkan kartu merah jambu dengan pita kecil berwarna emas.


"Dari siapa??" Arion heran, karena di sini tidak ada seorang pun yang dikenal olehnya.


"Penghuni kamar di sebelah anda." Tunjuk petugas itu pada kamar yang baru saja ia bersihkan.

__ADS_1


Setelah menyampaikan pesan kepada Arion, petugas tersebut pergi begitu saja.


Kartu itu berisi kata mutiara yang menyimpan sejuta makna.


..."Aku tak pernah menunggumu. Kamu tak pernah sengaja datang. Tapi kita sengaja dipertemukan Tuhan. Entah untuk saling duduk berdampingan atau saling memberi pelajaran. Entah untuk saling mengirim undangan pernikahan dan melihatmu bersamanya di pelaminan."...


...Selamat menempuh hidup baru, Arion....


Arion meremas kertas tersebut. Kakinya memaksa untuk pergi mencari tahu siapa pengirim kartu ucapan tersebut. Ia sedang meyakinkan diri tentang praduga dalam kepalanya.


Dengan napas yang tersengal-sengal, Arion menemui meja resepsionis.


"Pemilik kamar 888, siapa?"


"Maaf, tapi ada kepentingan apa ya? anda bisa melanggar privacy, Tuan." Perempuan bersanggul itu tak langsung menjawab.


Kesabaran Arion langsung di uji. "Katakan!! saya akan bayar mahal untuk informasi yang kamu berikan." Arion mengeluarkan kartu kreditnya.


"Ta-tapi." Perempuan itu ragu.


"Kecuali kamu mau di pecat karena pelayanan yang buruk pada pelanggan???" ancam Arion.


"Baik, Tuan." Kemudian tangannya sibuk menggeser kursor untuk mencari data pengunjung yang keluar masuk di layar monitor. "Namanya Syera Lamia. Tapi sudah Cek out jam enam pagi tadi."


"Syera??"


Tidak ragu lagi, Syera Lamia adalah perempuan yang sangat ia kenal. Jadi benar, seseorang yang menabraknya di tepi pantai kemarin itu adalah Syera.


"Ada keperluan apa Dia datang kemari??"


Arion terus menggali informasi, karena setahunya Syera pindah ke Eropa. Tapi bagaimana bisa ia bertemu di Maldives sekarang.


"Nyonya Syera sedang dalam tugas dari sebuah perusahaan di Eropa yang menanam saham di Resort kami."


Sedikit puas, karena nyatanya Syera hidup dengan sangat baik setelah berpisah dengannya. Kini ia justru menjadi perempuan dengan karier yang bagus. Syera jadi pebisnis yang sukses, Apa dia gagal kuliah di bidang hukum seperti yang di inginkan Ayahnya?? Batin Arion menerka-nerka.


"Ada yang perlu saya bantu lagi, Tuan. Alamat rumah Nyonya Syera? atau nomor ponselnya??"


Sejenak Arion berpikir keras. Apa ini cara Tuhan untuk kembali mempertemukan dengan gadisnya yang hilang???


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2