
Maldives atau di sebut juga Republik Maladewa adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol (suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di Samudra Hindia. Maladewa terletak di sebelah selatan-barat daya India, sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka.
Maldives merupakan salah satu pulau indah yang terkenal di dunia. Letak Maldives ada di Samudera Hindia dan mempunyai banyak wisata pantai dengan air yang biru jernih, bermacam biota laut, dan pasir putih membentang, panorama sekitar juga menawan. Selain populer dengan pantai-pantai cantik, Maldives juga memiliki obyek wisata lain yang tentunya menarik dikunjungi.
Sebuah resort menjadi destinasi bulan madu Arion dan Nara karena memiliki tempat strategis yang langsung berhadapan dengan bibir pantai dan bisa Menikmati Sunrise dari arah balkon.
Nara mulai membongkar pakaiannya dari ke koper dan menyusun kedalam lemari. Saat bebenah, ia menemukan satu kantong yang berisi beberapa minuman botol dari dalam koper milik suaminya.
"Minuman apa ini? memangnya di sini tidak ada yang jual?"
Nara tidak mengenali jenis minuman yang di bawa Arion, Merk nya begitu asing.
"Ah, itu hadiah dari Kevin. Dia sengaja menyiapkannya. Jadi aku harus menghargai itu. Bagaimana malam nanti kita minum bersama?"
"Nggak berbahaya kan?"
"Nggak dong."
Nara manggut-manggut dalam artian setuju. Arion langsung mengepalkan tangannya. Yes!
Dalam waktu tiga hari kedepan, mereka akan menikmati liburan panjang ini. Karena biasanya libur weekend hanya ada satu hari. Jadi moment ini tentu saja jauh lebih spesial.
Hal pertama yang mereka lakukan adalah berjalan menikmati senja di tepi pantai. Deburan ombak berderu menciptakan suasana damai. Nyiur menari bersama angin sepoi-sepoi yang sejuk. Mentari mengintip di balik lembayung oranye dan siap melambaikan tangan untuk pulang ke peraduannya.
Jari-jari mereka saling bertaut, melangkah gontai melawan angin, rambut Nara pun di buat berterbangan kesana kemari. Sesekali Arion akan menyingkap rambut istrinya dan menyelipkan helaian hitam itu di balik daun telinga.
Tangan Nara beralih, merangkul hangat pinggang Arion. Arion mendekap lebih erat pundak mungil Nara.
"Mau makan es krim??" tanya Arion, Nara mendongak lalu mengangguk.
"Boleh."
"Duduk di sini. Aku akan membeli beberapa cemilan juga. Bagaimana dengan salad buah??"
"Apa saja, aku suka."
"Oke!"
__ADS_1
Nara memilih berteduh di bawah pohon ketapang yang rindang. Dahannya yang bercabang dan di penuhi dedaunan lebat, membuat udara di sekitarnya terasa begitu sejuk. Ada batu besar yang bisa digunakan sebagai tempat duduk.
Sementara Arion pergi untuk membeli beberapa makanan untuk teman santai mereka.
Banyak kedai makanan yang berjualan di sepanjang pesisir pantai. Menu nya pun beragam. Para pengunjung tidak akan kesulitan memilih apa saja yang di hendaki.
Brak!!
"Sorry... " Seseorang tak sengaja menabrak punggung Arion, kemudian pelaku langsung meminta maaf.
"Its okay." Arion spontan menyahut. Namun perempuan yang menabraknya sudah berjalan sangat jauh tanpa bisa di kenali karena wajahnya tertutup topi yang sangat lebar.
Ada hal lain yang membuat Arion mengunci tatapan pada perempuan berambut panjang itu. Dari bentuk tubuh dan suaranya, ia seperti tidak asing. Arion merasakan dejavu, namun memory nya terlalu samar untuk di ingat.
Perempuan berambut pirang yang di biarkan terurai itu terus berjalan dan kemudian ia bergabung bersama rekan-rekannnya yang berkumpul di sana.
Kaki Arion seolah terhipnotis. Perlahan ia mengikuti jejak perempuan itu. Hingga jarak mereka semakin dekat, dan gelak tawa darinya terdengar jelas.
"Syera... " Bibir Arion mengucap dengan ragu.
Walau sudah sepuluh tahun lamanya, ia tidak akan pernah lupa pada paras cantik yang pernah meluluhkan jiwa raganya. Sekali lagi ia meyakini bahwa perempuan itu adalah Syera.
Karena Arion tak juga kembali, Nara bergegas menyusul suaminya. Suasana pantai yang asing, membuatnya sedikit takut jika di tinggalkan duduk sendirian. Lagi pula, hari sudah hampir petang dan tidak lama lagi akan gelap.
"Ah di sana rupanya." Nara melihat Arion yang sedang berjalan menuju kerumunan empat orang perempuan yang sedang asik bersenda gurau. "Arion... "
"Oh, hei..."
Teriakan Nara langsung membuat Arion terhenyak. Baru ia sadar bahwa Nara di tinggal sangat lama. Bahkan es krim dan salad buah yang di janjikan pun belum sempat ia belikan.
"Mana es krim dan saladnya. Kok lama??"
"Iya, bingung ini. Banyak yang jual makanan, jadi aku harus cari-cari dulu." Dalihnya seraya menggaruk tengkuk bagian belakang walau di rasa tidak gatal.
Nara tidak bodoh. Ia merasa ada keanehan pada Arion. Mencari penjual es krim tapi mengapa arah langkah Arion justru tertuju pada segerombol orang di sebelah sana. Nara penasaran ada siapa disana? Tapi nihil. karena tidak ada satupun orang yang Nara kenal. Ini tempat wisata, banyak pengunjung dari berbagai belahan negara.
"Aaah, itu. Ayo kita beli kesana." Cepat-cepat Arion membuyarkan konsentrasi Nara untuk mencari tahu apa yang tengah terjadi.
__ADS_1
Memilih untuk tidak ambil pusing, akhirnya Nara melupakan hal janggal itu dengan segera. Ia pun mengikuti langkah Arion menuju penjual es krim.
"Habis ini kita kemana?" Seperti biasa, Nara kembali merangkul pinggang Arion, mereka berjalan bersisian.
"Kita istirahat aja ya?" Pinta Arion dengan nada yang kurang semangat.
"Loh, kok gitu? terus Dinnernya gimana??"
Padahal sebelum berangkat ketempat ini, Arion sudah menyusun beberapa jadwal acara honeymoon mereka, salah satunya yaitu candle light dinner.
"Kita makan di kamar aja, ya sayang? aku nanti akan minta petugas Resort menyiapkan semuanya."
Nara mulai cemberut, ada rasa kecewa yang terselip di hatinya.
"Jangan ngambek dong." Arion mencubit kedua pipi Nara. "Kita kan mau minum hadiah dari Kevin juga. Jadi nggak perlu repot keluar lagi. Bisa langsung tidur."
"Terserah kamu aja!" Nara bersungut dan meninggalkan Arion yang masih memesan dua cup es krim.
"Hei tunggu!!"
Arion menghela napas. Batinnya jadi serba salah. Akibat seseorang yang ia kira Syera membuat moodnya hancur, dan lagi Nara juga di buat merajuk olehnya.
Malam pertama di Maldives seharusnya menyenangkan, sesuai rencana yang sudah di atur bersama Kevin. Bahkan empat botol wine dolce lambrusco menjadi bekal utama bulan madu mereka.
Sebelum Nara benar-benar marah, Arion harus segera menghiburnya. Semua ini memang salahnya, ia harus bertanggung jawab.
"Maaf, sayang.... "
Arion langsung memeluk punggung Nara saat sudah tiba di kamar.
Nara yang tengah menatap jendela dengan tatapan kosong langsung mengerjapkan matanya berulang-ulang. Menghindari agar air dari balik kelopak matanya tidak jatuh.
Nara memutar tubuhnya dan langsung mendapatkan senyum lebar Arion. Pria itu menunjukkan Es krim dalam kantung kecil.
"Mau aku suapin??" Ia kembali melancarkan rayuan. Disaat yang sama, Nara kembali luluh dan tak mampu menolak.
Pesona Arion tak dapat terbantahkan. Apalagi ketika kecupan itu menyapa dahi dan pucuk hidungnya. Dinding pertahanan Nara runtuh seketika. Kendati demikian, masih ada rasa kecewa yang terselip di relung hatinya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...