CEO MENCARI ISTRI

CEO MENCARI ISTRI
merasa seperti seorang istri


__ADS_3

Angel menyiapkan sarapan untuk Vino, dan sebisa mungkin merapihkan unit apartemennya Vino, sebelum Vino bangun dari tidurnya. Angel memotong sayur yang akan dibuatnya.


" Alhamdulillah beberes selesai juga, semoga keburu Vino sarapan sebelum berangkat kerja" Ucap Angel, Angel merasa seperti seorang istri yang menyiapkan keperluan Vino, merapihkan apartemen, dan sekarang masak lagi untuk sarapan bareng, tinggal dua puluh empat jam.


Angel mulai masak sayur dan nyusun lauk yang sudah matang diatas meja makan, setelah selesai cuci piring Angel langsung memanggil Vino, Angel sadar Vino akan sibuk bekerja membuat Angel merasa enggak enak kalo Vino ikutan capek merapihkan apartemen dan kebutuhannya sebelum berangkat kerja.


" Pagi sayang" Ucap Vino, Vino jalan kearah Angel yang lagi sibuk di dapur.


" Pagi sayang, hayo sarapan sayang sebelum berangkat kerja." Ucap Angel senyum manis, Angel mengambilkan nasi dan lauk untuk Vino.


" Sayang, kok enggak bangun kan aku sih, aku kan bisa bantuin merapihkan apatermen ini, terimakasih sayang nasinya." Lanjut Vino, Vino menerima piring yang dikasih Angel


" Sudah enggak apa apa sayang, hayo dihabiskan nasi nya, supaya kerjanya kenyang." Lanjut Angel, Angel menikmati masakannya.

__ADS_1


" Dasar yah" Protes Vino, Vino tahu Angel enggak enak kalo membangun kan dirinya terus menerus.


Dilain sisi, Teguh melihat Beby sudah rapih sama baju formalnya merasa iri karena Angel enggak bisa seperti Beby dan enggak punya kesempatan kerja seperti Beby.


" Kamu selama pak Lukman pergi kamu ke kantornya pak Vino?" Tanya Teguh


" Iyah pak, alhamdulillah saya langsung bisa pekerjaan yang diberikan pak Lukman, lumayan pak dua Minggu ngerasain jadi orang kantoran lagi." Ucap Beby, Beby memoles wajahnya dengan make-up yang kemarin di beli bareng Lukman


" Jangan bicara seperti itu pak, setiap orang kan ada kelebihan dan kekurangan masing masing pak, yah sudah saya duluan ke kantor pak." Lanjut Beby, Beby merapihkan isi tasnya


Beby meninggalkan meja makan, Beby merasa bersyukur karena selama kerja enggak dibiarkan naik angkutan umum karena ditanggung sama Lukman selama kerja.


Dilain sisi, Lukman semangat bangun pagi ke kantor karena sebentar lagi bakal ketemu sama Beby di kantor, sebenarnya Lukman ingin sekali jemput Beby. tapi bisa bahaya penyamaran Vino bisa meningkar dan rencana Vino dan Angel bisa gagal karena dirinya.

__ADS_1


" Ah, rasanya enggak seru sekali, bisa kerja bareng tapi enggak bisa dijemput" Protes Lukman, Lukman merapihkan berkas berkas yang mau dibawa.


Lukman langsung jalan ke mobilnya dan mengendarainya perlahan meninggalkan rumahnya, Lukman berusaha bahagia karena selama delapan jam ketemu sama Beby.


Dilain sisi, Vino mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, Vino merasa bahagia karena kerja ditemani sama pacar, Angel yang merasa bosan minta Vino ajarin bikin denah rumah awalnya Vino nolak tapi melihat wajahnya Angel jadi enggak tega.


" Bagaimana sayang, boleh kan aku belajar bikin juga?" Tanya Angel memelas


" Boleh sayang, aku seneng kamu mau ada kegiatan, sejujurnya kamu di ruangan aku saja sudah bahagia aku sayang." Ucap Vino pasrah


" Aku enggak biasa berdiam saja sayang, aku pengen ada yang bisa aku kerjain selama di sana, engga cuman nonton Drakor atau makan saja kan. bosan juga selama delapan jam." Lanjut Angel memberikan alasan


Vino ngangguk setuju, asal Angel bahagia pasti Vino turutin keinginan Angel.

__ADS_1


__ADS_2