
Teguh memeriksa kembali barang bawaan sebelum kembali ke Jakarta, Teguh memeriksa kondisi Mobil bakter fasilitas perkebunan. Teguh menghampiri Jaka yang lagi sibuk sama komputer nya.
" Pak, semuanya sudah beres, sebelum saya kembali ke Jakarta saya mampir ke tokonya Angel dan Budi." Ucap Teguh melihat Jaka
" Yah sudah berangkatlah, ini biaya transportasi kamu, pulang dari sana jangan terlalu sore supaya buahnya masih fresh pas sampai Jakarta." Ucap Jaka, Jaka memberi biaya transportasi buat Teguh selama di jalan
" Saya mengerti kalo begitu permisi" Lanjut Teguh meninggalkan ruangannya Jaka
" Karyawan enggak tahu diri, anak mendapatkan posisi yang baik di protes." Sindir Jaka saat melihat Teguh sudah diambang pintu
Dilain sisi, toko buah buahan milik Vino rame dengan pesat, berkat promosi yang dilakukan Lukman atas perintah Vino. hari ini Vino dan Angel sibuk melayani pembeli yang silih berganti datang untuk membeli buah dan jus, saat lagi sibuk dengan pembeli Angel dan Vino melihat sekilas kedatangannya Teguh. Teguh menunggu anaknya selesai melayani pembeli.
" Alhamdulillah akhirnya selesai juga, enggak menyangka ramai sekali yah." Ucap Angel bahagia walaupun cape enggak membuat Angel mengeluh
__ADS_1
" Bener, kita harus semangat bekerjanya." Ucap Vino, Vino jalan mendekati Teguh begitu juga dengan Angel. Angel Salim ke Teguh diikuti sama Vino.
" Rukonya bagus sekali, lebih bagus dari yang di Jakarta, bahkan isi dapurnya lengkap sekali." Puji Teguh bahagia anaknya mendapatkan fasilitas yang lebih baik
" Iyah pak, kata pak Lukman ini semua pak Vino yang mengurusnya, awalnya pak Jaka bilang buka cabang yah sudah akhirnya Angel dan Budi yang diutus tinggal di kota." Penjelasan Angel, Angel memberikan Teguh minuman segar.
" Terus rumah buat Budi?" Tanya Teguh penasaran
" Fasilitasnya sama seperti disini pak, perlengkapan dapur lengkap, kursi ruang tamu, AC,dan fasilitas mobil. katanya pak Lukman dan karyawan nya kalo kali kunjungan kerja bisa nginep di rumah itu pak, saya dikasih tahu sama pak Lukman." Ucap Vino bohong, Vino mana mau membongkar identitas secepat ini. baru beberapa hari mendapatkan kebebasan seperti ini.
" Ya sudah bapak kembali ke Jakarta yah Angel, saya titip Angel jangan macem macem dan sadar diri Budi jangan terlalu deket deket sama anak saya yang cantik ini." Lanjut Teguh sinis melihat Vino, Vino yang culun dianggap enggak pantas mendekati Angel
" Astaghfirullah bapak, jangan bicara seperti itu, berteman enggak memandang fisik orang lain pak. yang penting baik kan bisa jadi temen." Protes Angel merasa. enggak enak
__ADS_1
" Sial, kalo bukan ayahnya Angel, dari kemarin sudah dipecat, sombong sekali." Batin Vino berusaha santai
" Bapak tenang saja, saya akan jaga sikap kok, yah sudah hati hati dijalan." Ucap Vino berusaha santai
" Bagus kalo kamu sadar diri." Lanjut Teguh langsung jalan ke arah mobil diikuti sama Angel dan Vino
Vino diam diam mengepalkan tangannya, saking nahan emosinya, berani sekali karyawan biasa merendahkan penampilannya. fikiranya Vino sudah panas semakin panas mendengar hinaan Teguh.
" Budi maaf kan bapak saya yah, dia enggak bermaksud merendahkan kamu." Ucap Angel merasa enggak enak dan berusaha tersenyum melihat Vino
" Sudah jangan difikirkan, hayo rapihkan ruko." Ucap Vino berusaha santai
Angel dan Vino merapikan ruko bareng, diam diam Lukman bisa melihat betapa hebatnya Vino menahan amarahnya menghadapi calon mertuanya. Yang sombong dan enggak sadar diri.
__ADS_1
" Sejauh ini Vino hebat, entah sampai kapan batas kesabaran Vino setiap ketemu sama Teguh, karyawan sombong yang memandang rendah orang lain cuma karena penampilan saja, berasa dia lebih baik." Ucap Lukman, Lukman bisa melihat Vino mengepalkan tangannya demi menahan emosinya
Episode kali ini bersambung guys, Vote dan hadiahnya jangan lupa yah semuanya sambil menunggu episode selanjutnya, supaya saya semakin semangat menulis episode selanjutnya. 😘😘😘