CEO MENCARI ISTRI

CEO MENCARI ISTRI
Asisten durhaka


__ADS_3

Vino merasa males dan kesel, harus menyambut kedatangan Lukman, didalam mobil Lukman melihat Vino merapihkan rumah singgah nya langsung tertawa puas dan enggak menyangka Vino ikutan merapihkan rumah dan mau menyambut nya.


" hahahaha, cari perhatian sama pak Teguh, kalo bukan karena pak Teguh pasti pak Vino menolaknya pak. hahahaha" Ledek bodyguard


" Kamu bener, mana ada bos menyambut asisten, kita turun pasti dimarahi nih sama bos kita hahaha" Ledek Lukman puas, walaupun Lukman enggak meminta Vino ikut membersihkan rumah tapi Vino akan kesel kerena Lukman ingin nginep di rumah singgah yang cukup luas dan nyaman.


Vino yang melihat Lukman dan bodyguard turun dari mobil membawa pesenan Vino, membuat Vino melotot kesal melihatnya. Vino ingin pergi tapi engga ingin Angel curiga akhirnya pasrah menyambut asisten durhaka macam Lukman.


" Selamat datang pak Lukman, rumah anda sudah kami rapihkan silahkan masuk." Ucap Teguh ramah


" Terimakasih pak Teguh dan yang lain, ya sudah kita masuk kedalam kita makan bareng saya sudah membawa banyak makanan." Ucap Lukman ramah


Jaka, Teguh, Angel,dan bodyguard masuk duluan sedangkan Vino membogem bahunya Lukman. cukup kencang membuat Lukman sedikit kesakitan


" Ampun bos, saya enggak tahu anda ikutan merapihkan rumah ini." Ucap Lukman mengelus bahunya


" Ngapain minta rumah ini dibersihkan, kan sudah tahu ada bapaknya Angel, badan saya sakit semua sialan kamu Lukman." Ledek Vino kesel


" Habisnya saya mau tidur dimana, saya mau nginep disini, besok baru kembali ke Jakarta." Lanjut Lukman lupa rumahnya Vino


" Oh kamu enggak mau nginep di rumah saya? sialan kamu Lukman, malam ini kamu, bodyguard,dan supir nginep di rumah saya dan merapihkan rumah kumuh saya, sebagai balasan. jangan membantah ini perintah."Tegas Vino kesal, Vino langsung masuk kedalam rumah dengan emosi, bisa bisanya dikerjain sama Lukman.


" Yah gagal sudah nginep di rumah mewah ini, apes apes punya bos pemarah heran." Batin Lukman kesel dan pasrah melihat Vino marah


Dilain sisi, Angel yang melihat makanan yang dibawa Lukman sungguh banyak dan enak enak


" Dalam rangka apa pak Lukman, makan besar seperti ini saya jadi engga enak merepotkan Anda." Ucap Jaka yang melihat begitu banyak aneka makanan dan minuman


" Ini makanan kesukaan Budi, katanya kalo kesini bawain makanan yang banyak, Walaupun Budi anak ART dirumah saya tapi saya dan Budi sudah dekat dari kecil." Ucap Lukman lancar berbohong keinginan Vino

__ADS_1


" Majikan yang baik mau memanjakan bawahannya seperti anda, saya yakin pak Vino engga beda jauh sama anda baiknya. oh ya pak Vino mana yah sudah lama enggak ketemu." Ucap Teguh penasaran


" Pak Vino lagi sibuk pak, oh yah pak Jaka saya butuh bantuan Budi apa boleh saya bawa Budi sebentar" Lanjut Lukman sambil makan


" Boleh pak silahkan saja" Lanjut Jaka pasrah, Jaka enggak. bisa melarang setiap perintah atasannya


" Apa lagi rencana asisten durhaka ini heran" Batin Vino kesel sama Lukman


" Baik pak Lukman, saya akan ikut anda." Ucap Vino berusaha tenang, Vino melihat Lukman dengan tatapan sinis


Angel cuma mendengarkan obrolan orang orang disekitarnya, Angel melihat tatapan kesel Vino ke Lukman sedikit curiga. tapi Angel enggak berani banyak tanya.


" Ya sudah semuanya saya dan Budi pergi dulu" Ucap Lukman berdiri


"Apa saya temani pak?" Tanya supir lupa tujuan ketempat nya Vino


" Enggak usah, biar kita berdua saja yang pergi, kalian kerjakan tugas kalian dengan baik." Perintah Lukman, Lukman sudah memerintahkan bodyguard dan supir merapihkan rumah Vino diam diam karena hukuman dari Vino.


Vino dan Lukman Jalan menuju mobilnya Vino, saat masuk kedalam mobil Vino bingung karena ada setelan jas kerjanya lengkap tergantung didalam mobil dan sepatu kerja Vino. Vino langsung menatap Lukman dengan tatapan curiga


" Mau kemana kita, ngapain ada setelan jas saya?" Tanya Vino penasaran


" Anda segera ganti baju, kita akan ketemu client, perjalanan kita membutuhkan satu setengah jam perjalanan, anda bisa baca berkas yang ada di atas kotak itu." Perintah Lukman dengan misterius


" Sialan mau ketemu sama client saja pakai rahasia segala, baiklah jangan ngintip pisang sama pisang." Ledek Vino, Vino langsung mengganti baju yang sudah disiapkan sama Lukman


" Sialan saya masih normal masih suka gunung kembar yang kenyal, kalo saya sudahh rusak otak anda sudah saya makan habis walaupun jijik hahahaha." Ledek Lukman dengan ketawa puas


" Sialan saya juga masih normal lah itu juga, kamu enggak tahu betapa tergoda saya melihat Angel yang p4h4, D4d4, dan tangan yang mulus dan Bening apa lagi gunung kembarnya yang besar sungguh menggoda iman saya." Lanjut Vino merapihkan dasinya

__ADS_1


" Awas ngegoda anak orang, yakin Angel masih original Vin. hahaha" Ledek Lukman ketawa puas ngeledek Vino


" Sialan, diam lah saya mau baca berkasnya, biar nanti saya bisa faham." Perintah Vino kesel, Vino langsung berusaha untuk fokus


" Baiklah pak Budi pekerti" Ledek Lukman terkekeh pelan


Vino melihat Lukman dengan kesal, dan langsung berusaha untuk fokus supaya nanti bisa faham saat rapat


Dilain sisi, Angel Ingin buang sampah melihat supir dan bodyguard Lukman merapihkan rumahnya Vino, Angel yang bukan perempuan kepo akhirnya semakin kepo melihat orang orangnya Lukman memberikan perhatian lebih pada Vino.


" Kalian rajin sekali beberesnya" Ucap Angel ramah melihat beberapa bodyguard nyapu halaman


" Iyah, kita bosan menunggu pak Lukman dan Budi pergi, Jadi dari pada bosan mending beberes." Ucap Bodyguard yang bingung, dan hati hati salah bicara bisa mendapatkan amukan dari Vino


" Jarang loh cowok mau beberes seperti kalian, mau saya bantu." Lanjut Angel, Angel ingin bantuin merapihkan rumahnya Vino.


" Enggak usah terimakasih, sudah mau selesai kok, kalo begitu kita permisi dulu." Ucap supir langsung pergi, takut ketahuan bisa bahaya, karena Vino enggak ingin penyamaran nya ketahuan


Supir dan Bodyguard langsung masuk kedalam rumah, mengabaikan Angel yang berdiri didepan rumah. Angel semakin bingung dengan Budi yang dikenal Angel.


Dilain sisi, Vino bernafas lega, akhirnya rapatnya selesai juga dan bahagia bisa mendapatkan proyek besar. Lukman bisa. diandalkan.


" Kerja bagus Lukman, kita mendapatkan proyek besar ini, saya bangga sama kamu nilainya luar biasa." Puji Vino sambil makan sushi


" Sama sama pak, saya juga ingin perusahaan selalu untung, maaf ya saya suprise soal Rapat ini. habisnya anda kan sibuk sama misi anda, diajak bahas kerjaan selalu nolak." Sindir Lukman dengan melihat Vino


" Bukan soal itu Man, badan saya rontok seharian jadi kuli, kalo sampai rumah saya mau tidur. makannya rumah berantakan. dua hari sekali perintah kan ART datang ke rumah saya membersihkan rumah dan bawakan masakan. saya cape dan malas terlalu banyak aktivitas" Perintah Vino memainkan handphone nya


" Dasar orang kaya, baru nyamar begini saja sudah ngeluh." Protes Lukman didalam hati

__ADS_1


Lukman mengangguk tanda setuju sama perintah Vino, Lukman enggak terlalu melarang Vino melakukan apapun sesuai keinginannya.


__ADS_2