
Teguh Langsung menghampiri Jaka diruangannya, Teguh memberikan hasil penjualan dan data penjualan, Teguh membahas Angel yang tinggal di ruko sedangkan Budi alias Reno tinggal di rumah.
" Semua diurus langsung sama pak Lukman, saya cuman diperintahkan merencanakan gaji dan harga jual, pak Lukman yang mengurus langsung fasilitas buat Angel dan Budi selama di kota, katanya atas perintah pak Vino mana berani saya protes sama bos." Ucap Jaka berusaha terus terang
" Tapi pak, fikir pakai logika, apa enggak salah pak, perempuan harus tinggal sendiri di ruko yang ngurus buah buahan sendiri setelah Budi pulang, sedangkan Budi enak enakan fasilitas rumah yang diberikan pak Vino. apa pantas seorang perempuan pak, maaf kalo salah enggak sopan pak, cuman merasa aneh saja. Budi si culun di istimewa kan sekali." Protes Teguh, Teguh merasa ini disengaja, tapi Teguh enggak tahu alasan sebenarnya
" Kalo mau protes silahkan telepon pak Lukman saja, saya cuma menjalankan tugas saja, beliau yang mengurus semuanya saya cuma terima beres saja." Lanjut Jaka tegas, Jaka enggak ingin disalahkan, karena Jaka memang enggak tahu apapun.
" Saya akan protes ke pak Lukman, maaf saya cuma merasa perempuan kok yang mengurus toko sepenuhnya sedangkan Budi ada batasan jam. saya sadar anak saya karyawan tapi merasa enggak pantas saja." Lanjut Teguh merasa enggak enak
" Yah sudah silahkan telepon pak Lukman, dan protes Langsung sama beliau." Lanjut Jaka, Jaka merasa Teguh berlebihan
__ADS_1
Teguh mengambil handphone yang diberikan Jaka, Teguh menelepon Lukman kenapa anaknya yang diruko sedangkan Budi alias Vino di rumah.
" Halo pak Jaka ada apa?" Tanya Lukman diseberang telefon
" Saya Teguh pak, maaf saya denger pak Vino buka toko di kota yang jaga Angel dan Budi. saya tanya apa enggak salah Angel yang menjaga ruko buah buahan selama dua puluh empat jam, sedangkan Budi diberikan fasilitas rumah? Apa enggak kebalik pak masa perempuan yang harus merapihkan buah buahan dan peti lebih banyak dari pada Budi cuma sepuluh jam pak?" Tanya Teguh tegas
" Bener sih yang dikatakan Teguh, tapi mau bagaimana lagi Vino memang pemiliknya masa Vino yang diruko ngurus buah buahan sedangkan Angel enak enakan di rumah." Batin Lukman bingung, karena Lukman enggak memikirkan pendapatnya Teguh.
" Maaf pak Teguh, saya cuma menjalankan tugas saja, nanti saya bahas sama pak Vino langsung, tapi sampai sekarang Angel enggak ada keluhan harus menjaga toko sendiri pak selama Budi pulang." Penjelasan Lukman hati hati
" Terus mau bapak bagaimana? Angel juga kan karyawan nya pak Vino pak, saya yakin kok pak Vino ada perhitungan semuanya, termasuk tenaga Angel yang mengerjakan mengatur buah buahan dan petinya. saya rasa anda terlalu berlebih pak, maaf karena seorang atasan engga akan seenaknya memberikan pekerjaan ke karyawan nya terutama perempuan pasti sudah memikirkan resikonya juga pak. jadi saya cuman bisa bilang sama anda, lihat langsung yang dikerjakan Angel dan Budi baru anda mengambil sikap. sekali lagi saya sampaikan seorang atasan akan memikirkan segala resikonya." Penjelasan Lukman dengan tegas
__ADS_1
" Mau saya, anaak saya yang mendapatkan fasilitas rumah karena perempuan, kalo seperti itu saya enggak bisa bilang apapun pak maaf kalo saya berlebihan pak, nanti saya ke sana pak melihat langsung apa yang dikerjakan Angel." Lanjut Teguh merasa enggak enak
" silahkan lihat sendiri yang dikerjakan Angel dan Budi, kalo enggak terima bisa komplen sama saya langsung, minta alamatnya sama pak Jaka, ingat pak orang yang kerja harus siap ditempatkan dimana pun, bos yang lebih tahu kelayakan posisi karyawan nya pak. maaf pak saya mau rapat saya matikan teleponnya." Lanjut Lukman kebawa emosi
" Bagaimana kata pak Lukman?" Tanya Jaka penasaran
" Saya disuruh lihat sendiri yang dikerjakan Angel dan Budi selama kerja disana." Ucap Teguh kesel
" Kalo bapak engga terima? Apa yang mau bapak lakukan? membuat Angel kehilangan pekerjaan? yang saya denger Angel mendapatkan fasilitas yang engga kita terima disini, anda jangan egois pak." Tegas Jaka melihat Teguh
" Iyah kalo anak saya sakit sakitan terpaksa" Lanjut Teguh enggak kalah tegas
__ADS_1
" Yah sudah anda bisa kesana sebelum kembali ke Jakarta." Lanjut Jaka memberikan alamat toko barunya Vino
Teguh yang kesel cuman bisa pasrah, Teguh langsung keluar dari ruangan Jaka sambil membawa alamat ruko toko buah buahan cinta.