
Lukman yang melihat Vino yang baru pulang ke rumahnya, dengan muka ditekuk sudah dipastikan Vino mengalami emosi yang luar biasa. Lukman memberikan minuman penyegar ke Vino.
" Terimakasih bro" Ucap Vino lemes, Vino langsung minum air yang dikasih Lukman
" Apa Teguh bikin ulah lagi?" Tanya Lukman bisa nebak apa yang dialami Vino
" Iyah, sial sekali tuh orang, saya diusir karena nyamar seperti ini. dibilang enggak pantas berteman sama Angel karena culun dan miskin. belagu sekali tuh orang" Bentak Vino kesel, Vino melempar kaleng kosong sembarangan tempat
" Teguh orang tua yang sombong dan enggak sadar diri, dia fikir orang cantik lebih cocok sama orang kaya bukan dengan tampang saja. terus sekarang bagaimana? mengakhiri atau melanjutkan hubungan kalian? atau Teguh kita pindah ke Malang lagi? sampai kamu yakin melamar Angel baru Teguh kita ajak kesini lagi?" Tanya Lukman, Lukman memberikan ide ke Vino
" Sebenarnya tega dan seenaknya, tapi orang tua itu jadi penghalang hubungan saya ah sial. hubungan saya masih hitungan hari masa berakhir begitu saja." Lanjut Vino frustasi
" Yah sudah fikirkan bagaimana enaknya, yang jelas jangan lepas urusan kantor seperti waktu itu." Tegas Lukman, Lukman berfikir waktu tiga bulan mengerjakan semuanya sendiri cukup sulit enggak mau lagi merasakan lagi
" Bawel kamu, baik nanti saya fikirkan." Lanjut Vino pasrah
Vino langsung jalan ke kamarnya sedangkan Lukman melanjutkan makan makananya, Lukman merasa prihatin sama perjalanan cinta Vino yang enggak pernah berjalan dengan lancar.
Dilain sisi, Angel melamun didalam kamarnya sambil melihat fotonya Vino, Angel entah kenapa merasa malu dan bersalah sama penyamaran Vino. Vino masih mengirimkan Whathapp ke Angel seolah enggak terjadi apapun.
" Sayang, kenapa bapak seperti ini, terlalu sombong dan memilih temen untuk aku apa lagi untuk pendamping hidup." Batin Angel sedih, sedih kenapa bapaknya sesombong ini.
" Kamu kenapa melamun nak?" Tanya Teguh tiba tiba masuk ke kamarnya Angel.
" Ada apa bapak kesini, ada yang bisa Angel bantu?" Tanya Angel mengabaikan pertanyaan Teguh
" Jangan mengalihkan pertanyaan bapak, apa kalian pacaran? Bapak lihat lihat kamu selalu membela Budi? Jawab Angel?" Tanya dan bentak Teguh kesel
" Angel cuman berteman biasa saja pak, temen Angel cowok kan cuman Budi saja pak. Angel enggak enak bapak memperlakukan Budi keterlaluan bagaimana pun Budi karyawan pak Vino pak. kalo kita terlalu keras melakukan Budi, bapak bisa kena teguran pak Vino, Budi karyawan lamanya pak Vino. jadi Angel enggak tega saja Budi terlalu disakiti sama bapak sedangkan Budi datang disuruh pak Vino pak." Tegas dan bohong Angel, Angel sengaja membawa nama Vino supaya Teguh ada rasa takut dan enggak seenaknya terus menerus
__ADS_1
" Kamu bener, Budi karyawan lamanya pak Vino, enggak dibayangkan kalo pak Vino sampai tahu bapak seenaknya sama Budi, bapak bisa kena teguran sama pak Vino. baik lah kalo Budi kesini sebatas temen kerja jangan lebih karena bapak enggak ingin punya menantu orang susah apa lagi culun, bikin malu bapak." Tegas Teguh melihat Angel.
" Huff Iyah pak" Lanjut Angel berbohong, Angel merasa lega akhirnya bapaknya bisa diajak bicara baik baik walaupun memanfaatkan nama Vino asli.
Dilain sisi, Vino tersenyum bahagia membaca whathapp dari Angel, Vino bangga sama perjuangan Angel yang akhirnya bapak nya janji enggak akan kasar lagi padanya, walaupun Angel enggak sepenuhnya terus terang
" My Angel, memang luar biasa sayang, aku saja sampai pusing memikirkan bapak kamu sayang " Ucap Vino, Vino melihat fotonya Angel
" Ceria sekali bos bucin?" Tanya Lukman Tiba tiba masuk kedalam kamarnya Vino
" My Angel berhasil membujuk Teguh, Jadinya saya kesana enggak akan diusir ataupun bicara seenaknya." Ucap Vino melihat Lukman
" Penasaran sama yang dibahas Angel, nanti lihat deh di CCTV" Batin Lukman penasaran
" Alhamdulillah kalo Angel bisa, bujuk bapaknya. ya sudah Vin saya pulang dulu. selamat istirahat bos bucin." Ledek Lukman, Lukman langsung keluar kamarnya Vino
Lukman berdiri didepan kamarnya Vino sambil memakai Hatset, Lukman mendengar percakapan Angel dan Teguh dari hanphone khusus CCTV. Lukman melanjutkan jalannya kedepan rumahnya Vino
------------------------------&&&---------------------&&&&&&&
Vino datang ke rumahnya Angel pagi sekali, Lukman yang tahu keinginan Vino cuman bisa ikutin selama Vino bahagia engga jadi masalah walaupun Vino semakin seenaknya sama perusahannya.
" Kalo Emosi datang ke kantor yah, jangan pulang ke rumah. banyak pekerjaan menunggu kamu Vin." Sindir Lukman melihat Vino
" Sial, bukannya doain hari ini jauh lebih baik justru sebaliknya." Protes Vino kesel
" Pak Vino, mobil buat ke ruko sudah siap." Ucap bodyguard melihat Vino
" Bagus Ilham, tunggu di indoapril sampai saya datang yah." Perintah Vino, Vino merapihkan penampilannya. dan langsung turun dari mobil
__ADS_1
" Jomblo irian, kerja yang bener yah hari ini." sambung Vino langsung pergi.
" Dasar bucin akut, semoga hari ini lebih baik Vin, kasihan juga setiap denger cerita Vino kalo Teguh bertingkah terus." Lanjut Lukman melihat Vino melajukan mobilnya.
" Sukses di kerjaan, kesulitan urusan percintaan." Ledek Ilham
" Bener, kasihan juga harus berjuang seperti ini. Ya sudah saya mau ke kantor, kamu tunggu sampai bos bucin datang.oh yah kamu pegang uang?" Tanya Lukman penasaran
" Enggak pak, saya enggak pernah minta sama pak Vino, nunggu doang kopi enggak dibelikan." Sindir Ilham kesel
" Yah sudah, nunggu Vino begini terus, kamu mendapatkan gaji tambahan buat beli makan dan minum. maklum saja yah orang yang jatuh cinta lebih sering enggak mikir sekitarnya." Sindir Lukman kesel, kesel sama Vino enggak memikirkan kebutuhan Ilham selama nunggu seperti ini.
" Alhamdulillah, terimakasih pak Lukman atas pengertiannya." Lanjut Ilham bahagia
" Yah sudah saya kembali ke kantor, uang saku kamu, saya transfer." Lanjut Lukman
" Siap pak Lukman" Lanjut Ilham, Ilham langsung keluar dari mobil. dan membiarkan Lukman meninggalkan dirinya begitu saja.
Dilain sisi, Angel melihat Vino senyum bahagia, Angel menyambut kedatangan Vino, Vino senyum bahagia melihat Angel yang setiap harinya semakin cantik
" Selamat pagi cinta." Puji Vino, Vino turun dari mobil dan mencium keningnya Angel
" Pagi juga sayang, yah sudah yuk masuk. bapak lagi beli bensin sayang sekaligus mengantarkan pesanan buah." Ucap Angel bahagia
Angel mengajak Vino masuk kedalam ruko, Angel memberikan masakanny ke Vino. Vino langsung menikmati makanan yang disiapkan Angel
" Masakan my Angel selalu enak, terimakasih yah sayang setiap hari mau repot demi aku kenyang setiap kesini " Puji Vino tulus
" Sama sama sayang, selama aku bisa masak enggak merasa repot kok, justru bahagia dan semangat masak buat orang yang disayangi." Ucap Angel tersipu malu
__ADS_1
Angel dan Vino menikmati sarapan bareng, sarapan terindah karena enggak ada pengganggu sama sekali. makan enak, makan kenyang , dan makan tenang. itu lah yang dirasakan Vino hari ini.
Jangan lupa like, komentar, hadiah, dan votenya. supaya semakin semangat nulis kelanjutannya.