
Vino belajar sepeda didalam rumah singgah miliknya, Vino bener bener tegang dan keringat dingin saat mengayun sepeda. Lukman yang melihatnya cuman bisa memijit jidatnya melihat Vino sedikit kesulitan mengayun sepeda.
" Vin, jangan miring miring nanti jatuh" Teriak Lukman, melihat Vino enggak stabil bawanya.
" Susah Lukman, memangnya kamu bisa apa?" Tanya Vino kesal melihat Lukman, Lukman berdiri dibelakang Vino.
" Mudah Vino sini, seperti bocah saja kamu."Lanjut Lukman jalan menghampiri Vino
Vino turun dari sepeda membiarkan Lukman yang naik sepeda, perlahan Lukman mengayun sepedanya Lukman mampu.seimbangkan sepedanya, membuat Vino melongo melihatnya.
" Mudahkan, hayo lah jangan bikin malu Vin, masa begini saja engga bisa, bagaimana mau modus jalan jalan atau yang lain sama ayang Beb?" Tanya Lukman kesel, Lukman langsung jalan ke arah Vino sambil mengayun sepeda
" Ya baru juga belajar sepeda, sombong sekali sih kamu Man, kapan kembali ke kantor?" Tanya Vino yang berniat ngusir Lukman
" Mungkin besok Vin, ada rapat soalnya, belajar lagi enggak nih, atau saya saja nih yang modus sama my Angel" Lanjut Lukman modus
" Kenapa enggak sekarang saja sih kembalinya, ya sudah belajar deh biar bisa jalan jalan sama my Angel." Lanjut Vino pasrah
Vino belajar sepeda lagi, kali ini lama lama lama mengayun sepeda akhirnya bisa juga membuat Lukman memberikan tepuk tangan lega akhirnya Vino bisa juga bawa sepeda.
Dilain sisi, Ratna merapihkan rumah Angel, Ratna mengingat ulang tahunnya Vino tadi, ulang tahun sederhana tapi terlihat mewah. Ratna enggak terlalu percaya kalo Vino anak ART di rumahnya Lukman. Angel pun jadi ikut curiga, beberapa kali melihat Vino kesel sama Lukman.
" Saya juga sempat curigai Budi, tapi saya enggak terlalu ikut campur siapa dia selama kerja disini sikapnya selalu baik dan ramah sih." Ucap Angel santai, sikap dan kepribadian Vino yang ramah membuat Angel merasa nyaman didekat Vino
" Difikir fikir saja, sih Budi saja sedikit loyo keberatan kalo kerja, seperti orang yang enggak terbiasa kerja berat, kulitnya saja putih sekali, dan ingat enggak temen temennya Budi merapihkan rumah Budi. sebaik baiknya temen enggak akan rela merapihkan rumah nya apa lagi cowok." Penjelasan Ratna yang membuat Angel semakin curiga
" Saya enggak mau rumpi ah, apa lagi cari tahu yang bukan urusan saya." Lanjut Angel berusaha berfikir positif, Angel masuk kedalam dapur untuk masak.
" Dasar terlalu baik seperti itu, apa selidiki siapa Budi yah. tapi mau bayar pakai apa buat kasih uang buat orang orang tadi yah." Lanjut Ratna menyerah, sadar enggak punya uang untuk membayar sebuah informasi.
Dilain Sisi, Vino melihat buah duren, roko,kopi, dan beberapa cemilan. langsung tersenyum puas, Vino bisa makan banyak di hari ulangtahun nya.
" Kalian bawakan dua buah duren ke rumahnya Angel sama cemilan dan minuman segar ini, jangan sampai mereka tahu dari saya." Perintah Vino, Vino menikmati buah duren satu buah sendiri
" Siap bapak Budi" Ucap bodyguard sambil makan duren
__ADS_1
" kalian sudah rapihkan rumah saya? Malam ini saya mau tidur di rumah singgah ini, ada AC nya adem dan lebih empuk kasurnya."Lanjut Vino, Vino menyalakan AC ruang tamu.
" Nah itu ide bagus Vin" Ucap Lukman lega, dari pada tidur di rumah bohongannya Vino sempit,panas, dan beralas karpet.
" Dasar protes terus" sindir Vino melihat Lukman
" Sudah dibersihkan pak, yah sudah kita antar ini ke rumah Angel, dan ada tulisan buat my Angel." Lanjut Bodyguard memastikan keinginan Vino
" Nah bener, ya sudah bawa sana." Lanjut Vino bahagia, Vino ingin memberikan apa yang dia nikmati supaya Angel menikmati juga
Dua bodyguard langsung jalan ke rumah Angel, memasukan makanan yang dikasih Vino kedalam kotak kecil, bodyguard saat sampai rumahnya Angel menyimpan kotak kecil didepan rumahnya Angel, dan langsung masuk mobil membunyikan klakson mobil tiga kali, dengan cepat meninggalkan rumahnya Angel.
Dilain sisi, Angel dan Ratna mendengar klakson mobil langsung Depan rumah, Ratna melihat kotak kecil didepan rumahnya Angel dan langsung melihat isinya buah duren, beberapa minuman segar, dan cemilan. Ratna membaca tulisan kecilnya membuat Angel tersipu malu.
" Selamat menikmati makan ini buat my Angel, semua suka sama makanan yang ada didalam kotak ini." Ucap Ratna membaca tulisan yang ada di kertas
" Cie Angel, punya pengagum rahasia." Goda Ratna, Ratna langsung masuk kedalam rumah diikuti sama Angel.
" Kira kira siapa yah, duh jadi penasaran." Ucap Angel bahagia dan penasaran
" Kok enggak makan Ratna? Makan bareng saja mana habis saya makan sendirian?" Tanya Angel enggak enak hati
" Saya cuman ambil pisau Angel, buat Motong buah itu. hahaha." Ledek Ratna ketawa langsung melanjutkan jalannya ke dapur
" Kira kira siapa yang kasih yah, apa Budi yah." Batin Angel, Angel enggak ngerasa punya temen deket selain Budi.
Dilain sisi, Vino menikmati kamarnya yang luas dan adem, Vino rindu sama suasana rumahnya yang di Jakarta dan aktivitas di kantor setiap hari. Vino enggak bisa tidur cuman memainkan handphone nya sambil melihat foto Angel.
" Ternyata mencintai orang sederhana seperti Angel, ada sensasi tersendiri dibandingkan seperti dulu. mencintai enggak ada pengorbanan seorang sekarang, pengorbanan panas panasan, angkat beban berat setiap hari.dan bisa meluangkan waktu untuk ngobrol bareng. ah my Angel membuat saya merasakan hidup jadi orang sederhana, dan merasakan pekerjaan karyawan sendiri." Ucap Vino, Vino ngelus layar handphone sambil senyum senyum sendiri.
Dilain sisi, Lukman kaget melihat kedatangan Jaka, bodyguard yang faham atas perintah Lukman langsung menyusul Vino dikamarnya, Vino yang tahu Jaka datang ke rumah singgah nya langsung memakai rambut palsu dan menyempurnakan penyamaran nya.
" Ngapain sih Jaka kesini, ganggu orang lagi rebahan." Protes Vino kesel
" Saya enggak tahu pak, cuma tadi pak Lukman kodein saya supaya kesini pak. maaf ganggu waktu istirahat anda." Ucap bodyguard merasa enggak enak hati
__ADS_1
" Ya sudah saya ikut ke dapur, kamu siapkan tiga minuman." Perintah Vino langsung jalan keluar kamar.
Dilain sisi, Jaka membahas peluasan penjualan buah buahan nya, Lukman yang mendengar ide Jaka berfikir sejenak, Lukman melihat Vino membawa tiga minuman langsung lega karena langsung membahas sama Vino.
" Oh Budi disini juga" Ucap jaka, Jaka langsung mengambil minuman yang dikasih sama Vino
" Lagi pada bahas apa ini, iyah pak Jaka saya lagi main saja kesini."Ucap Vino santai
" Ini pak Jaka kasih ide penjualan buah buahan semakin diperluas, bukan dijual di Jakarta saja tapi di kota lain juga. menurut Budi bagaimana." Ucap Lukman, Lukman sengaja langsung tanya Vino dari pada bahas setelah Jaka pergi
" Bagus itu pak Lukman, saya yakin pak Vino pasti setuju, apa lagi usahanya berkembang kan. bagus buat perkebunan juga." Lanjut Vino menyetujui rencana Jaka
" Saya juga berfikir seperti itu sih Budi, yah sudah saya pamit dulu, tolong sampaikan ke pak Vino, kalo beliau setuju saya tinggal proses tempatnya enaknya dimana yang cocok dan strategis." Lanjut Jaka antusias, Jaka langsung berdiri.
" terimakasih sudah memberikan ide untuk kemajuan perkebunan, selesai saya bahas semuanya akan saya kasih tahu pak Jaka."Lanjut Lukman, Lukman dan Vino langsung mengantarkan Jaka kedepan rumah
Vino yang melihat Jaka pergi langsung membaca dokumen yang dikasih Jaka, dan langsung menyetujuinya membuat Lukman lega karena Vino juga setuju.
Lukman langsung kunci rumah dan membuat Vino melepaskan penyamarannya.
" Kamu cari di kota ini tempatnya, perintahkan ke Jaka suruh Angel dan saya yang jaga toko buahnya, bilang Angel tinggal sendiri di ruko sedangkan saya sewa rumah yang enggak jauh dari ruko, bilang semuanya aman kamu pasang cctv didepan ruko dan siapkan kenderan mobil, bilang saya yang bawa mobil." Perintah Vino, Vino ingin mengajak Angel tinggal di kota enggak tinggal di desa terus menerus.
" Ide yang bagus yang bagus, walaupun modus. Saya setuju sama keinginan kamu, saya akan siapkan semuanya." Ucap Lukman, Lukman kagum sama Vino ada saja rencana untuk semakin deket sama Angel.
Vino ingin memberikan suasana yang berbeda untuk kehidupan Angel, Vino semakin memanjakan Angel dan membuat Angel semakin deket sama Vino. Vino kembali ke kamarnya melanjutkan untuk istirahat yang sempet diganggu sama kehadiran Jaka.
" Saya akan membuat pengalaman baru untuk hidup kamu my Angel, supaya merasakan menyenangkan kehidupan di kota.ide Jaka bagus juga kenapa enggak kefikiran untuk buka cabang di sini ah Vino kalah selangkah sama Jaka." Batin Vino sedikit menyesal dan bahagia.
Vino rebahan dikasur dan berusaha untuk melanjutkan tidurnya, untungnya kondisi mata mendukung membuat Vino langsung memejamkan matanya.
Dilain sisi, Lukman melihat pekerjaan kantornya di laptopnya sebelum tidur, bodyguard memberikan cemilan dan kopi buat Lukman yang masih melanjutkan pekerjaan. Bodyguard yang melihat Lukman melakukan semua pekerjaan dengan baik sungguh salut.
" Anda enggak merasa lelah jadi asisten pribadinya pak Vino" Ucap Bodyguard melihat Lukman yang selalu sibuk
" Lelah sih, cuman hasilnya lumayan buat saya, yah dijalankan saja, kalo mengeluh juga enggak berkah buat saya." Ucap Lukman santai, sejujurnya Lukman merasa lelah harus urus kebutuhan Vino selama nyamar seperti ini.
__ADS_1