
Vino yang mendapatkan perawatan dua puluh empat jam, membuat kondisinya kembali normal dan sehat, dokter bener bener memberikan obat terbaiknya untuk menyembuhkan Vino.
" Akhirnya bro, balik juga dan enggak memburuk." Ucap Lukman lega
" Iyah Man, akhirnya balik juga. oh yah keadaan Teguh bagaiman?" Tanya Vino penasaran
" Masih sakit perut saja, tapi enggak separah kemarin. Angel katanya nangis terus melihat Teguh sakit." Lanjut Lukman bohong, Lukman enggak bilang kalo tahu dari cctv
" Yah sudah kita jenguk, kalo bukan ayah nya Angel males sekali saya." Lanjut Vino kesel
" Sejahat apapun camer bakal bikin luluh calon menantu yang lucknut juga hahahaha." Ledek dan ketawa puasnya Lukman
" Saya enggak akan lucknut kalo camernya enggak begitu modelnya. puas" Bentak Vino kesel
Vino siap siap untuk pulang, Vino enggak sabar untuk ketemu sama Angel kwartir Angel sedih tahu kondisi Vino kemarin dan saat ini Teguh pun mengalami diare yang berlebih.
Dilain sisi, Beby yang tahu Vino akan datang dan diperintahkan membelikan makanan kesukaan Teguh, dan menunggu mobilnya Vino datang seolah Vino yang beli.
" Dasar bos bucin, beli beginian suruh karyawan untungnya pak Teguh dan Angel enggak curiga sama sekali." Ucap Beby kesel
Beby melihat mobilnya Vino berhenti langsung menghampirinya, dan kasih langsung bungkusan tadi dibeli.
" Masih hangat Beb, terimakasih yah. kamu pulang sendiri yah." Ucap Vino santai
" Sungguh teganya pak Vino, saya kesini naik ojek online loh pak, supaya enggak ketahuan." Rajuk Beby pura pura kesel
" Man, ganti ongkos dia, dan buruan sampai duluan ke ruko mumpung masih hangat sop nya." Lanjut Vino melihat Lukman
" Kasihan, yah baiklah Beby,nih pengganti ongkos kamu. buruan pulang yah." Ledek Lukman dan Lukman memberikan uang merah dua lembar
" Dasar kalian, untung bos kalo bukan. sudah di Maki maki seenaknya bener." Batin Beby kesel
" Terimakasih pak Vino dan pak Lukman, saya langsung pesan ojek onlinenya." Lanjut Beby dengan cemberut
__ADS_1
" Astaga Beby, tolong dikondisikan jangan manyun begitu, kamu menggoda saya." Ledek Lukman dengan terkekeh
" Apaan sih pak, permisi." Lanjut Beby semakin kesel, Beby menunggu ojek online didalam restoran
" Dasar, sejak kapan bisa gombal Man?" Tanya Vino penasaran
" Sejak tadi Vin, habisnya manyun begitu bikin mau sosor Beby tahu hahahaha." Ucap Lukman dengan ketawa puas
" Bukan playboy dan bukan Casanova bisa begitu yah, yah sudah yuk ke ruko mau ketemu my Angel." Lanjut Vino heran sama Lukman
Lukman perlahan melajukan mobilnya, Lukman memikirkan godaannya sama Beby tadi, Memang Lukman sangat suka melihat ekspresi Beby tadi apa adanya membuat Lukman kagum
Dilain sisi, Angel sibuk melayani pembeli sendirian, Angel berusaha enggak protes dan egois, Angel berusaha profesional menjalankan pekerjaannya. Bodyguard yang melihat Angel sibuk sendirian sebenernya enggak tega ingin sekali langsung membantunya.
" Bagaimana Pak Vino enggak kelepek kelepek sama Angel, dia bisa mandiri dan enggak banyak ngeluh lagi." Ucap bodyguard melihat cctv yang khusus dipasang sama Lukman
" Sempurna sekali Angel, sudah cantik, baaik, apa saja bisa, dan mandiri lagi. semoga mereka bisa meluluhkan hati pak Teguh mendapatkan restu." Harapan bodyguard yang lain
" Pak Vino, trauma mendapatkan pacar yang melihat dirinya karena harta. sekarang mencari pacar sekaligus istri yang memandang pak Vino karena kepribadiannya. makannya pak Vino betah nyamar karena Angel pun lebih nyaman sama penyamaran pak Vino yang dianggap sederhana dan apa adanya.kenyataannya kan enggak sama sekali." Ledek bodyguard dengan terkekeh
" Bener, penyamaran yang abal anak hahahaha." Ledek Bodyguard yang pakai baju biru
Kedua bodyguard mengawasi Angel sekaligus menggibah Vino, kedua bodyguard memantau Angel sambil makan cemilan
Dilain sisi, Angel jalan ke kamarnya Teguh, Teguh sudah enakan kondisinya berkat Angel memberikan ramuan penghilang diare, tolak miskin, dan dikerok. Angel melihat kebelakang ada Vino dan Lukman yang datang membawa Sop dan makanan berserat untuk Teguh. Teguh tersenyum melihat Lukman yang datang menjenguknya sedangkan melihat penyamaran Vino langsung buang muka.
" Terimakasih loh pak Lukman, mau direpotkan lagi sama karyawannya." Ucap Teguh pura pura enggak enakan
" Sama sama pak, Budi yang mengajak kesini, kondisi Budi sudah enakan, katanya mau kasih makanan berserat dan Sop ini pak. mohon dicicipi yah pak." Tegas Lukman, Lukman terpaksa minta Vino memberikan sopnya kalo bukan lagi menyamar seperti ini, Lukman enggak akan berani suruh Vino mau bagaimana pun Vino atasannya mana boleh terlalu seenaknya.
Teguh dengan terpaksa makan SOP yang dibawa Vino, Teguh mendapatkan ide untuk ngerjain Budi.
" Angel bapak boleh minta tolong?" Tanya Teguh pura pura
__ADS_1
" Minta tolong apa pak?" Tanya Angel penasaran
" Tolong ke supermarket depan, bapak mau makan yang seger seger." Ucap Teguh sengaja
" Boleh saya temani pak?kasihan kan kalo pergi sendiri." Tanya Vino, Vino mau ambil kesempatan berduaan sama Angel.
" Terserah, kamu saja Budi" Lanjut Teguh judes
" Yah sudah yuk Budi, pak Lukman maaf saya titip bapak saya yah." Lanjut Angel, sebenarnya Angel merasa enggak enak.
" Yah sudah sana" Ucap Lukman, Lukman faham keinginannya Vino.
Vino dan Angel langsung keluar kamarnya Teguh, Lukman bingung sama Teguh padahal makanan yang dibawanya cukup banyak,tapi ada saja yang kurang.
Dilain sisi, Vino mengambil banyak makanan yang bisa dimakan sama Teguh, sebenarnya Vino merasa dimanfaatkan sama Teguh tapi dirinya enggak mau ambil pusing justru berterimakasih sama Teguh karena ada waktu jalan jalan seperti ini.
" Sayang, apa enggak kebanyakan belinya?' Tanya Angel merasa merepotkan
" Enggak sayang, ini sedikit kok, Yah sudah yuk bapak kan nunggu kita. atau mau makan disini?" Tanya Vino melihat Angel
" Yah sayang, langsung pulang saja. aku enggak enak sama pak Lukman kalo terlalu lama" Lanjut Angel, Angel pegang tangannya Vino
" Ini belum lama sayang, sama pak Lukman santai saja." Lanjut Vino berusaha cuek
" Kebiasaan deh yah, terlalu seenaknya sama bos sendiri enggak baik sayang huh." Lanjut Angel kesel
" Siapa yang bos sayang" Batin Vino gemes sama Angel, begitu menghargai atasannya, andaikan Angel tahu siapa Budi pasti sungkan dan bingung melanjutkan hubungannya.
" Yah deh sayang, hayo." Lanjut Vino pasrah, Vino pegang tangannya Angel dan masuk kedalam mobil.
Dilain sisi, Lukman diam diam melihat Vino ngobrol sama Angel didalam mobil, Lukman memakai hetset untuk mendengarkan cctv yang ada dimobilnya Vino.
" Ada saja alasannya, dasar bucin bucin." Batin Lukman heran mendengar ucapan demi ucapan yang dibilang Vino ke Angel
__ADS_1