
Vino yang bingung mau ngapain, akhirnya jalan ke dapur, Vino melihat isi kulkas penuh dengan bumbu-bumbu masakan, Vino yang sama sekali enggak bisa bingung sendiri, akhirnya Vino menelfon Lukman menanyakan bumbu-bumbu yang dibeli Lukman. Lukman melihat Vino dari monitor CCTV
" Ada apa pak Budi pekerti nelefon saya?" Tanya Lukman nahan ketawa
" Saya mau tanya, apa saja bumbu-bumbu buat masak sayur asem?" Tanya Vino terlihat bingung
" Yah ketahuan enggak bisa masak, gawat nih kalo Angel sampai tahu pasti bakal malu hahahaa." Ledek Lukman tertawa puas
" Sialan kamu Lukman, cepat kasih tahu saya, sebelum Angel ke dapur." Bentak Vino kesel, selalu saja Lukman ledekin dirinya
" Mana saya tahu pak, anda kan punya handphone bagus cari lah di google ngapain tanya saya. enggak bisa masak belaga seperti ini deh hahaha." Ledek Lukman tertawa semakin puas, apa lagi Lukman bisa melihat wajah keselnya Vino
" Males, lebih praktis tanya kamu, ternyata kamu enggak berguna. yah sudah lah saya Matikan telefon nya." Bentak Vino semakin kesel, Vino mematikan sambungan teleponnya, Vino akhirnya mengambil buah jeruk dua dan dua minuman segar langsung jalan ke depan dengan perasaan kesal
Lukman yang tahu Vino kesel cuman bisa ketawa puas melihatnya, Vino bener bener enggak mau belajar sendiri hidup apa adanya.
__ADS_1
" Dasar dasar bos bucin, seru juga masang CCTV seperti ini. jadi tahu ekspresi bos bucin kalo marah ha-ha-ha." Ucap Lukman sambil ketawa-ketawa puas
Lukman melanjutkan pekerjaannya yang sempet tertunda, Lukman memakai hetset untuk mendengarkan suara Vino dari monitor CCTV.
Dilain sisi, Angel dan Vino melayani pembeli, Vino yang baru pertama kali langsung terjun dalam penjualan ke konsumen, selama ini Vino cuman memantau dan langsung pulang bareng Lukman. Vino merasakan lelahnya jualan bareng Angel.
" Angel nanti malam ke Mall yuk jalan jalan?" Ajak Vino melihat Angel yang membersihkan meja
" Mau beli apa?" Tanya Angel penasaran, Angel belum pernah ke mall sama sekali.
" Setelah toko tutup yah" Lanjut Angel, Angel masuk kedalam ruko
" Enggak usah kita dari jam enam saja, sekalian makan di mall. makan kita kan di tanggung sama pak Vino" Lanjut Vino sedikit memaksa
" Saya enggak mau Budi enggak baik tutup cepet" Lanjut Angel enggak enak seenaknya tutup lebih cepat
__ADS_1
" Sekali kali enggak masalah, hayo lah Angel." Lanjut Vino pura pura memelas
" Baik lah, tapi jangan setiap hari ya Budi, saya enggak enak sama pak Jaka sama pak Vino." Lanjut Angel berusaha sabar
Vino yang mendengar ucapan Angel merasa kesel, tapi Vino berusaha memaklumi karena Angel berusaha profesional dalam bekerja.
Dilain sisi, Teguh kembali ke perkebunan untuk setoran dan mengambil buah buahan lagi, Teguh ke rumahnya dan cuma ketemu sama Ratna yang lagi masak.
" Loh memangnya pak Teguh enggak tahu, kalo pak Vino buka toko buah buahan di kota ini?" Tanya Ratna penasaran
" Enggak tahu, pak Jaka enggak bilang apa apa sama saya, Angel pergi sama siapa?" Tanya Teguh penasaran
" Sama Budi, Angel tinggal sendirian di ruko sedangkan Budi katanya dikasih rumah buat tempat tinggal. dikasih fasilitas makan ditanggung, kebutuhan sehari-hari ditanggung,dan fasilitas mobil operasional." Penjelasan Ratna apa adanya.
" Enggak kebalik pak Vino, yah sudah saya ketemu sama pak Jaka dulu sekalian tanya kepastian tempat tinggal Angel." Lanjut Teguh
__ADS_1
Teguh langsung jalan meninggalkan Ratna, Ratna melanjutkan masak untuk makan dirinya sendiri. Teguh merasa aneh masa perempuan tinggal sendirian nungguin toko sedangkan Budi tinggal di rumah, walaupun dikasih fasilitas bener bener kebalik fikir Teguh.