
Teguh duduk santai di kamarnya, Teguh semakin enggak suka adanya Budi di ruko. Teguh memikirkan cara untuk ngusir Budi supaya enggak betah bulak balik ke ruko lagi minimal nyerah untuk deketin Angel anaknya.
" Diapin lagi yah enaknya Budi, semua rencana kenapa gagal semua sih heran. bebal sekali Budi enggak menyerah dan sadar diri berhenti mendekati Angel." Batin Teguh kesel, anaknya pun sama saja enggak bisa dibilangin sama sekali
" Pak Teguh ternyata disini, hayo pak kita makan dulu bapak pasti lapar kan." Ucap Vino ramah, Vino ingin bersikap manis sama calon mertuanya.
" Ngapain kamu yang kesini Budi, mengganggu pengelihatan saya saja." Ucap Teguh sinis, Teguh enggak rela mendapatkan menantu orang susah dan culun lagi.
" Kebetulan saya ke kamar mandi, makannya sekalian lewat saya manggil pak Teguh ngajak makan bareng." Lanjut Vino bohong, Vino berusaha untuk enggak marah sama Teguh demi misinya
" Cih, duluan sana, nanti saya nyusul." Lanjut Teguh sinis, Teguh jalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum makan
Dilain sisi, Lukman pura pura main handphone sebenarnya melihat Vino manggil Teguh, Sikap Teguh enggak berubah sama sekali memandang rendah Penyamaran Vino
__ADS_1
" Parah tuh orang, mau sampai kapan sombong seperti ini heran." Batin Lukman kesel, Lukman enggak membayangkan bagaimana perasaan Vino menahan emosinya hadapi camer yang super super sombong
" Lukman, hayo kita makan" Ajak Beby melihat Lukman
" Iyah Beby, kita kesana." Ucap Lukman, mematikan handphone khususnya dan ikutin Beby jalan.
Dilain sisi, Angel ambilkan nasi untuk Vino dan baru Teguh, Teguh yang melihat anaknya perhatian sama penyamaran Vino langsung buang muka kesel melihatnya, anaknya bener bener semakin parah dan enggak bisa di bilangin
" Banyak pak, ada beberapa pohon baru di tanam sama pak Joko disana. semakin berkembang, katanya lahan tetangga disana mau dibeli apa bener pak?" Tanya Teguh enggak percaya
" Iyah benar, pak Vino tahu rencana ini, dan secapatnya serah terima di wakilkan sama saya. kalo pak Vino masih sibuk sama pekerjaan di luar negerinya." Ucap Lukman bohong.
" Wah luar biasa, saya enggak bayangin betapa luasnya perkebunan pak Vino, yang sekarang saja sudah luas pak, saya ingin sekali ketemu pak Vino, pengusaha muda yang sukses dan hebat." Puji Teguh, membuat Vino merasa bangga di puji sama camer langsung.
__ADS_1
" Pak Vino kan orang sibuk pak, akan sulit buat kita ketemu sama pak Vino, Jadi santai saja pak. enggak ketemu juga kan enggak masalah pak." Ucap Angel pura pura
" Yah sudah deh" Lanjut Teguh pasrah
" Segitunya bapak ingin ketemu saya asli yah pak, nanti deh saya wujudkan kasihan juga." Batin Vino, Vino menatap camer dengan perasaan enggak enak dan sadar keinginan Teguh.
" Makanan nya enak Angel, siapa yang milih?" Tanya Beby mengalihkan pembicaraan
" Budi, dia katanya sering beliin buat pak Lukman makanan ini katanya enak, dan akhirnya kita beli deh." Lanjut Angel bohong, Angel nyengir kuda melihat Lukman
" Astaga, dia ketularan Vino pandai berbohong." Batin Lukman kesel, Lukman kadang kesel di kambing hitam kan sama Vino selama menyamar.
" Iyah bener pak, Saya memang sering minta Budi untuk membelinya, kalo saya lagi sibuk sama pekerjaan." Ucap Lukman senyum kecut, mana berani minta Vino membelikan makanan untuknya ke Vino.sebaik apapun Vino tetep saja Vino atasannya.
__ADS_1