
Jaka yang ingin memberikan peti kosong langsung menghentikan langkahnya, saat mendengar Vino minta banyak hal sama Lukman melalui telepon nya. Jaka melanjutkan langkahnya saat melihat Vino memijit kaki nya dengan kesal, ucapan ucapan kecil Vino membuat Jaka curiga sama Vino, tapi enggak berani untuk menanyakan langsung sebelum ada bukti.
" Budi saya cari cari ternyata ada disini?" Tanya Jaka melihat Vino mijit kakinya
" Maaf pak, waktu istirahat kan masih setengah jam lagi, ada apa pak cari saya?" Tanya Vino melihat Vino
" Saya mau minta tolong, bersihkan rumahnya pak Lukman katanya besok beliau mau kesini nginep, apa kamu mau membantu merapihkan nya?" Tanya Jaka yang melihat Vino yang salah tingkah
" Sialan, berani sekali memerintahkan bos membersihkan rumah singgahnya Lukman. saya pecat baru tahu rasa dia." Batin Vino kesal
" Saya males pak, suruh yang lain. saya mau lanjut kerja permisi." Lanjut Vino, dengan cuek meninggalkan Jaka yang masih berdiri dengan bingung
" Karyawan yang seenaknya, mentang mentang dibawa sama pak Lukman seenaknya seperti itu." Batin Jaka kesel melihat tingkah nya Vino yang nolak perintah nya
Vino yang kesal sama perintah nya Jaka, rasa keselnya sirna saat melihat Angel sibuk sendirian di ruangan nya. Vino langsung jalan mendekati Angel yang nyusun karung dan peti
" Sini saya bantu Angel, masa kamu cape sendiri" Ucap Vino langsung angkat peti dan disusun
__ADS_1
" Enggak usah Budi, memangnya pekerjaan kamu sudah selesai?." Ucap Angel yang merasa enggak enak
" Pekerjaan saya, biarkan saya enggak tega melihat perempuan angkat peti seperti ini. sudah duduk saja di meja kamu." Lanjut Vino modus, Vino ingin berguna dan dianggap baik sama Angel
Dilain sisi, Jaka dan Teguh membahas perkembangan jualan di kiosnya, Teguh yang melihat foto foto diruangannya Jaka.
" Foto pak Vino seperti mirip seseorang yah pak Jaka?" Tanya Teguh penasaran
" Masa sih pak, memangnya mirip siapa, muka pak Vino muka bule begitu pak masa mirip orang sini sih." Ucap Jaka, sejujurnya Jaka merasakan hal yang sama.
" Tapi pak Lukman beberapa kali kesini sih, katanya besok mau kesini mau nginep di rumah singgahnya. pak Vino iyah saya sudah enggak lihat mungkin beliau sibuk sama perusahaannya." Lanjut Jaka, Jaka merasa diawasi tapi entah sama siapa.
" Iyah mungkin, beliau kan orang sibuk, ya sudah saya saja yang merapihkan rumah singgahnya pak Lukman, sudah lama enggak saya bersihkan." Lanjut Teguh mengambil kunci diatas meja
" Tadi saya suruh kuli disini tapi dengan mudahnya enggak mau kerjakan, yah sudah pak silahkan dibersihkan rumahnya supaya besok pak Lukman kesini rumahnya sudah bersih." Perintah Jaka lega akhirnya ada yang mau membersihkan rumah singgahnya Lukman
Dilain sisi, Angel dan Vino lagi istirahat dibawah pohon, melihat Jaka dan Teguh jalan keluar perkebunan langsung menyusulnya.
__ADS_1
" Bapak mau kemana?" Tanya Angel penasaran
" Bapak kamu mau merapihkan rumah singgahnya pak Lukman besok mau kesini." Ucap Jaka santai
" Pekerjaan Angel sudah selesai, Angel bantu ya pak bolehkan." Ucap Angel melihat ayahnya
" Boleh nak hayo" Ucap Teguh
" Pekerjaan saya juga selesai pak, saya bantu yah, saya bosan dirumah enggak mengerjakan apapun." Ucap Vino dengan terpaksa
" Ini orang emang aneh, tadi nolak sekarang menawarkan diri.bikin curiga saja heran jadinya." Batin Jaka kesel melihat tingkahnya Vino
" Yah sudah Budi, kalo mau bantu silahkan saja, yah sudah pak teguh, Angel,dan Budi. saya kembali ke kantor yah." Lanjut Jaka yang sedikit kesel sama Budi
" Yah sudah yuk kita rapihkan sekarang" Ajak Teguh langsung Jalan
Vino yang males merapihkan rumah singgahnya Lukman, dengan terpaksa mau ikut bantuin demi bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Angel yang melihat Vino kwartir Vino sakit lagi tapi Angel berusaha menghargai niat baik Vino membantu nya.
__ADS_1