
Teguh melihat Lukman dan Beby yang lagi sibuk melayani pembeli, Teguh turun dari mobil sambil bawa satu karung mangga.
" Pak Teguh" Ucap Beby dan Lukman kaget, Beby dan Lukman belum tahu rencana Vino memerintahkan Teguh kembali ke Jakarta
" Apa kabar pak Lukman?" Tanya Teguh,Teguh nyusun buah buahan di raknya.
" Pak Teguh kok bisa ada disini pak?" Tanya Lukman panik
" Loh bukannya anda yang nyuruh yah pak, makannya saya berangkat dari kota Malang?" Tanya Teguh penasaran dan bingung
" Sial, pasti Vino tapi maksudnya apa coba tuh orang." Batin Lukman kesel dan penasaran
" Bapak" Teriak Angel, Angel turun dari mobil dan lari kearah Teguh.
" Angel, akhirnya bapak kembali ke Jakarta nak." Ucap Teguh bahagia
" Bapak kembali kok enggak kasih kabar sama Angel pak?" Tanya Angel terharu
" Mendadak nak, kata pak Joko bapak langsung saja ke Jakarta malam, dan sekarang baru sampai Jakarta." Lanjut Teguh bahagia
__ADS_1
" Kita pesen makanan saja, bolehkan pak Lukman, pasti pak Teguh belum makan." Ucap Vino melihat Lukman
" Kita yang beli saja Budi, biar Angel dan Beby yang temani Teguh disini." Ajak Lukman kesel, biasanya Vino bilang sama dirinya kali ini enggak sama sekali
" Oke pak Lukman" Lanjut Vino, Vino tahu Lukman pasti mau bahas tentang kedatangan Teguh mendadak
Vino jalan duluan ke mobilnya Lukman, dan masuk duluan baru disusul sama Lukman enggak mau nunjukin wajah keselnya mau bagaimana pun Vino atasannya yang kadang seenaknya
" Masih ada si culun dikirain sudah di pecat sama pak Vino, bapak malas sekali melihatnya." Ledek Teguh menatap sinis mobil yang pergi begitu saja
" Budi kan sudah lama kerja di tempatnya pak Vino, jadi wajar pak kalo sampai sekarang betah kerja pak." Ucap Angel nahan ketawa dan enggak tega membohongi bapaknya sendiri
Dilain sisi, Vino ketawa puas melihat Lukman menahan emosinya, karena enggak bilang bilang Teguh kembali ke Jakarta dan enggak ada persiapan makanan di ruko.
" Sial, bikin kaget saja kamu Vino, apa lagi takut ketahuan penyamaran kamu kan enggak seru dibayangkannya huh." Protes Lukman membogem bahunya Vino
" Maaf maaf, ini semua keinginan my Angel bapak nya ke Jakarta lagi, yah sudah saya kabulkan semuanya. untungnya Angel yang bilang tapi dengan suara yang berbeda dan Joko percaya deh." Ucap Vino santai
" Dasar bucin menyebalkan, sekarang kita mau beli makan apa buat camer kamu?" Tanya Lukman kesel
__ADS_1
" Makanan di restoran terenak saja, soalnya kan saya sudah melamar Angel tinggal peresmian saja." Lanjut Vino, Vino meriksa handphone nya dan meriksa pekerjaannya.
" Siap bos bucin" Lanjut Lukman pasrah
Angel melihat Vino ngebayangin nikah sama Vino, dengan penyamaran Vino di tengah tengah acara kebongkar semua karyawan Vino yang merendahkan penyamaran Vino mendadak nunduk karena takut sudah merendahkan penyamaran Vino.
" Senyum senyum sendiri mikirin apa sayang?" Tanya Vino melihat Angel
" Ah enggak kok sayang, aku enggak memikirkan apa apa." Ucap Angel senyum senyum sendiri
" bohong, hayo ngaku" Lanjut Vino, Vino ngelitikin Angel, Lukman melihat Vino dan Angel cuman bisa geleng geleng kepala
" Iyah Iyah ampun sayang, tadi aku bayangin kita nikah kamu pakai baju seperti ini. terus di tengah acara kamu buka identitas kamu, bikin karyawan yang menghina kamu langsung pada diem dan nunduk karena malu sudah menghina bos sendiri." Lanjut Angel terus terang
" Astaga sayang, kamu memangnya mau nikah sederhana atau pernikahan mewah?" Tanya Vino menatap Angel
"Karena calon suami aku karyawan dan rekan kerjanya banyak, di sesuaikan saja sayang maksimal dua ratus lima puluh orang undangan sayang." Lanjut Angel tersipu malu
" Dengan senang hati sayang, setelah kita puas ngerjain bapak langsung lamaran resmi ya sayang." Lanjut Vino melihat Angel
__ADS_1
" Oke sayang" Lanjut Angel, sebenernya Angel enggak tega bapak nya di kerjain tapi niat Angel sudah mantap untuk memberikan efek jera ke Teguh supaya enggak mudah merendahkan orang lain.