CEO MENCARI ISTRI

CEO MENCARI ISTRI
Nguji kesabaran Vino


__ADS_3

Vino melihat jam tangannya sudah menunjukan jam setengah empat sore, Vino langsung ngajak bodyguard masuk mobil dan siap siap berangkat ke ruko karena Angel sudah menunggunya.


" Pak Vino, anda enggak mengganti baju? kata bodyguard disana, Angel dan pak Teguh lagi sibuk layani pembeli pak." Tanya Bodyguard melihat Vino duduk santai


" Astaga hampir saya lupa, ada gunanya saya ngajak kamu, kamu tunggu ditempat bodyguard yang ada disana, pas saya mau pulang siap siap antarkan saya. pastikan aman saat saya keluar dari ruko." Ucap Vino, Vino langsung ganti baju dan memakai baju Budi pekerti


" Sudah beres deh, enggak sabar mau ketemu sama my Angel." Ucap Vino bahagia


" Pak, anda kan pura pura jadi supir, kenapa enggak bawa mobil saja. saya yang nunggu anda? maaf tugas saya mengingatkan penyamaran anda?" Tanya Bodyguard , sepertinya Vino lupa pekerjaan penyamarannya.


" Baiklah, kamu tunggu saya di indoapril saja yah. saya akan telefon kamu kalo sudah mau pulang." Perintah Vino


" Baik pak Budi" Ledek Bodyguard melihat Vino


" Jangan ketularan jomblo irian enggak baik" Tegas Vino enggak suka bodyguard meledek dirinya


" maafkan saya pak Vino" Lanjut Bodyguard dengan menyesal


Vino langsung turun dari mobil begitu juga dengan Ilham bodyguard nya, Vino langsung masuk mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang, sedangkan Ilham menunggu Vino di indoapril selama Vino menjalankan penyamarannya


Dilain sisi, Angel senyum bahagia saat melihat mobil Vino datang ke ruko, Angel yang tahu kalo Budi yang bawa mobil bosnya langsung menghampiri Vino.


" Sayang maaf telat" Ucap Vino pelan


" Enggak masalah sayang, hayo masuk kedalam ruko, aku sudah masak untuk kita." Ucap Angel senyum bahagia


" Bapak mana?" Tanya Vino penasaran

__ADS_1


" Lagi mandi sayang, katanya sore sampai malam aku yang jaga toko. yah sudah aku ajak ketemuan disini sama kamu." Lanjut Angel, Angel mengajak Vino untuk masuk kedalam ruko.


" Dimakan sayang, cemilan yang aku buat." Ucap Angel, Angel membuka kotak makan isi kue kue


" Terimakasih sayang, pulang kerja dikasih kue manis semanis yang bikin" Gombal Vino, Vino bahagia karena Angel bisa masak


" Ngapain si culun kesini, sana pulang enggak pantas kamu disini." Bentak Teguh tiba tiba datang


" Astagfirullah bapak, jangan seperti ini sama Budi, Budi juga temen Angel pak." Ucap Angel sedikit marah


" Sial, kalo enggak lagi menyamar sudah saya buang nih orang" Batin Vino kesel


" Tapi bapak enggak suka kamu berteemen sama cowok culun, bapak malu Angel malu. masa anak bapak yang cantik seperti ini punya temen culun dan jelek seperti Budi. lebih baik Budi sekarang pulang" Perintah Teguh enggak suka sama penyamaran Vino sama sekali


Vino bener bener merasa direndahkan penyamarannya sama Teguh, tapi Vino enggak ingin merusak penyamarannya karena emosi.


" Baik, Angel dan pak Teguh saya permisi dulu" Ucap Vino berusaha menahan amarahnya


" Jangan sedih Angel, lain kali aku kesini, jangan melawan bapak lagi yah. aku pulang dulu." Lanjut Vino semakin kesel


" Pulang sana culun" Bentak Teguh kesel dan enggak suka ada cowok culun mendekati anaknya.


Vino akhirnya mengalah untuk pulang, dari pada membuat Angel nangis dan melawan bapaknya terus. Vino menghapus air matanya Angel saat Angel dan Vino ada disamping pintu mobil.


" Sudah sayang, jangan nangis aku enggak masalah kok, yah sudah aku pulang yah sampai besok lagi sayang, jangan nangis dan berantem sama bapak karena aku yah." Ucap Vino mencium keningnya Angel, sejujurnya Vino sangat kesel diperlakukan seperti tadi sama Teguh, Vino enggak pernah memperlakukan orang seperti Teguh memperlakukan dirinya Segitu parah. tapi Vino berusaha sabar demi Angel


" Iyah sayang, besok kita jalan jalan saja yah, biar kamu enggak disakiti lagi sama bapak." Ucap Angel berusaha berhenti nangis.

__ADS_1


" Iyah sayang aku setuju, yah sudah masuk sana sebelum bapak kesini semakin marah. i love you my Angel." Lanjut Vino berusaha senyum supaya Angel enggak kefikiran terus menerus


" I love you too sayang, hati hati dijalan sayang." Lanjut Angel senyum manis, Angel mundur membiarkan Vino menutup pintu mobil, Angel senyum melihat Vino yang memundurkan mobilnya.


" Maafkan ayah aku sayang, terlalu merendahkan kamu." Batin Angel kesel, Angel masuk kedalam ruko, beruntung Teguh sudah kembali ke kamarnya.


Dilain sisi, Vino yang kesel dari ruko, memutuskan untuk pulang ke rumahnya, Vino menjemput Ilham bodyguardnya yang ditinggal tadi. Vino turun dari mobil dan jalan ke kursi belakang mobil membiarkan Ilham membawa mobilnya.


" Anda kenapa? cepat sekali pulangnya?" Tanya Ilham penasaran


" Saya bener bener diuji kesabarannya sama Teguh sial kalo dia bukan orang tuanya Angel sudah saya pecat dan saya usir dari ruko dan rumah saya." Ucap Vino kesel, Vino rebahan dikursi belakang


" Pasti direndahkan lagi yah pak, maaf kalo saya kurang sopan." Lanjut Ilham merasa takut ikut campur


" Iyah, bapaknya Mandang rendah penyamaran saya, dibilang miskin dan culun enggak pantas berteman apa apa lagi pacaran sama Angel yang cantik. dia enggak sadar diri kehidupannya saja serba kekurangan. kalo bukan program perusahaan yang saya buat mana dia dapat keistimewaan dari saya." Lanjut Vino kesel


" Memang seperti itu pak, keluarga cewek sering memandang rendah keluarga cowok. walaupun sekedar berteman tapi status sosialnya enggak masuk kriteria sudah deh enggak dianggap pak. apa lagi mau ngajak nikah pak, bakal direndahkan lebih parah kalo enggak sanggup memenuhi keinginan anaknya." Penjelasan Ilham


" Soalnya saya pernah merasakan hal itu pak Vino" Sambung Ilham melihat Vino yang masih emosi


" Perempuan banyak maunya, entah dari orang itu sendiri maupun keluarganya. seperti Angel dan Teguh , bener bener nguji kesabaran saya terus menerus tuh orang. kalo enggak memikirkan Angel bakal melawan ayahnya yang terlalu sombong dan enggak sadar diri, sudah saya lawan tadi." Lanjut Vino, Vino membenarkan posisi duduknya


" Terus anda mau lanjut penyamaran atau enggak? kasihan juga Angel yang selalu sedih melihat pak Vino direndahkan sama orang tuanya.tapi enggak bisa berlebihan membela bapak sebagai kekasihnya." Lanjut Ilham melihat Vino yang terlihat bingung


" Entahlah saya bingung, kalo kesana sebagai diri sendiri Teguh sikap dan ucapannya lebih manis. dan seakan Angel lebih cocok sama status sosial saya diatas dia. enggak seperti ini selama penyamaran saya di rendahkan dan dihina habis habisan. kan bikin bingung jadinya." Lanjut Vino frustasi


" Anda pikirkan apa baiknya untuk hubungan anda dan Angel pak, membahagiakan perempuan yang kita cintai memang enggak mudah pak. butuh banyak pengorbanan pak Vino." Lanjut Ilham melihat Vino

__ADS_1


Ilham yang sudah mengalami gagal menikah karena status sosial, tentunya tahu apa yang dirasakan Vino saat ini. Vino dilema antara menjadi diri sendiri atau mempertahankan penyamarannya yang pasti akan selalu sakit hati sama ucapannya Teguh yang seenaknya


Yuk, berikan like,hadiah,komentar, dan Vote. supaya bos bucin dikasih solusinya. ditunggu kelanjutannya


__ADS_2