CEO MENCARI ISTRI

CEO MENCARI ISTRI
Berani sekali kalian serakah


__ADS_3

Angel yang mendadak diperintahkan untuk menemani ayahnya di Jakarta akhirnya nurut saja, Angel merapihkan baju baju kedalam tas. Angel membawa beberapa makanan untuk dijalan, Vino yang melihat Angel sibuk merapihkan barang bawaannya cukup puas rencananya berjalan dengan lancar.


" Budi, kamu yakin enggak masalah sendirian disini?" Tanya Angel melihat Vino didepan pintu kamarnya


" Enggak masalah Angel, semangat bekerja selama tiga hari yah." Ucap Vino pura pura sedih


" Saya akan muncul sebagai Vino didepan kamu, selama kita di Jakarta." Batin Vino enggak sabar


" Ya sudah yuk kedepan" Sambung Vino, Vino membawa plastik berisi cemilan, buah,dan minuman segar.


Vino dan Angel langsung jalan kedepan, Vino membantu Angel memasukan barang bawaannya kedalam mobil.


" Bawa mobilnya jangan ngebut dan nyalip yah" Ucap Vino tegas melihat Bodyguard dengan tatapan tegas


" Baik pak Budi" Ucap Bodyguard melihat Vino


" Yah sudah kita duluan Budi" Ucap Angel, Angel sejujurnya bingung kenapa supir yang menemaninya memanggil Budi dengan sebutan pak?, Tapi Angel berusaha enggak peduli


Mobil Perlahan meninggalkan ruko, Vino dan bodyguard langsung masuk kedalam ruko. Vino melepaskan penyamaran nya mengganti baju formalnya, Vino akan sampai Jakarta duluan menggunakan jet pribadinya.


" Kamu buka ruko ini seperti biasanya, jangan tidur di kamarnya Angel, selama tiga hari kamu disini." Perintah Vino, Vino masuk kedalam mobilnya


" Baik pak Vino, hati hati dijalan." Ucap bodyguard berusaha santai


Mobilnya Vino perlahan meninggalkan ruko, Vino langsung menelpon Lukman menanyakan jetnya siap atau belum, Vino akan sampai di Jakarta dalam waktu tiga puluh menit dengan menggunakan jet pribadinya, Vino sengaja pagi pagi sekali Angel berangkat ke Jakarta supaya Vino sampai di perusahaannya masih paginya.


" Jet siap lepas landas Vin, di bandara sudah ada bodyguard yang siap jemput kamu langsung ke kantor." Ucap Lukman diseberang telefon


" Bagus, jangan biarkan lima tikus got kabur, dan aman kan bukti korupsi mereka. Saya sudah berbaik hati memanjakan karyawan masih kurang saja." Perintah Vino kesel

__ADS_1


" Siap pak, sebelum anda perintah saya sudah amankan semuanya. Dan mereka dengan muka tembok masuk masuk kerja, mereka enggak tahu anda sudah tahu kecurangan mereka." Lanjut Lukman, Lukman memantau Vino yang sudah jalan menuju bandara


" Kerja cepat dan cerdas Lukman" Lanjut Vino memuji kinerja Lukman, Lukman selalu bisa diandalkan


Vino Bener bener kecewa mendengar karyawannya ada yang korupsi uang perusahaan, Vino sudah menyiapkan ruangan khusus untuk ngamuk didepan karyawannya yang serakah.


Dilain sisi, Angel menikmati sarapannya didalam mobil, Angel enggak sabar ketemu sama bapaknya selama tiga hari di Jakarta, Angel berharap bisa ketemu langsung sama Vino yang selalu sibuk.


" Pak, apa pak Vino sering ke Ruko?" Ucap Angel penasaran


" Sering nona, oh yah pak Vino sudah pulang ke rumah nona, rencananya Pak Vino ke ruko dua hari lagi, untuk ngecek dagangan disana." Ucap bodyguard, bodyguard sudah diperintahkan apa saja yang dibahas sama Angel, dan diancam jangan sampai salah bicara.


" Alhamdulillah akhirnya bisa ketemu langsung, kebetulan sekali saya di Jakarta tiga hari pak, oh yah jangan panggil nona panggil saja Angel. saya juga juga sama seperti bapak karyawannya pak Vino." Lanjut Angel malu, karena dipanggil nona jelas jelas Angel karyawan biasa kenapa dipanggil nona fikir Angel penasaran


" Enggak masalah nona" Lanjut bodyguard dengan cuek, Zikri tahu Angel adalah gadis incaran Vino yang akan dijadikan calon istrinya. jadi wajar dipanggil nona.


Dilain sisi, Jet pribadinya Vino sudah sampai di bandara, Vino langsung ke kantornya, Vino enggak habis fikir ada karyawan nya yang serakah padahal kebutuhan karyawan sepenuhnya dituruti sama Vino. contohnya adanya toko buku penghasilan toko buku lima puluh persen membantu kebutuhan anak anak karyawan yang ingin mendapatkan buku dan alat tulis sekolah sedangkan lima puluh persen untuk biaya operasional toko buku, begitu juga dengan toko seragam sekolah, dan toko laptop. lagi lagi Vino enggak mendapatkan keuntungan sama sekali asalkan uang investasi nya berguna dan meringankan kebutuhan keluarga karyawan, bahkan Vino membuka toko sembako lagi lagi keuntungannya untuk kebutuhan istri istri karyawan dan keluarganya. Vino memanjakan karyawan nya secara berlebihan enggak merasa kekurangan selama kerja di perusahaannya Vino, tapi kenyataannya ada saja karyawan yang masih merasa kurang gaji dan fasilitas kantor yang dikasih secara cuma cuma.


" Pak Vino?" Ucap Manajer keuangan kaget melihat Vino keluar


" Semprot mereka" Perintah Vino penuh amarah


Bodyguard dengan senang hati menyiram lima karyawan korupsinya dengan air, siram karyawan seperti menyiram tanaman.


" Apa masih kurang fasilitas, yang saya berikan karena Jabatan dan fasilitas untuk keluarga kalian?" Tanya Vino penuh amarah


" Saya engga memperhitungkan pemasukan toko toko yang saya dirikan demi kesejahteraan karyawan, saya enggak mempermasalahkan cuman investasi tanpa mendapatkan keuntungan. tapi kalian serakah dengan uang perusahaan, berani sekali kalian korupsi enggak tahu terimakasih hah.?" Bentak Vino semakin marah, Vino langsung siram kelima karyawan yang duduk di kursi tangannya diikat.


" Kita selama ini coba sabar dan memahami kebutuhan kalian, kok semakin lama semakin parah selama tiga tahun loh kalian seperti ini mengambil uang perusahaan dan nipu clien bukannya kita enggak tahu kecurangan kalian." Bentak Lukman yang kesel, Lukman saja enggak berani curang

__ADS_1


" Maafkan saya pak, karena kebutuhan istri yang berlebihan dan selalu merasa kurang." Lanjut manajer keuangan, mulai merasa dingin karena disiram terus menerus


" Kalo kurang dibina istrinya supayaa bisa bersyukur, pakai otak kamu bagaimana gaji kamu cukup, padahal kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan pendidikan anak kalian perusahaan tanggung, kalian cuman bayar sekolah dan transportasi saja. manusia serakah enggak akan pernah puas" Bentak Vino, Vino menghajar wajah kelima karyawan serakah satu persatu.


" Mereka mau kita apakan pak?" Tanya Lukman melihat Vino


" Tarik semua barang barang mewah mereka, yang mereka pakai dari uang perusahaan yang mereka ambil diam diam, ambil paksa barang barang yang sudah kita berikan. awasi mereka kalo bikin masalah. miskinkan mereka, dalam waktu dua puluh empat jam" Perintah Vino marah, sejujurnya Vino enggak tega, tapi mereka terlalu serakah dalam bekerja dan enggak bersyukur sama sekali


" Jangan pak saya mohon, saya punya anak yang masih butuh biaya sekolah maafkan saya pak maafkan saya." Ucap manajer pemasaran


" Saya pergi, kalian urus semuanya, kerahkan semua bodyguard untuk rebut paksa barang barang mereka, didepan muka mereka biar tahu rasa dan enggak bersyukur sama sekali, mana ada bos seperti saya yang rela buka banyak toko demi kebutuhan karyawan." Bentak Vino, Vino menyiram karyawan karyawan serakah nya terakhir kalinya.


Vino masuk kedalam rumah dengan amarah yang memuncak, dua bodyguard bawa satu karyawan serakah untuk jalan ke mobil yang sudah disiapkan untuk ambil paksa barang barang yang dibeli dari mengambil uang perusahaan. kelima karyawan serakah dengan pasrah ikut bodyguard membawa mereka, Kini tinggal penyesalan, bingung hari harinya kehilangan pekerjaan dan barang mewah, rasa malu sama tetangga karena akan ketahuan selama ini jadi maling di perusahaan tempat bekerja.


Dilain sisi, Lukman Melihat Vino yang lagi duduk santai di dapur, sambil minum. Lukman membahas selanjutnya posisi manajer kini kosong sedangkan misi Vino belum selesai, Membuat Lukman serba bingung dengan kondisi yang ada.


" Untuk sementara waktu Angel tetep disini saja, biar Angel melihat saya sebagai Vino beberapa hari, saya engga ada di perusahaan kok banyak tikus. saya enggak ingin jauh jauh dari Angel." Ucap Vino melihat Lukman


" Dasar masih sempet sempatnya mikirin deketin Angel" Batin Lukman enggak habis fikir sama keinginan Vino


" Baik Vin, Berarti mulai besok sudah mulai kerja?" Tanya Lukman penasaran


" Iyah, kumpulkan semua karyawan di aula, saya ingin menyampaikan beberapa hal supaya engga ada lagi kejadian korupsi seperti ini lagi, saya enggak memperhitungkan toko toko yang saya miliki demi kebutuhan karyawan, tapi kalo masih ada yang merasa kurang kan bikin rugi perusahaan." Perintah Vino tegas


" Baik Vin, akhirnya kembali seperti semula ya pak Budi pekerti. hahaha" Ledek Lukman sambil ketawa puas


" Sialan" Protes Vino, Vino langsung meninggalkan Lukman, Vino ngajak Lukman ke ruang kerjanya. merencanakan rapat besar besaran besok.


Duh pak Budi pekerti kalo marah serem juga yah, nyiram orang berasa nyiram tanaman yah Budi eh Vino saking keselnya yah. 😂😋

__ADS_1


Episode harii ini bersambung guys, sambil nunggu episode selanjutnya jangan lupa hadiah dan vote nya yah, supaya saya semakin semangat nulisnya. 😂😘


__ADS_2