
Angel baca novel yang diberikan Vino membuat Vino yang melihatnya tersenyum bahagia, enggak sia sia memberikan buku yang diinginkan angel.
" Jalan jalan yuk, keliling Jakarta mau enggak?" Ajak Vino melihat Angel
" Memangnya enggak merepotkan pak Vino?" Tanya Angel melihat Vino
" Enggak kok, kamu mau kemana? Saya anterin sampai malam kalo betah?" Tanya Vino yang ingin ngajak Angel jalan jalan
" Enggak usah pak terimakasih, sekarang kunjungan kerja kemana lagi?" Tanya Angel gugup, sejujurnya Angel bingung kenapa merasa bahagia didekat Vino asli yang dianggap baru ketemu
" Males ah, besok saja kunjungan kerjanya sekarang mau jalan jalan saja, bagaimana kalo kita ke Monas?" Tanya Vino gemes melihat Angel diajak jalan susah sekali
" Terserah Pak Vino saja" Lanjut Angel berusaha santai
" Oh yah panggil Vino saja, kalo enggak di toko atau di perkebunan yah. memangnya saya sudah setua itu dipanggil bapak" Lanjut Vino kesel
" Maaf, kan atasan saya, baik saya panggil Vino' lanjut Angel pasrah
__ADS_1
Vino yang mendengarnya langa tersenyum bahagia, Vino melajukan mobilnya ke Monas kawasan wisata yang selalu diminati masyarakat Jakarta bahkan mancanegara.
Dilain sisi, Lukman mengumpulkan bukti-bukti kecurangan bendahara di toko buku, Lukman salut sama Vino yang ngajak ngobrol santai langsung tahu kesalahan karyawannya. Lukman kaget melihat perbedaan laporan yang diberikan bendahara dan dari email.
" Salut sama bos bucin, bersiap siap besok mendapatkan amukan Vino lagi, manusia enggak bersyukur sudah mendapatkan gaji besar dan fasilitas masih saja kurang." Ucap Lukman, Lukman langsung mengumpulkan bukti-bukti kecurangan bendahara
Lukman melakukan audit di beberapa toko yang disiapkan Vino untuk membantu kebutuhan karyawan ternyata masih saja ada yang merasa kurang.
Dilain Sisi, Angel yang baru pertama kalinya jalan jalan di Jakarta langsung bahagia, apa lagi diajak sama bos sendiri, Angel merasa enggak asing sama Vino tapi Angel enggak berani salah tanya kwartir bosnya salah faham.
" Angel menurut kamu Budi bagaimana sikap atau kepribadian nya." Ucap Vino Melihat Angel yang lagi menikmati makan kerak telor
" Dia memang pekerja keras, enggak menyangka betah sekali kerja Disana." Ucap Vino muji diri sendiri
" Bener pak Vino, entah kenapa saat ada Budi kehidupan karyawan di perkebunan lebih baik." Batin Angel yang merasa kan di manja apapun yang diinginkan selalu dipenuhi sama Budi abal abal
" Bagaimana doyan jajanan khas Jakarta yang ada di sini?" Tanya Vino melihat Angel dengan lahapnya menikmati kulinernya.
__ADS_1
" Doyan Vino, jajanan khas kota ini enak enak semuanya." Lanjut Angel menikmati kuliner hari ini
" Kita bungkus yang banyak yah, buat Lukman dan bapak kamu juga" Lanjut Vino santai
" Pak tolong bungkus masing-masing enam enam yah" Sambung Vino ke pedagang makanan khas Jakarta
" Baik tuan, tunggu sebentar." Ucap pedagang makanan ramah, mulai memasukan makanan yang dipesen sama Vino
" Mau coba minumannya juga? minuman disini enak enak khas Jakarta, kalo hari Jum'at biasa nya seluruh karyawan saya berikan minum khas Jakarta." Tanya Vino melihat Angel
" Ya ampun Vino, enggak usah terimakasih, masa selalu tanya saya sih jadi enggak enak saya menerimanya, makanan saja sudah lebih dari cukup terimakasih yah." Tolak Angel berusaha sopan
" Yah sudah kalo enggak mau" Lanjut Vino sedih tapi bangga sebanyak apapun Vino memberikan kemewahan dan makanan enak sama Angel enggak membuat Angel enggak tahu diri.
" Semuanya seratus ribu" Ucap pedagang makanan khas Jakarta
Vino mengeluarkan uang dari dalam dompet dan langsung mengajak Angel melanjutkan kulinernya, Angel bingung kenapa Vino ngajak jalan jalan seolah-olah mereka sudah lama kenal.
__ADS_1
bos bucin enggak mau melewatkan kesempatan untuk memanjakan my Angel, sambil nunggu new episode kebucinannya Vino ke Angel bisa kali hadiahnya dan Votenya.