
Vino pertama kalinya kembali kerja setelah kecelakaan, walaupun Vino lupa ingatan tapi Lukman pelan pelan menjelaskan perusahan perusahan milik Vino, terutama tempat usaha yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan karyawan.
" Sial, karyawan enggak tahu diri, saya sudah mendirikan. banyak tempat usaha untuk kebutuhan karyawan tapi masih saja ada yang merasa kurang. pecat karyawan yang merugikan kita, dan miskin kan mereka dengan cara kita. enak saja" Bentak Vino kesal, Vino memeriksa laporan keuangan dari tempat tempat usahanya.
" Baik Vino, akan saya urus semuanya, saya juga enggak rela ada tikus lagi setelah pemecahan massal waktu itu" Ucap Lukman kesal, karena dimiskinkan enggak membuat karyawan karyawan Vino takut
dilain sisi, Angel membantu Teguh melayani pembeli yang semakin lama semakin berkembang julannya Vino, Angel sampai kualahan pun. membantu tokonya Vino
" Alhamdulillah yah semakin banyaknya pembeli buah buahan dan jus semakin melelahkan." Ucap Beby bahagia karena bosnya semakin bekembang jualannya
" Iyah Alhamdulillah sekali, oh yah ke kantor nya Vino yuk beby, kita ke sana bawain makanan dan makan bareng" Ucap Angel, Angel memasukan masakannya kedalam kotak bekel
__ADS_1
" Ide yang bagus, sekalian makan bareng pacar masing masing yah." Lanjut Beby yang setuju sama idenya Angel
Angel dan Beby siap siap untuk ke kantornya Vino, Beby sengaja bawa tas sedikit besar untuk simpan kotak makan supaya Teguh enggak curiga.
Dilain sisi, Vino pegang kepalanya berada mengingat kejadian yang sama beberapa bulan lalu, Lukman yang tahu Vino berusaha mengingat kejadian pemecatan massal. langsung kasih obat sakit kepala nya Vino
" Duduk dulu Vin, Jangan terlalu memaksa masa lalu Vin, yang penting masalah kan selesai." Ucap Lukman berusaha menenangkan Vino
" Yah sudah istirahat saja dulu, pekerjaan hari ini enggak terlalu banyak jadi bisa istirahat kamu disini. kalo sudah enakan baru bisa lanjut kerja lagi." Lanjut Lukman, Enggak tega melihat Vino kesakitan begitu terus
" Terimakasih Man, saya istirahat dulu kalo begitu." Lanjut Vino berusaha untuk tidur.
__ADS_1
Lukman enggak mau ganggu istirahatnya Vino, lebih memilih kembali ke ruangannya, kembali melanjutkan pekerjaannya.
Dilain sisi, Angel dan Beby menikmati macet dan panasnya ibu kota, Angel berusaha santai menunggu macet sambil mengirimkan Whatshapp ke Lukman. Angel kaget saat membaca balasan Lukman.
" Tenang saja Angel, Lukman tahu apa yang harus dilakukan untuk nolongin pak Vino yang kambing sakitnya." Ucap Beby yang melihat Angel panik
" Iyah Beby, tapi saya enggak tega Vino selalu seperti ini kalo ingat sesuatu tahu. apa perlu bapak saya tahu kondisi Vino dan minta maaf sama Vino" Ucap Angel menyesal enggak bisa melarang Teguh untuk enggak iseng berlebihan sama Vino
" Kita bahas saja sama Lukman, saya yakin kok Lukman pasti punya alasan semua tetep aman dan damai seperti ini. sudah jangan difikirkan terus, bantu pak Vino sembuh saja Angel, enggak usah bahas ke pak Teguh segala." Lanjut Beby, Beby tahu penyamaran Vino waktu itu atas perintah kedua orang tuanya Vino yang ingin melihat perjuangan anaknya mendapatkan calon istri, yang status sosialnya beda jauh.
" Iyah sudah deh, saya ngalah saja bagaimana baiknya. walaupun saya merasa bersalah sama Vino." Lanjut Angel enggak tega melihat kondisinya Vino yang selalu sakit kepala karena penyakit amnesia nya
__ADS_1