
Vino memantau perkembangan bisnisnya, dan perkembangan perusahaannya Vino mijit kepalanya yang terasa pusing ternyata banyak client yang menggagalkan kerjasama cuman karena bukan Vino yang datang sendiri setiap rapat. Lukman sebenarnya enggak tega kasih tahu hal ini ke Vino tapi Lukman enggak ada pilihan lain selain jujur sama Vino, karena perusahaan enggak mengalami peningkatan pemasukan perusahaan.
" Maafkan saya Vin, enggak jujur dari awal. tapi saya selalu berusaha membuat perusahaan mendapatkan keuntungan terus menerus." Ucap Lukman merasa bersalah
" Huff, memang sudah waktunya saya kembali fokus sama pekerjaan saya. tapi bagaimana dengan hubungan saya sama Angel masa harus LDR sih baru juga pacaran?" Tanya Vino bingung
" Ngapain bingung sih bos bucin, kamu kan bisa menjual toko itu dan minta Angel pindah ke Jakarta beres kan. kalian bisa tetep pacaran dan ketemuan." Lanjut Lukman memberikan ide buat Vino
" Dengan penampilan yang mana?" Tanya Vino yang seolah otaknya macet untuk berfikir
" Astaga, selain bucin tapi oon juga yah, saya minta bodyguard untuk mengawasi kegiatannya Teguh dan Angel selama tinggal di Jakarta. saya pastikan penyamaran kamu aman dan kamu tetep bisa fokus menjalankan perusahaan Vin. bagaimana?" Tanya Lukman melihat Vino
" Ide yang bagus, yah sudah besok bilang Angel siap siap bawa barang pribadi dia. dan bilang bodyguard untuk tetep di ruko selama kita belum mendapatkan pembeli ruko itu. saya enggak ingin kehilangan cinta saya Man." Lanjut Vino yang pusing, pusing karena di Jakarta dirinya akan menjalankan dua karakter sekaligus.
" Nah setuju saya, ya sudah kamu juga siap siap barang barang kamu rapihkan, terus rumah ini juga di jual?" Tanya Lukman, sejujurnya mubazir membuang uang beli rumah cuman sebentar ditempati.
" Apa rumah dan ruko tetep ada saja yah, kalo lagi jalan jalan kesini kan enggak usah susah mencari tempat tinggal. kamu cari bodyguard yang mau tinggal disini dan ngurus toko juga. toh saya dan Angel akan kesini juga ngambil buah buahan kan." Ide Vino, vino enggak suka sembarangan jual jual barang dan rumah yang sudah dibeli
" Oke saya proses semuanya." Lanjut Lukman pasrah
Lukman mulai mencari bodyguard yang mau tinggal disini dan mengurus toko juga, Vino fokus kirim WhatsApp Angel. Lukman yang melihat Vino cuman bisa menahan kesel saja. Tapi Lukman enggak bisa marah sama Vino, berusaha memahami status Vino sekarang yang pacarnya Angel.
Dilain sisi, Angel mencuci bajunya, Angel bahagia sekali, selama tinggal di ruko kehidupan Angel jauh lebih baik bahkan untuk mencuci baju disiapkan mesin cuci sama Vino, perlengkapan masak, dan setrika baju. pun disiapkan sama Vino, Angel merasa beruntung mempunyai bos yang segitu perhatiannya.
" Alhamdulillah akhirnya, beres juga bahagianya yah Allah punya mesin cuci jadi enggak usah capek-capek cuci pakaian pakai tangan lagi." Batin Angel langsung mengeringkan baju bajunya.
Angel melanjutkan merapihkan ruko dan siap siap untuk istirahat, seharian cukup melelahkan untuk Angel hari ini.
__ADS_1
Pagi yang begitu cerah, Memulai aktifitas dengan harapan harapan baru. Lukman dan Vino siap siap ke ruko dan menjalankan rencana untuk pulang ke Jakarta ajak Angel dengan rencana yang sudah disusun semalam.
" Bagaiman persiapan di tempatnya Teguh apa sudah dipasangkan CCTV?" Tanya Vino penasaran
" Tenang saja, semuanya beres, bodyguard yang mengawasi aktifitas Teguh dan Angel sudah siap. dijamin semuanya aman sesuai rencana." Ucap Lukman optimis
" Kerja yang bagus Lukman, enggak menyangka semuanya secepat kilat. apalagi Teguh enggak curiga sama sekali, saya salut sama kamu selalu bisa diandalkan." Puji Vino melihat asistennya yang serba bisa dan bisa diandalkan
" Terimakasih pujiannya bos bucin, lebih cepat lebih baik kamu bisa secapatnya kembali sebagai Vino walaupun sorenya jadi Budi setiap ketemu sama Angel. kamu ditemani sama bodyguard supaya penyamaran kamu tetep aman." Saran Lukman melihat bosnya
" Apapun rencana kamu, saya selalu setuju saja Man." Lanjut Vino enggak sabar kembali ke Jakarta
Dilain sisi, Angel masak untuk sarapan bareng Vino dan Lukman, Angel sambil merapihkan bekas masaknya sebelum Lukman datang ke ruko.
" Alhamdulillah gorengan dan nasi uduknya jadi, semoga Budi dan pak Lukman doyan." Ucap Angel, Angel menata makanan di meja makan.
" Selamat pagi my Angel" Sapa Vino masuk ke dapur, Vino senyum bahagia melihat Angel yang selalu terlihat cantik.
" Selamat makan Angel sayang, selamat makan jomblo irian." Lanjut Vino ngelirik Lukman
" Ini orang bener bener, enggak bisa balas ledekan dia didepan Angel. sial bener." Batin Lukman kesel melihat Vino
" Masakan kamu selalu enak Angel, jadi koki di rumah saya mau enggak?" Tanya dan goda Lukman melihat Angel
" Jangan mau Angel, pak Lukman enggak pernah makan di rumah. hey jangan goda pacar orang dong pak." Protes Vino kesel sama idenya Lukman
" Kenapa cemburu? lumayan loh jadi koki bisa belajar masak masakan yang lebih enak enak" Goda Lukman semakin puas
__ADS_1
" Saya enggak cemburu kok, yah sudah terserah my Angel saja mau atau enggaknya menerima tawaran bapak." Protes Vino melotot, Vino injek kakinya Lukman
" Au, sial dia marah hahahaha sukurin." Batin Lukman, Lukman merasa kakinya sakit diinjek Vino
" Maaf pak, saya enggak bisa jadi koki, maaf kalo enggak profesional tapi Budi enggak mau saya jadi koki di rumah anda." Lanjut Angel merasa bersalah
" Ngapain minta maaf sayang, ada saatnya kamu nolak tawaran jomblo itu sayang. enakan penjaga buah cinta yah sayang" Lanjut Vino gombal
" Cih, dia justru gombal. bener bener yah aji mumpung" Batin Lukman semakin kesel.
Angel tersenyum malu sama perdebatan aneh Lukman dan Budi alias Vino, Angel merapihkan bekas makan dibantu sama Vino sedangkan Lukman cuman lihatin bos bucinnya yang cari perhatian dengan sibuk membantu Angel, andaikan Angel tahu Budi Abal Abal sama sekali enggak pernah cuci piring dan merapihkan rumah. sungguh cari perhatian yang sukses.
Setelah makan, Angel, Lukman, dan Vino. langsung jalan ke depan ruko merapihkan buah buahan setelah selesai, Lukman kasih tahu rencana Angel dipindah tugas ke Jakarta bareng Teguh bapaknya. sejujurnya Angel bingung tapi enggak mau diambil pusing nurut sama perintah atasannya.
" Budi kembali jadi supir di rumahnya Pak Vino, kalian masih bisa ketemu saat sore hari pas pulang kerja. pak Vino kasih dispensasi jam kerja untuk Budi jadi kalian masih bisa menjalankan asmara kalian selama tinggal di Jakarta." Penjelasan Lukman dengan bohong
" Padahal saya betah loh pak kerja di toko buah buahan." Ucap Vino asal
" Ini orang bener bener" Batin Lukman kesel
" Enggak bisa Budi, biar Angel saja yang membantu Teguh disana, kamu kembali jadi supir." Tegas Lukman kesel, bisa bisanya Vino bersandirawa
" Kapan saya ke Jakarta pak?" Tanya Angel bahagia, akhirnya bisa bantuin Teguh lebih. lama karena pindah tugas
" Besok pagi kita ke Jakarta bareng, kamu rapihkan saja semua barang barang kamu, nanti saya dan Budi jemput kamu." Perintah Lukman melihat Angel
" Baik pak Lukman, nanti saya rapihkan barang barang saya." Lanjut Angel pasrah dan bahagia
__ADS_1
Vino tersenyum bahagia karena rencana nya akan berjalan dengan lancar, semuanya sudah direncanakan dengan matang. Vino juga enggak sabar memimpin kembali perusahannya.
Jangan lupa like, komentar, hadiah, dan votenya.