
Vino melanjutkan aktifitas untuk mengerjakan pekerjaannya, Vino dan Lukman melakukan audit beberapa keuangan perusahaan, pemasukan dan pengeluaran lebih teliti, Vino merencanakan rapat untuk beberapa toko yang dimiliki Vino untuk memastikan kebutuhan karyawan tercukupi. Vino yang selama dua bulan beraktivitas kasar sebagai kuli dan sekarang kembali menjadi CEO yang sesungguhnya walaupun penuh emosi.
" Lima tikus itu barang barangnya sudah diambil paksa pak, istri mereka ngamuk terus apa mereka masih kerja?" Tanya Lukman melihat Vino sambil meletakkan handphone nya
" Pecat, saya enggak mau memelihara tikus serakah membahayakan perusahaan." Ucap Vino dengan lantang
" Baik pak, akan saya proses, apa mendapatkan pesangon?" Tanya Lukman mengingat mereka punya anak yang masih sekolah
" Jangan kasih, mereka enggak berhak mendapatkan pesangon cukup gaji terakhir saja, mengingat mereka punya anak yang masih sekolah. sekarang mereka sudah jatuh miskin kasihan anak anaknya juga" Lanjut Vino, walaupun benci sama orang tuanya tapi masih ada perasaan enggak tega mengingat ada anak kecil
" Baik pak" Lanjut Lukman bangga sama Vino yang enggak terlalu egois
" Kamu periksa keuangan dari lima toko yang sayaa punya, lihat apa ada tikus atau enggaknya." Perintah Vino melihat Lukman, asistennya bekerja keras untuk perusahaan dan urusan pribadinya
" Baik pak saya periksa" Lanjut Lukman bangga, Lukman lega Vino kembali ke aslinya
Lukman dan Vino melanjutkan pekerjaannya, Vino kembali fokus menjalankan pekerjaannya, Vino seketika lupa sama Angel saat fokus bekerja konsentrasi Vino enggak mudah pecah.
Dilain sisi, Angel membantu Teguh merapihkan dagangnya, Angel bercerita banyak pengalamannya jualan di kota bareng Vino saat menyamar, Angel sangat bahagia diberikan perhatian yang berlebihan dari Vino. kini baju Angel lebih modis dan sudah mulai make-up membuat wajah cantiknya lebih cantik dari sebelumnya. Teguh yang mendengarnya sangat bahagia tahu anaknya baik baik saja.
" Berarti Budi si culun sendirian disana?" Tanya Teguh melihat anaknya
" Iyah pak sendirian, pak jangan selalu menghina orang terus pak enggak enak didengar nya Budi karyawan pak Vino pak enggak enak menghina orang terdekatnya." Tegur Angel merasa enggak enak
" Bapak enggak suka, Budi terlalu deketin kamu, bapak yakin Budi suka sama kamu nak, bapak enggak mau punya menantu yang culun dan orang susah. anak bapak cantik enggak sepantasnya mendapatkan suami orang susah nak apa lagi culun bapak malu." Lanjut Teguh serius melihat Angel
__ADS_1
" Kamu suka sama si culun?" Tanya Teguh curiga
" Enggak pak, cuma Angel enggak enak saja. bapak dengan mudah menghina orang karena fisik bukan hatinya pak. Budi orangnya baik enggak pantas saja orang baik terlalu dihina seperti ini." Lanjut Angel kesel melihat bapaknya
" Ah jangan berlebihan Angel, kamu cantik masa mendapatkan pendamping hidup yang culun bapak malu sama tetangga nak. sudah jangan bantah intinya siapapun yang mau temen sama kamu silahkan asal jangan culun dan hidup susah titik." Bentak Teguh kesel sama anaknya
Teguh meninggalkan Angel, Teguh mencari cara untuk Budi enggak mendekati anaknya. Teguh ingin memiliki menantu kaya raya dan ganteng.
Dilain sisi, Vino bersiap siap untuk ke rumahnya Angel, Lukman yang melihat Vino bersemangat ikut bahagia enggak seperti sebelum kenal Angel. semangat nya Vino Sangat berbeda, Penampilan Vino terlihat cool dan ganteng supaya Angel melihat Vino terkesan mengagumkan ketampanan Vino.
" Saya mau lihat ekspresi Angel pertama kalinya ketemu saya dengan penampilan ini." Ucap Vino penasaran
" Pastinya kagum, apa lagi kamu selalu memanjakan Angel. ya sudah yuk jalan" Ucap Lukman, Lukman langsung masuk mobil
Dilain sisi, Teguh yang hafal mobilnya Lukman langsung menghampiri mobilnya Lukman sampai nunggu Lukman turun dari mobil, Teguh yang melihat Vino ikut turun dari mobil ikut bahagia akhirnya bisa ketemu langsung sama bosnya.
" Apa kabar pak Teguh?" Tanya Vino ramah, Vino yang ingat dirinya selalu dihina karena penyamaran nya sedikit kesel sama Teguh
" Alhamdulillah baik pak Vino, hayo masuk masuk pak Vino dan pak Lukman." Ucap Teguh ramah
" Giliran penampilan begini ramah dan baik dia" Bisik Vino melihat Lukman
" Sabar yang ekstra hadapi calon mertua yang sombong" Bisik Lukman, Lukman tahu pasti perasaan keselnya Vino
Angel yang melihat Lukman, Teguh,dan seorang pria tampan. langsung menghampirinya. Vino bahagia akhirnya ketemu sama Angel lagi.
__ADS_1
" Angel kenalkan ini pak Vino, pemilik perkebunan tempat kita bekerja nak." Ucap Teguh melihat Angel
" Saya Angel salam kenal" Ucap Angel ramah melihat Vino
" Matanya mirip seseorang" Batin Angel merasa enggak asing melihat matanya Vino
" Oh ini pak anak anda, cantik tumben ada disini?" Tanya Vino basa basi
" Bukannya anda yang minta Angel temani saya disini selama tiga hari?" Tanya Teguh penasaran
" Astaga saya lupa" Lanjut Vino terkekeh
" Terimakasih pak Vino atas fasilitas yang anda berikan untuk saya, jagain toko disana, sangat luar biasa pak fasilitas nya." Lanjut Angel melihat Vino
" Santai saja Angel, saya memang selalu maksimal memberikan fasilitas untuk semua karyawan saya. oh yah kalian sudah makan?" Tanya Vino, Vino memang membuat Angel bahagia dengan menikmati makan enakk, baju lebih bagus, dan handphone bagus.
" Saya lagi masak apa kalian mau makan disini?" Tanya Angel, Angel bingung tadi bodyguard Vino mengajaknya untuk belanja
" Boleh Angel, memang sudah jam makan siang." Ucap Lukman cuek
" Yah sudah yuk ke dapur pak Vino dan pak Lukman." Ajak Teguh ramah
Vino dan Lukman ikuti Teguh dan Angel jalan duluan ke dapur, Vino yang sering makan masakan Angel tentunya sangat senang makan nya.
Episode kali ini bersambung guys, sambil nunggu new episode bisa kali hadiah dan vote nya supaya semakin semangat nulis episode selanjutnya 😘😘😘
__ADS_1