CEO MENCARI ISTRI

CEO MENCARI ISTRI
Dasar jomblo irian


__ADS_3

Vino mengantarkan Angel pulang, Vino selalu menggandeng tangannya Angel tanpa ada rasa bosen begitu juga dengan Angel yang enggak protes selalu digandeng sama Budi alias Vino. Kini Angel merasa bahagia karena orang yang dicintainya menjadi kekasihnya.


" Sayang, aku kepikiran sama keinginan bapak aku." Ucap Angel menatap Vino


" Keinginan apa sayang?" Tanya Vino penasaran


" Bapak aku ingin menjodohkan aku sama pak Vino bos kita, semoga bapak merestui hubungan kita yah.dan bapak enggak memaksa aku dijodohkan sama pak Vino karena yang aku cintai kamu bukan pak Vino." Lanjut Angel bingung


" Astaga my Angel, gemes aku sama kamu. kamu membicarakan aku sayang" Batin Vino kesel dan gemes melihat pacarnya.


" Selama kita enggak ketemu sama bapak hubungan kita baik baik saja, kalo pun ketemu aku akan membuktikan aku pantas menjadi pendamping hidup kamu, aku akan melakukan apapun untuk kamu dan hubungan kita selalu bahagia dan tercukupi." Lanjut Vino optimis


Vino melajukan mobil dengan kecepatan sedang, Angel melihat Vino dengan senyum bahagia tiba tiba Angel merasa pernah melihat senyumnya Budi mirip seseorang. lagi lagi Angel bingung sama dirinya saat melihat senyumnya Vino.


Dilain sisi, Lukman memantau pembicaraan Angel dan Vino selama didalam mobil, Lukman merasa bahagia mendengar Vino dan Angel sudah jadian, pengorbanan tenaga dan waktu membuahkan hasil sesuai keinginan Vino.


" Akhirnya bos bucin mendapatkan pacar lebih baik dari mantannya dulu, walaupun dari segi ekonomi sangat jauh tapi sifatnya jauh lebih baik dari pada mantannya. enggak suka kontak fisik lagi. ikut bahagia Vino enggak sembarangan pilih pacar." Batin Lukman, Lukman memperhatikan cctv yang ada didalam mobil


Lukman yang mendengar suara mobil datang, langsung mematikan handphone khusus cctv memantau akitivas bosnya. Lukman langsung jalan kedepan ruko, melihat Vino gandeng tangannya Angel.


" Ehem ehem, gandengan tangan awas jatoh" Goda Lukman melihat Vino yang enggak melepaskan tangannya.


" Apa sih jomblo irian, sana jangan ganggu kita


" Ucap Vino kesel melihat Lukman


" Budi kok ngusir pak Lukman? enggak baik tahu pak Lukman kan bos kita juga." Tanya dan protes Angel


" Biarin sayang, sekali kali pak Lukman jomblo irian ini diusir dari pada jadi penggangu kita sayang." Lanjut Vino dengan santai


" Dasar bos bucin sial" Batin Lukman kesel melihat Vino

__ADS_1


" Saya disini dulu Budi, tanggung saya masih ada kerjaan. males pulang enggak masalah kan Angel?" Tanya Lukman sengaja tanya Angel


" Enggak masalah pak Lukman, yah sudah saya ijin masak dulu yah. permisi" Lanjut Angel sejujurnya bingung melihat Vino dan Lukman, tapi enggak berani banyak tanya. Angel langsung jalan ke dalam dapur


" Asik dapat bonus saya, selamat yah bro akhirnya perjuangan panjang, dan target kamu tercapai juga." Ucap Lukman pelan sambil melihat Vino.


" Iyah bro, saya juga enggak menyangka Angel lebih mencintai kesederhanaan saya dari pada kemewahan saya. perjuangan yang menyenangkan buat saya." Ucap Vino bahagia, akhirnya perjuangan mendapatkan calon istri berhasil selama beberapa bulan ini mendekati Angel.


" Apa rencana kamu selanjutnya Vin?" Tanya Lukman penasaran


" Saya masih bingung Man, nanti deh saya fikirkan bagaimana baiknya. saya juga enggak bisa meninggalkan perusahan terlalu lama kan, enggak tega juga melihat jomblo irian bekerja sendirian. hahaha" Lanjut Vino tertawa puas, lagi serius seriusnya masih bisa ledekin Lukman


" Sial, Apapun keputusan kamu saya selalu mendukung, yah sudah saya besok kembali ke Jakarta yah. menikmati bonus dari bos bucin mau ajak keluarga saya jalan jalan." Lanjut Lukman bahagia.


" Yah sudah sana, biar enggak jadi obat nyamuk lihat saya dan my Angel pacaran. hahaha" Ledek Vino ketawa puas


Lukman dan Vino kembali membahas toko toko milik Vino, dan perusahaan. beruntungnya jarak dapur ke depan pintu cukup jauh jadi Angel enggak denger apapun pembicaraan Vino dan Lukman.


Dilain sisi, Angel memotong sayuran dan mencuci cumi dan udang untuk makan malam bareng Vino dan Lukman, Angel melihat gantungan kunci yang diberikan Vino tadi.


Angel menata makanan di meja makan, ada beberapa buah dan minuman segar. Angel merapihkan alat masaknya setelah selesai baru menyusul Vino yang lagi ngobrol santai sama Lukman.


" Maaf pak Lukman, makan malam sudah siap, yuk makan malam bertiga." Ucap Angel ramah melihat Lukman


" Masak apa?" Tanya Lukman penasaran


" Cumi asin, udang balado, sayur asem,dan sambal terasi. semoga anda doyan masakan saya. hayo Budi dan pak Lukman." Ajak Angel, Angel melihat Vino yang sibuk sama handphone nya.


" Hayo sayang, ngapain ngajak jomblo irian makan bareng." Protes Vino melirik sinis melihat Lukman


" Dasar bos likcnut andaikan bisa mudah ledek dia didepan Angel huff" Batin Lukman kesel

__ADS_1


Vino gandeng tangannya Angel, jalan duluan ke dapur diikuti sama Lukman di sampingnya. Angel mengambilkan nasi untuk Vino dan lauk pauknya, Vino langsung makan nasi yang sudah disiapkan Angel.


" Terimakasih sayang" Ucap Vino tulus melihat Angel


" Sama sama sayang, dihabiskan yah." Ucap Angel melihat Vino


" Masakan kamu selalu enak Angel, beruntungnya Budi bisa menikmati masakan kamu setiap hari. Angel apa Budi sering bantuin masak?" Tanya Lukman sengaja


" Belum pernah pak, saya memang enggak mengijinkan Budi masak pak, biar saya saja yang masak. masa laki laki masakin buat perempuan pak." Ucap Angel, Angel memang enggak pernah meminta Vino untuk masak sama sekali.


" Itu namanya pacar yang pedulian pak Lukman, pacar saya memang baik makannya enggak pernah ngajak masak. terimakasih yah Angel sayang." Ucap Vino sengaja


" Sial, dia sengaja mau bermanja-manja sama Angel." Batin Lukman kesel melihat tingkahnya Vino yang berlebihan.


" Semoga kalian langgeng sampai pernikahan yah, biar Budi selalu dimasakin sama istrinya secantik kamu Angel." Puji Lukman membuat Angel tersipu malu


" Amin pak, semoga saja pak." Lanjut Angel malu


Angel langsung menikmati makanannya, Vino suapin Angel, awalnya Angel nolak karena malu ada Lukman. tapi Vino cuek cuek saja dan dianggap seenaknya Dimata Angel. andaikan Angel tahu siapa Vino tentunya Angel akan sedikit kesel sama penyamaran Vino yang dianggap membohonginya selama ini.


Vino membantu Angel merapihkan bekas makan, dan langsung siap siap untuk pulang. beruntungnya bodyguard sudah selesai merapihkan toko membuat Angel enggak usah capek-capek membersihkan ruko dan barang barangnya.


" Yah ampun, baru mau dikerjain sudah rapih, saya bener bener enggak enak. maafkan saya" Ucap Angel merasa bersalah merepotkan karyawannya Lukman


" Sudah jangan minta maaf sayang, kita pulang dulu yah, selamat istirahat sayang. sampai jumpa lagi." Ucap Vino mencium keningnya Angel


" Tapi sayang" Protes Angel malu


" Iyah Angel, santai saja enggak usah sungkan seperti itu. kita tutup ruko dari luar yah." Ucap Lukman cuek


" Iyah pak, terimakasih banyak." Lanjut Angel senyum manis melihat Vino

__ADS_1


Lukman, Vino, dan bodyguard . langsung keluar dari ruko, bodyguard menutup pintu ruko dan nyusul masuk mobil, perlahan mobil meninggalkan ruko.


Jangan lupa like, komentar, hadiah,dan votenya.


__ADS_2