CEO MENCARI ISTRI

CEO MENCARI ISTRI
menjodohkan Angel dan Vino asli


__ADS_3

Angel dan Vino melotot melihat mobilnya Teguh masuk parkiran ruko, sejujurnya Vino gugup dan kwartir diusir lagi tapi berusaha santai. Vino ikutan salim ke Teguh membuat Teguh terpaksa menerima tangannya Vino.


" Budi, tumben Pak Vino sudah lama enggak kesini?" Tanya Teguh melihat penyamaran Vino dengan sengaja


" Pak Vino lagi keluar negeri pak, beliau ada proyek disana." Ucap Vino bohong


" Pasti lama lagi, padahal kalo ada pak Vino kesini saya mau masak enak buat bos sebaik, seganteng, se kaya pak Vino. nanti tolong sampai kan ke beliau yah Budi" Lanjut Teguh sengaja, Teguh sengaja mau menjamu Vino asli supaya Budi merasa cemburu dan sadar diri


" Iyah pak Teguh, nanti saya kasih tahu beliau niat baik anda." Lanjut Vino berusaha tenang


" Angel tolong bantu bapak masak yah, bapak sudah belanja nih." Lanjut Teguh, Teguh kasih lihat bungkusan yang dibawanya


" Baik pak, maaf yah Budi saya tinggal masak dulu." Ucap Angel melihat Teguh sebentar dan melihat Vino sambil senyum


" Iyah Angel" Lanjut Vino singkat


Angel langsung jalan ke arah dapur, Teguh yang melihat anaknya masuk kedalam dapur langsung ajak Vino ke depan ruko.


" Saya mengijinkan kamu berteman sama Angel sebatas temen kerja engga lebih, karena setelah pak Vino pulang saya ada rencana menjodohkan anak saya sama Vino, kamu sadar diri enggak pantas untuk anak saya. kamu miskin dan kamu culun, saya mau merubah keturunan saya dengan mencari jodoh orang kaya untuk anak saya. jadi saya harap kamu sadar diri." Tegas Teguh melihat Vino dengan tatapan sinis dan penuh kebencian


" Astaga orang ini, semakin lama semakin sial saja ucapannya." Batin Vino kesel


" Pak Teguh, terlalu tinggi memandang status sosial orang lain. bapak memaksa jodoh untuk Angel belum tentu dia bahagia pak, walaupun bukan sama saya. merubah keturunan memang penting tapi enggak dengan memaksa pak." Ucap Vino berusaha santai walaupun menahan emosi


" Hahahaha, anak muda yang lugu, kalo suatu saat kamu nekat ngelamar Angel saya sendiri yang akan membuat hidup kamu semakin sengsara. sana cari perempuan yang pantas untuk kamu jangan Angel,Angel pantasnya sama bos kita Vino dia sempurna pantas untuk anak saya yang cantik, pekerja keras, dan baik hati." Tegas Teguh menahan amarahnya.


" Anda mengancam saya?" Tanya Vino sedikit kepancing


" Iyah, supaya kamu sadar diri, ingat kamu enggak pantas sama sekali untuk Angel anak saya. jangan mimpi terlalu tinggi" Ledek Teguh menatap sinis melihat Vino, Teguh langsung masuk kedalam ruko.


" Sial ini orang, terpaksa deh ungsikan dia untuk beberapa bulan bahkan tahun. semakin didiamkan semakin enggak sopan." Batin Vino kesel

__ADS_1


Vino menunggu Angel didepan ruko, Vino sibuk memainkan handphonenya walaupun emosi tapi berusaha untuk fokus bekerja


Dilain sisi, Teguh melihat Angel masak, langsung menghampiri anaknya dan membantu Angel masak


" Budi mana pak?" Tanya Angel penasaran


" Tadi bapak ajak kesini buat bantu kamu masak, katanya males mending didepan saja. temen macam apa seperti itu, sudah jangan kasih masakan ini. suruh pulang saja" Ucap Teguh bohong


" Masa sih Budi seperti itu" Batin Angel ragu


" Jangan begitu pak, ini sudah mau selesai kok masakannya. tunggu sebentar yah pak, Angel mau kasih Budi dulu." Lanjut Angel santai, Angel melanjutkan masakannya


" Dasar, jatuh cinta sama lelaki enggak banget seperti itu heran." Batin Teguh kesel, Teguh menduga Angel mencintai Budi alias Vino. Teguh langsung jalan ke depan ruko


Dilain sisi, Vino sibuk sama handphonenya sampai enggak sadar kehadiran Teguh, Vino membalas beberapa email yang masuk ke perusahaan.


" Kamu betah sekali disini, memangnya enggak ada kerjaan lain?" Tanya dan sindir Teguh


" Halah bohong kamu, mana mungkin saya dipindahkan." Lanjut Teguh enggak percaya.


Teguh langsung menelepon Lukman, Lukman sendiri baru selesai meeting seharusnya bareng Vino tapi Vino tiba tiba membatalkan ikut rapat dengan terpaksa Lukman sendiri yang heandel rapatnya.


" Iyah pak Teguh, anda saya pindah tugas kan disana, selama dua belas bulan karena disana kekurangan tenaga kerja." Ucap Lukman diseberang sana, Lukman melihat cctv di ruko, Lukman penasaran ada drama apa yang bikin Vino mendadak enggak jadi ikut rapat


" Kenapa harus saya pak? kan ada Budi atau yang lain pak? Terus Angel bagaimana pak disini?" Tanya Teguh menolak perintah Lukman


" Karena anda karyawan andalan saya, saya percaya anda bisa membantu disana, soal Angel bukannya dia sudah biasa tinggal sendiri dan tetap aman kan? besok anda jalan yah pak Teguh, soalnya disana kekurangan orang." Paksa Lukman, Lukman melihat ekspresi Teguh yang enggak setuju sama perintahnya.


" Terus Budi bagaiman?" Tanya Teguh melihat sinis kearah Vino


" Budi supir saya dan pak Vino jadi dia akan tetep disini, dan dia juga saya perintahkan untuk membantu Angel belanja ke Malang jadi setiap belanja Angel akan selalu ditemani sama Budi." Lanjut Lukman, Lukman yang fokusnya terbagi antara nelefon dan melihat cctv jadi faham kenapa Vino tadi semarah itu.

__ADS_1


" Apa enggak Budi saja pak kesana, katanya pak Vino keluar negeri, maaf saya keberatan pak." Lanjut Teguh kwartir


" Jangan campurkan masalah pribadi sama pekerjaan, sudah yah saya mau lanjut kerja. tolong handphonenya kasih ke Budi. dan besok anda bisa langsung jalan, uang transportasi saya transfer sebentar lagi." Tegas Lukman menahan kesel


" Baik pak Lukman, saya akan ikuti perintah anda, Budi ini pak Lukman mau bicara." Lanjut Teguh kesel, Teguh memberikan handphone nya ke Vino


" Iyah pak" Lanjut Vino santai, Vino menerima handphone yang dikasih Teguh


" Hallo pak Lukman" Sambung Vino


" Bos bucin, masalah selesai, cepetan kesini kita mau melihat pembangunan sekolahan mau ada sedikit rapat disana. kalo sudah di indoapril langsung siap siap yah." Perintah Lukman seenaknya


" Sial nih orang, ganggu kebahagian saja nih dasar jomblo irian" Batin Vino kesel


" Baik pak Lukman, saya akan ke kantor sekarang." Lanjut Vino berusaha santai, dan langsung mematikan handphonenya


" Nih pak handphonenya, saya pulang dulu permisi." Lanjut Vino memberikan handphone Teguh


" Kok langsung pulang Budi, masakannya baru matang." Ucap Angel tiba tiba kedepan ruko.


" Dibungkus saja yah Angel, maaf ada tugas mendadak dari pak Lukman." Ucap Vino bohong


" Dasar muka gratisan, yah sudah Angel bungkus saja biar dia cepetan pulang." Tegas Teguh dengan kesel


Vino membantu Angel memasukan masakannya kedalam kantong plastik, Vino bisik bisik ke Angel membuat Angel tersipu Malu.


" Terimakasih sayang masakan nya, aku akan memakan habis. i love you." Bisik Vino melihat Angel


" I love you too sayang." Bisik Angel, Angel memberikan bungkusannya ke Vino


Vino langsung jalan ke mobil, langsung masuk kedalam mobil dan perlahan meninggalkan ruko.

__ADS_1


Hayo Vote, like, dan hadiah. supaya saya semakin semangat melanjutkan episodenya.


__ADS_2