CEO MENCARI ISTRI

CEO MENCARI ISTRI
Enggak salah jadi Budi lagi


__ADS_3

Vino melemparkan kertas kesal kearah Lukman yang duduk santai di sofa ruang kerjanya, bisa bisanya Lukman minta Vino menyamar lagi jadi Budi apa lagi ada kedua orang tuanya sekarang.


" Enggak salah jadi Budi lagi, lagian ada orang tua saya disini Lukman" Bentak Vino kesal sama ide gila nya Lukman


" Memangnya setiap hari apa mereka ke ruko, enggak mau salam perpisahan sama camer menyebalkan itu Vin? beberapa hari saja bersikap manis sebelum kamu melamar Angel dengan jati diri kamu? selama dua atau tiga hari jadi Budi bagaimana terakhir kalinya?" Bujuk Lukman sedikit memaksa, karena kalo Vino mau menyamar Lukman akan mendapatkan bonus dari kedua orang tuanya Vino.


" Tapi tahu sendiri kan, Teguh males dan alergi sama Budi astaga bener bener yah, males ah." Ucap Vino kesel melihat asisten lucknut nya


" Hayo lah cuman selama tiga hari saja yah, hayo lah terakhir kalinya." Bujuk Lukman maksa


" Kenapa maksa sekali sih kamu? memangnya kenapa harus menyamar lagi?' Tanya Vino penasaran dan curiga

__ADS_1


" Yah biar seru saja sih salam perpisahannya Vino, memang nya kamu enggak mau meninggalkan kenangan termanis dari perjuangan kamu semakin Deket sama Angel?' Tanya Lukman pura pura serius


" Huff, baiklah, karena Budi daya semakin dekat dan bisa menyatakan cinta saya ke Angel sejujurnya Angel lebih nyaman sama penyamaran saya." Lanjut Vino dengan pasrah


" Nah begitu dong Vin" Lanjut Lukman senyum kemenangan, berhasil membujuk Vino, tanpa Vino sadari Lukman kasih tahu kedua orang tuanya Vino kalo rencana mereka berhasil.


Dilain sisi, Ayah dan bunda nya Vino geleng geleng kepala melihat hadiah yang diberikan anaknya, walaupun Vino kadang seenaknya sama orang tua tapi masih mau kasih hadiah konyol untuk orang tuanya.


" Kamar pengantin karena kalian enggak tempati kamar ini, Vino kasih barang barang pembangkit semangat kalian awal menempati rumah ini. awas jangan cetak adik baru karena bareng barang ini yah hahahaha" Ucap ayah nya Vino membaca tulisan anaknya


" pakai pengaman saja Bunda, biar enggak sia sia juga, anak kita bukan anak nakal sih yah. jadi enggak bisa kita kasih obat ini buat Vino." Lanjut ayah nya Vino, Ayah nya Vino melotot melihat istrinya langsung polos didepannya.

__ADS_1


Istrinya memulai duluan mencium suaminya, setelah itu membantu suaminya memakai pengaman yang sudah Vino siap kan. Vino bener bener mempersiapkan barang barang untuk memanjakan kedua orang tuanya


Dilain sisi, Angel merasa bingung rambutnya tiba tiba disuruh dipotong, padahal Angel enggak merasa rambutnya panjang tapi Angel berusaha menghargai pekerjaannya Beby.


" Nah kan lebih fress, dengan rambut pendek seperti ini, terlihat lebih cantik Angel." Ucap Beby tersenyum puas sama hasil karyanya


" Terimakasih yah Beby, duh jadi selalu merepotkan kamu deh, bagaimana saya bisa membayar kebaikan kamu beb, selalu saja turutin keinginan Vino." Ucap Angel merasa selalu merepotkan


" Santai saja Angel, oh yah jangan lupa minum jamu dietnya yah, awas jangan gemuk gemuk loh." Tegas Beby, Beby ingat waktu Vino kasih tahu supaya Angel jangan sampai gemukan sampai acara lamaran pernikahan nanti selesai


" Memangnya kenapa?" Tanya Angel enggak ngerti

__ADS_1


" Nanti cantiknya hilang loh, bisa bisa pak Vino kelain hati loh. kalo kamu terlalu gemuk." Ledek Angel dengan sengaja


" Astaga dikirain apaan, Iyah saya enggak akan gemuk kok walaupun banyak makan." Lanjut Angel pasrah, Angel enggak tahu saja dirinya dibuat sesempurna mungkin sampai keisengan kedua orang tuanya Vino selesai, baru acara lamaran pernikahan dibahas.


__ADS_2