CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 10


__ADS_3

Kenzo sampai di rumahnya dia langsung masuk dan melihat kedua orang tuanya sedang duduk santai di depan sambil bercerita.


"Hai Ma, Pa. Kenzo pulang. Sapa Kenzo terhadap kedua orang tuanya yang langsung menoleh melihat anak semata wayang datang pulang dari kerja.


"Eh bocil kesayangan mama sudah pulang, apa tadi jadi mampir ke restoran kita?" tanya sang mama tercinta kepada anak semata wayangnya.


"Jadi dong Ma, nih menu kesukaan Mama sudah Kenzo bawain," jawab kenzo sambil memberikan bungkusan kotak dari restoran miliknya.


"Bagaimana menurutmu perkembangan restoran yang baru kita beli tersebut?" tanya Tuan Heriyanto papanya Kenzo.


"Mantap, Pa, restoran kita sangat ramai dengan pengunjung, tetapi hari ini aku bertemu dengan singa betina, Ma. Hahaha dia masuk dalam kandangku lewat restoran Kita," ucap Kenzo tanpa sadar mengatakan pertemuannya dengan Naomi sambil tertawa dengan wajah berseri.


Kedua orangtua Kenzo langsung saling pandang dan menaikkan kedua alis mereka seakan tak percaya dengan apa yang mereka dengar ke luar dari mulut anak semata wayangnya.


"Singa Betina? Siapa Singa Betina?" tanya mama Kenzo penasaran dengan istilah Singa Betina yang disampaikan anaknya.


"Itu loh, Ma, Kenzo pernah hampir menabrak dia saat Arif ngebut membawa mobil. Dia seorang perempuan dan tadi di restoran Kenzo bertemu dengannya. Mama tahu nggak, ini brosnya tertinggal di ruangan Kenzo. Hahaha kapok tuh cewek," cerita Kenzo kepada sang mama dengan mimik wajah yang terlihat berseri.


"Berarti Singa Betina itu seorang gadis? Jangan bilang kalau kamu jatuh cinta sama gadis itu?" tanya mamanya kepada sang anak yang langsung gugup tertangkap basah karena ucapannya sendiri.


"Hahaha, mana mungkin seorang Kenzo jatuh cinta pada Singa Betina Ma," jawab Kenzo sambil melihat ke wajah mamanya dengan sedikit gugup.

__ADS_1


"Kenzo, Mama Ingatkan sama kamu ya! Jangan pernah mengejek seorang perempuan, apalagi dengan memberi julukan Singa Betina. Mama malah jadi penasaran sekarang, segarang apa sih gadis itu sampai kamu bikin namanya dengan panggilan sayang Singa Betina hahaha. "


Mama Lia tertawa sangat lepas sekali karena dia merasa senang bisa berhasil mengerjai anak satu-satunya itu yang dia tahu selama ini tidak pernah mau bercerita tentang seorang perempuan. Mama Lia sangat terlihat bahagia saat dia tahu u jika Kenzo mulai tertarik dengan perempuan yang diberi julukan singa betina.


"Hahaha."


Mereka bertiga akhirnya tertawa bersama mendengar kata-kata yang ke luar dari mulut sang mama. termasuk Tuan Heriyanto yang dari tadi membaca koran ikut tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat anak laki-lakinya tersipu malu dalam bercerita.


"Jika kamu suka sama singa betina, maka kamu harus cepat bertindak. Jangan sampai singa betina itu dibawa pergi sama singa jantan hahaha," timpal papanya sambil tertawa terbahak-bahak melihat tingkah anaknya yang semakin malu.


"Papa sama Mama sudah salah dalam menangkap cerita yang Kenzo sampaikan, sebab perempuan itu tidak menarik sama sekali buat Kenzo. Apa lagi orangnya sangat galak, tidak ada femininnya sama sekali sebagai perempuan, mana ada perempuan berani meletuskan permen karetnya ke wajah Kenzo, baru kali ini Kenzo dikerjain sama perempuan sialan itu."


Kenzo menceritakan kisah tentang permen karet yang membuatnya sial di dalam restoran milik keluarganya. sayangnya kedua orang tuanya Malah semakin tertawa mendengar cerita sang anak.


"Hahaha, mudah-mudahan Singa Betina itu sudah sikat gigi ya, Ma. Kalau belum ... berarti wajah Bocil kesayangan kita bau iler singa lah ya." Papa Kenzo tertawa lagi membayangkan apa yang telah menimpa anaknya dan sedikit memberikan ejekan kepada laki-laki yang selalu dianggap bocah kecil oleh Tuan Herianto bersama istrinya.


Kenzo memperlihatkan wajah kesalnya kepada kedua orang tua, bukan dukungan yang dia dapatkan malah ejekan dari mama dan Papanya.


"Sudah ah, Kenzo mau mandi," ucap Kenzo sambil berjalan meninggalkan kedua orang tuanya yang masih duduk bersama sambil tertawa melihat kepergian anak semata, wayangnya.


Kenzo masuk ke dalam kamarnya, lalu merebahkan diri di tempat tidur King size yang empuk lagi menenangkan. Dia mengambil bros kupu-kupu biru dari saku jasnya dan melihat bros tersebut sambil tersenyum sendiri.

__ADS_1


Kupu-kupu itu sangat cantik jika sedang terbang di dekat bunga, meliuk-liuk sambil mengepakkan sayapnya di antara bermacam bunga dan wangi yang indah dipandang mata. Kenzo membatin dan berucap di dalam hati.


"Ah sial, kenapa gue jadi ingat sama Singa Betina sih, dasar cewek culun, sekarang malah mengganggu otak gue Lo" ujar Kenzo sambil bangkit dari tidurnya dan duduk dengan mendesah kesal.


Dia pergi mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi lalu mengguyur tubuhnya di bawah shower yang memberikan kesejukan dari kepala hingga kaki. aromaterapi yang dikeluarkan dari sabun mandi telah lengket di sekujur tubuhnya sehingga memberikan kenyamanan khusus saat hidung menciumnya.


Setelah dia selesai mandi dan mengganti pakaiannya dengan baju rumahan, dia ingat kepada perintah yang telah diberikan-nya terhadap asisten pribadinya Arif.


Kenzo mengambil ponselnya yang tergeletak di atas kasur, dia menelepon asisten Arif untuk menanyakan tempat tinggal Naomi karena dia tiba-tiba menjadi penasaran. Saat Kenzo mencoba menghubungi asisten pribadinya tersebut, telepon yang dituju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan.


Sial, telepon Arif malah tidak aktif. Dasar asisten tak berguna, saat gue butuhkan malah tidak bisa dihubungi. Awas aja Lo besok, bakal gue kasih perhitungan karena tidak menghidupkan ponsel 24 jam nonstop.


Kenzo menggerutu terhadap asisten pribadinya karena kesal telepon sang asisten tidak aktif. Pada hal itu sangat wajar karena jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, dan tentu saja Arif sedang beristirahat untuk melepaskan rasa lelahnya seharian bekerja melaksanakan semua perintah atasannya.


Sementara itu, Naomi baru saja masuk ke dalam kamarnya setelah pulang dari restoran mahal sea food milik keluarga Kenzo. Naomi merasa kesal karena bertemu lagi dengan laki-laki yang di matanya sangat sombong dan juga angkuh serta arogan yang berlebihan.


Suatu saat, kalau aku bertemu lagi dengan si Macan itu, maka akan ku tendang bokongnya. Lihat saja! Dia akan menyesal menyebutku dengan singa betina.


Naomi juga membatin membayangkan wajah arogant penuh kesombongan ciri khas orang kaya yang sangat dia benci.


Hai hai Reader jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like, comment dan rate bintang 5 yaa. Trimakasih.

__ADS_1


Baca juga karyaku yang lain.



__ADS_2