
💖Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih 💖
Naomi terpana memandang wajah laki-laki yang sekarang sedang menatapnya tanpa berkedip. Naomi merasa tiba-tiba saja pria yang sedang duduk di hadapannya terlihat sangat tampan dan bibirnya begitu seksi.
Astoge udah layu belum ya hahaha.
Hati Naomi tiba-tiba mempertanyakan apakah laki-laki yang di depannya ini masih bener-bener perjaka atau tidak, karena dia melihat Kenzo adalah orang yang sudah lumayan berumur apalagi orang kaya biasanya bakalan suka main perempuan.
Apakah kau sudah selesai memandangku? Atau masih kurang, sini lebih dekat lagi!" ucap Kenzo semakin mendekatkan wajahnya pada wajah gadis yang berada dihadapannya.
"Ih dasar mesum, ngapain juga wajah kita harus berdekatan memangnya situ suamiku?" berkata dengan mengerucutkan bibirnya ke depan.
"Kalau mesum sama calon istri kan nggak apa-apa, kecuali kamu itu gadis liar di luar sana maka aku tidak tertarik," ucapnya santai sambil memasukkan kembali atm dan juga buku tabungan ke dalam amplop.
Maksud dia gadis liar itu ... jangan-jangan perempuan nakal ya.
Merasa tidak percaya, dengan apa yang dikatakan oleh Kenzo tentang dia yang tak pernah bermain dengan perempuan liar. Akhirnya Naomi mengalihkan pikirannya dengan menanyakan tentang keluarga Paman Bimo.
"Aku jadi penasaran bagaimana ya, bentuk wajah Paman Bimo, kenapa otakku sama sekali tidak bisa bekerja? Ternyata amnesia itu benar-benar tidak enak," ucap Naomi sambil menekan pelipisnya yang tiba-tiba terasa sakit.
__ADS_1
"Kamu kenapa? Apa kepalamu sakit lagi? Sudahlah, jangan memaksakan untuk mengingat masa lalumu! Biarkan mengalir seperti air nanti akan ingat sendiri, karena kamu bukan amnesia total, percayalah padaku! Tidak akan ada orang yang berani lagi menindasmu ataupun menyakitimu lagi!"
Kenzo bicara sambil meraih kepala Naomi dan meletakkan di dada bidangnya.
"Apakah sebelum kamu mengenalku, aku ini sering ditindas ya sama keluargaku?" bertanya dengan posisi kepala masih di dada Kenzo.
"Aku sebenarnya belum terlalu kenal dengan keluarga pamanmu, namun aku pernah melihat jika tante mu itu orangnya sangat kasar, karena dialah yang mengusir mu dari rumah. Itu menurut asisten Arif. Kalau yang aku lihat waktu itu, kau pernah dipaksa pergi berbelanja dengan uang berwarna merah dua lembar, hanya itu yang kutahu."
"Tetapi setelah diselidiki, ternyata kamu punya dua saudara yang bernama Dita dan Dito dan keduanya tidak ada yang suka padamu. Terutama perempuan yang bernama Dita, sedangkan yang paling kejam adalah tante mu yang bernama Linda dan yang baik padamu di rumah itu, hanya satpam serta pelayan."
"Kenapa Kamu bisa tahu semuanya? Tadi katanya nggak tahu?"
"Sepertinya paman juga mengetahui kalau anak dan istrinya bukanlah orang yang baik, itu terbukti dari isi surat yang dia tulis sendiri. Aku yakin Paman Bimo adalah orang yang baik, berbeda dengan keluarganya."
Naomi berbicara dengan logikanya sendiri setelah membaca surat dari sang paman. Dia yakin bahwa pamannya adalah keluarga yang sayang padanya, namun dia harus sembunyi-sembunyi memperlihatkan itu semua akibat dari ulah anak dan istrinya.
"Apakah Kamu sudah siap bertemu dengan mereka semua?" melepas dekapan dan memandang wajah naomi tanpa berkedip.
Kenzo berusaha mencari keyakinan dari mata perempuan yang masih ragu-ragu memandangnya saat ini.
__ADS_1
"Jika Kamu belum yakin untuk bertemu dengan keluarga pamanmu, maka sebaiknya ditunda saja dan aku akan mengajakmu kantor agar kamu tidak merasa bosan di dalam rumah. Apa kamu setuju?" tanya Kenzo masih dalam posisi menatap gadis yang ada di hadapannya.
Naomi hanya mengangguk kan kepalanya tanda dia setuju diajak datang ke kantor oleh tunangannya.
"Apa Kamu tidak malu jika membawa ku masuk ke kantormu yang super duper besar itu? Bagaimana kalau nanti semua karyawanmu mentertawakan aku?" merasa tidak percaya diri untuk ikut ke kantor Kenzo.
"Kenapa aku harus malu? Aku malah bangga bisa membawa cewek spesial sepertimu ke kantorku dan kamu harus tahu, selama ini belum ada satu cewek pun yang pernah ku ajak ke kantor, kamu adalah satu-satunya."
Orang ini bohong apa enggak ya, ah sudahlah aku ikut aja, karena aku juga tinggal di rumahnya.
Tiba-tiba Arif masuk ke dalam kamar tersebut tanpa mengetuk pintu dan berkacak pinggang sambil berdiri di hadapan mereka berdua.
"Kalian berdua di dalam kamar sudah selesai belum ber sayang-sayangan? Ingat kita ada rapat bos," kata asisten arif seperti gaya seorang bos yang sedang memarahi anak buahnya.
"Brengsek Lo, maksud lo apa bilang gue sama Naomi pakai sayang-sayangan?" tanya Kenzo dengan suara yang langsung tinggi penuh emosi.
"Kalau tidak melakukan, enggak usah ngegas Boy!" ucap asisten Arif langsung pergi meninggalkan pasangan tersebut yang masih saja terdiam.
Baca juga karya ku satu lagi ya.
__ADS_1