
Naomi sudah keluar dari dalam kamarnya menuju ke lantai bawah menemui Kenzo yang sudah menunggunya begitu lama. Dia memperhatikan pakaian yang digunakan oleh Naomi yang tidak lupa dengan tas selempang jelek yang selalu dibawanya kemanapun pergi.
"Ayo! Kita berangkat sekarang ke rumah yang pernah kau tinggali dahulu!" ucap Kenzo sambil mengajak Naomi.
"Baiklah tu ... eh Honey," jawab Naomi kikuk.
Mama Kenzo tersenyum bahagia melihat pasangan tersebut kembali rukun setelah beradu mulut kemarin. Naomi berpamitan kepada Tante Ros sambil mencium punggung tangannya dan mengucapkan salam sebelum pergi.
Kenzo membukakan pintu mobil dan Naomi langsung naik tanpa ada bantahan apapun dari mulutnya. Tadi pagi Naomi telah berjanji di dalam hatinya akan menuruti apapun yang dikatakan oleh Kenzo, karena dia ingin segera cepat mengingat kembali tentang masa lalunya dan tidak ingin membantah orang yang terlihat sedikit sombong di matanya.
Naomi duduk lalu Kenzo dengan Sigap memasangkan seat belt kepunyaan dia. Naomi hanya diam saat Kenzo memasangkannya walaupun wajah mereka sangat dekat namun dia berusaha tetap tenang.
"Terima kasih banyak," ucapnya setelah Kenzo selesai memasangkan tali seat belt.
"Nyawamu adalah hidupku," jawab Kenzo sambil tersenyum tipis.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, memecah Jalan Kota Jakarta yang sangat ramai. Kendaraan berjibaku hilir mudik mencari kenyamanan pengemudinya masing-masing, kadang mereka tidak memperdulikan rambu-rambu lalu lintas yang ada, asalkan tujuan mereka bisa cepat tercapai.
Setelah 20 menit mereka di perjalanan, akhirnya rumah yang mereka tuju telah kelihatan. Kenzo mengajak Naomi turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk gadis tersebut.
Naomi mengikuti langkah kaki Kenzo yang lumayan panjang, sambil melirik kiri dan kanan. Dia seolah mencoba untuk meraup kembali memori yang hilang di rumah tersebut. Namun sayang tak satupun yang bisa dia ingat tentang rumah yang sedang ia datangi.
"Ayo kita masuk!" ajak Kenzo sambil menarik tangan Naomi masuk ke dalam rumah yang dulunya ditempati oleh Naomi sendiri.
"Bukannya katamu rumah ini adalah tempat tinggalku? Kenapa kuncinya ada padamu?" tanya Naomi merasa heran dan juga penasaran dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki yang sudah duluan masuk ke rumahnya.
"Apa kamu lupa Honey. Ceritaku yang semalam, bahwa rumah ini milikku dan kubelikan khusus untukmu," jawabnya enteng tanpa melihat sedikitpun.
"Ya laah, sorry aku lupa kalau ini adalah rumahmu." berujar sedikit sendu sambil mendudukkan pantatnya di sofa yang ada di ruang tamu.
Baru beberapa menit sampai di rumah itu, tiba-tiba ada mobil datang dan ternyata itu adalah asisten pribadinya Kenzo yaitu Pak Arif.
"Pagi semua, udah lama nih sampainya?" masuk ke rumah tanpa ucapan salam dan langsung duduk di sofa.
__ADS_1
"Selamat pagi juga, Pak Arif. Assalamu'alaikum." Sapa Naomi sambil tersenyum kearah asisten pribadi tersebut.
"Hehehe lupa, Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Maklum, Naomi, tinggal di kota Jakarta jarang mengucapkan salam kalau ketemu, yang paling penting adalah cipika-cipiki."
Menjawab santai sambil sedikit tersenyum dan mulai mengeluarkan makanan yang sengaja dibawanya.
"Pak Arif bawa makanan banyak bener, untuk apa?" Merasa heran karena begitu banyak makanan yang dibawa oleh asisten Arif.
"Semua ini adalah permintaan dari bos Kenzo." Arif santai dan mulai memakan makanan yang dibawanya.
"Enggak sopan bener siih, kita kan belum ikut makan tetapi kamu udah duluan aja, dasar asisten gak tau diri!" berucap dengan sedikit tinggi.
"Hahaha gitu aja kok marah sih bos? Entar kalau doyan marah malah gak laku malahan lho." Arif meledek atasnya tersebut Sambil tertawa dan tetap memakan cemilan yang barusan dibawanya.
Naomi berdiri mencoba untuk mengingat keadaan rumah yang di matanya terasa asing. Kenzo langsung mengajaknya untuk memeriksa kamar yang pernah ditempati oleh Naomi.
"Periksalah kamarmu sendiri! Mungkin ada sesuatu yang bisa kau ingat di dalamnya," ajak Kenzo sambil berjalan ke arah pintu kamar yang selama ini ditempati oleh Naomi.
Ceklek.
"Apa kamu yakin kalau ini adalah kamarku dahulu?" bertanya dengan tatapan keraguan didalam manik hitam.
"Ya sudah, kalau kamu ragu biar aku yang masuk ke dalam kamarnya dan memeriksa sesuatu yang mungkin bisa dijadikan bukti bahwa ini adalah kamarmu." Memberikan senyum penuh arti, agar gadis yang dihadapannya tidak merasa takut lagi.
Dengan ragu-ragu Naomi memegang kemeja Kenzo bagian belakang sambil mengikutinya masuk ke dalam kamar. Kenzo tersenyum miring merasakan tangan yang memegang ujung kemeja yang dipakainya di bagian belakang.
Andai kamu nggak hilang ingatan, sudah kulahap kamu sekarang Gadis ku. menghayal di dalam pikiran.
Kenzo mencoba membuka lemari kayu dari jati yang selama ini dipakai oleh Naomi untuk menyimpan semua baju dan seluruh pakaiannya. Dia memeriksa semua seluk-beluk yang ada di dalam lemari tersebut dan menemukan sebuah amplop berwarna coklat berbentuk memanjang. Lalu dia mengambilnya dan meletakkannya di atas tempat tidur di mana Naomi sedang sedang duduk menunggu nya.
"Ini amplop apa?" tanya Naomi sambil menatap wajah Kenzo yang hanya menaikkan kedua bahunya bertanda juga tidak tahu.
Kenzo lalu duduk di ranjang di dekat Nami dan dia menaikkan satu kakinya ke atas ranjang sementara kaki yang lain terjuntai ke lantai. dia menghadapkan tubuhnya kearah Amplop yang sekarang berada di hadapan Naomi.
__ADS_1
"Bukalah! aku yakin didalamnya adalah sesuatu yang sangat penting untuk hidupmu!" minta gendong dengan memberikan Sunggingan senyum menawan pada gadis di hadapannya.
Awalnya Naomi mengguncang-guncang amplop tersebut dan mendengarkan ada seperti sesuatu yang bergerak didalamnya.
"Kira-kira apa isinya ya?" bertanya seolah pada diri sendiri tanpa mengharapkan jawaban dari Kenzo.
"Makanya sekarang kamu buka amplop itu agar kita tidak penasaran dengan apa isinya. Ayolah Honey! Jangan membuatku menunggu lama, bukankah kita nanti juga mau mendatangi rumah paman mu."
Mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki di hadapannya, akhirnya Naomi mulai membuka sampai tersebut dengan menyobek Sisi bagian depan amplop.
Sreeet.
Amplop sudah terbuka dan Naomi mengeluarkan semua isi yang ada di dalam amplop. Dia sangat kaget saat melihat apa yang ada di dalamnya, karena ternyata isinya adalah sebuah ATM dan juga buku tabungan atas nama Naomi beserta secarik kertas bertuliskan tangan Paman Bimo.
Naomi mengambil secarik kertas tersebut dan membacanya di hadapan.
Naomi Sayang, Paman sengaja membuat tabungan ini atas nama mu sendiri agar keluarga Paman tidak bisa mengambil ataupun mengusiknya karena ini adalah hakmu. Paman minta maaf karena terpaksa memberikan tabungan ini secara diam-diam di belakang istri dan juga anak-anak paman. Itu semua paman lakukan demi kebaikanmu dan juga agar pendidikanmu tetap berjalan ke depan, walau seandainya terjadi sesuatu pada diri paman yang sudah mulai menua ini. Paman minta maaf karena tidak bisa memberikan tabungan yang lebih banyak dari ini. Percayalah, Paman Bimo akan selalu menyayangimu apapun yang terjadi.
Naomi melihat ke arah Kenzo seolah mencari jawaban akan isi surat yang baru saja dibacanya.
Naomi membuka buku tabungan tersebut dan terlihat di dalam buku tersebut tabungan dimulai sejak dia masuk SMA dan sekarang jumlah yang tertera di dalam tabungan situ sudah mencapai Rp. 245.000.000,.
Mata Naomi bulat saat melihat jumlah angka terakhir yang tertera di dalam buku tabungannya. dia kembali memastikan bahwa buku tabungan tersebut atas nama dirinya sendiri yaitu Naomi Wulandari.
Kenzo Mengambil buku tabungan tersebut karena melihat wajah Naomi yang sangat berubah, ketika melihat nilai nominal yang ada di dalamnya.
"Berarti aku sudah salah paham terhadap pamanmu, karena sebenarnya aku telah menarik semua saham ku di perusahaan tempat Paman mu bekerja, gara-gara kamu diusir dari rumah mereka. Sekarang aku paham, bahwa pamanmu itu adalah orang yang sangat baik namun istri dan anak-anaknya itu yang harus diwaspadai."
Naomi terpana memandang wajah laki-laki yang sekarang sedang menatapnya tanpa berkedip. Naomi merasa tiba-tiba saja pria yang sedang duduk di hadapannya terlihat sangat tampan dan bibirnya begitu seksi.
Astoge udah layu belum ya hahaha.
Baca juga karya satu lagi
__ADS_1