
💞Jangan lupa untuk like dan komen yaa, terima kasih 💞
"Hai bang Rio, kok enggak masuk? Kenapa berdiri di pintu?" Tanya kayu yang baru saja datang untuk melihat keadaan Naomi.
"Eh enggak, itu ... anu, jangan masuk dulu! Mereka berdua sepertinya sedang asyik, mungkin karena selama ini Naomi dan Kenzo tidak bisa saling melampiaskan Rindu nya."
Rio hanya bisa berkata seperti itu untuk mencegah ayu masuk ke dalam ruang inap naomi padahal jauh di dalam lubuk hatinya ada rasa sakit dan juga getir teramat dalam melihat pemandangan yang sangat menyakitkan jiwanya.
Sepertinya usahaku akan sia-sia untuk mengejarmu, Naomi, karena dirimu memang hanya memancarkan cinta dari bola mata yang sangat indah, teruntuk Kenzo seorang. Gumam Rio di dalam hati sambil menahan sakit di dada.
"Santai aja bang Rio, dulu mereka juga akrab kayak gitu kok, tetapi mereka nggak pernah marah saat kami ikut menjahili keduanya," ucap Ayu menarik tangan rio agar masuk bersamanya ke dalam ruang inap Naomi.
"Assalamu'alaikum," ucap Ayu setelah masuk dan mendekati mereka berdua yang sedang asyik bercanda di atas tempat tidur rumah sakit.
"Eh Ayu, wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh." jawab Naomi sambil tersenyum.
Dia mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan sahabat satu-satunya terdekat, saat dia bekerja di Restoran Perlente.
"Bagaimana kabarmu saat ini? Kudengar dari Tuan Kenzo ingatanmu udah kembali ya, alhamdulillah deh aku jadi senang banget dengernya. Habis sewaktu kamu amnesia, nama aku aja kamu gak kenal bikin aku sedih tahu."
"Maaf ya, Ayu, aku sama sekali tidak mengharapkan itu terjadi," ucap Naomi dengan nada penuh penyesalan.
"Sekali lagi aku minta maaf ya, Naomi. Kamu kehilangan ingatan hanya karena menyelamatkan nyawaku dan sekarang aku ingin sekali menebus semua itu. Jika kamu berkenan, katakanlah sesuatu kepadaku maka aku akan melakukan apapun yang kau mau."
Rio berusaha untuk menyampaikan niat hatinya, karena dia memang merasa sangat bersalah. Apalagi sering dituding oleh Kenzo tentang kesalahan membahagiakan Naomi dengan cara menjadikannya istri, namun sepertinya keadaan tidak mendukung nya sama sekali, karena kenzo tidak pernah melepaskan gadis tersebut sedikitpun dari pandangannya.
"Aku tidak menginginkan apapun dari abang, karena Kenzo bisa memenuhi semua yang ku butuhkan. Malah sesuatu yang tidak kuinginkan pun bisa dilakukannya, jadi Abang tidak punya hutang sama sekali terhadapku, aku ikhlas tentang apa yang telah terjadi."
"Terima kasih banyak Naomi, kamu tidak memberikan tuntutan hukum kepadaku, oh ya ini nasi goreng untuk sarapan kita semua," ujar Rio sambil menyerahkan nasi goreng yang baru saja dibelinya.
Naomi menghitung jumlah nasi bungkus yang hanya 3 bungkus sedangkan mereka di ruangan tersebut ada 4 orang, jadi dia memberikan kepada Rio 2 bungkus sedangkan sebungkus dia buka di depan Kenzo.
"Kita makan berdua ya, soalnya Ayu biasanya pemalu, apa lagi Bang Rio baru kenal juga kan sama Ayu?" tanya Naomi sambil menolehkan wajahnya ke arah Ayu.
Ayu hanya tersenyum namun dia akhirnya mengatakan bahwa dia lebih lama kenal dengan Rio daripada Naomi.
"Aku kenal Bang Rio sejak kecelakaan itu, sedangkan kamu baru mengenalnya palingan sejak ingatan mu mu balik kan?" jawab kayu sambil memberikan pertanyaan balik kepada sahabatnya.
Naomi tersenyum, lalu dia mengatakan bahwa dia sudah bertemu dengan Bang Rio beberapa kali di rumah Kenzo.
__ADS_1
"Sepertinya aku sudah bertemu dengan bang Rio beberapa kali, namun kami tidak sempat mengobrol. Soalnya waktu itu aku masih sangat bingung dengan situasi yang sedang kuhadapi tetapi sekarang, alhamdulillah aku sudah ingat semuanya termasuk saat Amnesia."
Kenzo mulai mengambil nasi goreng dan membukanya, lalu dia menyendokkan nasi tersebut ke mulut Naomi.
"Ayo buka mulutmu, Honey!" pinta Kenzo agar gadis tersebut segera membuka mulutnya untuk mengisi perutnya yang masih kosong.
Naomi menggelengkan kepalanya, karena merasa malu disuapin oleh orang lain apalagi di depan sahabatnya Ayu dan juga Rio.
"Aku bisa sendiri kok," ucap Naomi menolak keinginan Kenzo yang akan menyuapinya.
Kenzo tetap menggantungkan sendoknya di dekat bibir Naomi.
"Ayo buka sekarang! Kalau tidak mau, akan ku suapin dengan mulut ku sendiri," ancam Kenzo sambil tersenyum devil kepada perempuan yang membelalakkan matanya mendengar ucapan Kenzo.
Dengan terpaksa akhirnya Naomi membuka mulutnya dan Kenzo akhirnya tersenyum penuh kemenangan.
"Begitu kan enak, tinggal mengunyah aja masa gak mau sih."
Rio dan Ayu memakan sarapannya masing-masing dalam diam tanpa bicara sepatah kata pun walaupun mereka berdua makan berdekatan di salah satu meja yang disediakan oleh pihak rumah sakit dekat sofa.
"Ehemm."
"Nggak ada, cuma tiba-tiba saja jantungku rasanya mau berhenti," jawab Riau sambil melihat kearah pasangan yang tampak mesra saling menyuapkan nasi goreng satu sama lainnya.
Ayu melihat pandangan Rio yang terarah pada Naomi dan Kenzo. tiba-tiba dia mengambil nasi gorengnya sendiri dan menyodorkan kemulut Rio.
"Ayo dimakan! Mumpung aku lagi berbaik hati ingin menyuapkan Bang Rio seperti mereka, hehehe," ucap Ayu sambil tersenyum manis ke arah laki-laki yang langsung tersipu malu, namun membuka mulutnya ketika disuapkan oleh perempuan tersebut.
"Sekarang bagaimana dengan jantungnya, Bang?" tanya Ayu sengaja menggoda Rio yang terlihat sedikit malu setelah menerima satu sendok nasi goreng darinya.
"Assalamu'alaikum."
Tiba-tiba saja Mama Kenzo masuk ke ruangan tempat Naomi dirawat.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Eh Tante, apa kabar?"
Tante Ros mendekati Naomi sambil menyerahkan satu keranjang yang berisi buah-buahan sebagai tanda diam seseorang yang sedang sakit.
"Alhamdulillah, Mama baik-baik aja kok, Sayang," jawab Tante Ros sambil tetap melangkahkan kakinya ke arah anak dan juga calon menantunya.
__ADS_1
"Oh ya Naomi, sebentar lagi Arif akan datang ke sini untuk meminta tanda tanganmu."
"Tanda tangan untuk apa ya, Tante?" tanya Naomi yang tidak mengerti sama sekali apa yang sedang direncanakan oleh orang tua Kenzo terhadap dirinya.
"Barusan Mama ketemu sama pamanmu di luar dan dia ingin mempercepat hari pernikahan kalian yaitu 3 hari dari sekarang."
"Apa?!"
Kenzo dan Naomi sontak terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh mamanya Kenzo.
"Kenapa kalian berdua kompak kaget seperti itu? Harusnya kalian bersyukur karena bisa dipercepat dan surat-menyurat nya pun sekarang sedang diurus oleh Arif. Jadi kalian tinggal terima beres termasuk semua undangan telah Mama cetak."
Naomi dan Kenzo Saling pandang mereka sudah tak bisa berbuat apa-apa jika para orang tua sudah turun tangan mengurus semuanya.
"Satu lagi, Mama tidak mau lagi mendengar Naomi memanggil tante. Bukankah Mama sudah omong dari kemarin-kemarin, panggil mama bukan tante!" pinta calon mertuanya agar tidak lagi memanggil dengan sebutan tante.
"Baikan tan, eh Ma."
Naomi terbata-bata saat menyebut panggilan mama pada calon mertuanya.
Mereka akhirnya berdiskusi kembali tentang acara pernikahan yang akan dilangsungkan tiga hari lagi, sedangkan mengenai segala sesuatunya keluarga Naomi dan Paman Bimo hanya tinggal terima beres sebab semuanya telah diserahkan ke wedding organizer.
"Memangnya bisa ya melakukan segala sesuatu hanya dalam tempo tiga hari? Apa lagi aku masih disini."
Ayu datang dan duduk di samping Naomi, dia lalu ikut memberikan pendapat kepada sahabatnya.
"Di zaman sekarang ini, apapun bisa dilakukan yang penting ada duit."
"Ya ya ya semua manusia memang membutuhkan uang, tetapi apakah surat-menyurat bisa selesai dalam secepat itu?" tanya Naomi yang masih merasa tidak percaya.
"Sudahlah! Kita tunggu tiga hari lagi, karena kamu tidak diizinkan untuk berpikir tentang pernikahan kita. Yang harus kamu pikirin adalah, bagaimana caranya menghadapi seorang suami setelah menikah."
Kenzo berbicara dengan santainya di depan sang Mama, yang mendelikkan mata kearah anak semata wayangnya. Wajah Naomi merona merah, karena merasa malu dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Kenzo tanpa disaring sedikitpun di depan ibu yang telah melahirkan nya.
"Dasar anak tak tahu adab, lain kali kalau bicara itu dipikir dulu. Tuh lihat calon istrimu, mukanya udah merah semua persis kayak kepiting yang baru saja direbus, hahaha."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Baca juga karya othor lainnya
__ADS_1