CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 50


__ADS_3

๐Ÿ’–Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih ๐Ÿ’–


Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju restoran milik keluarganya sendiri. Sekali-kali dia menoleh ke samping kiri untuk melihat wajah gadis yang terlihat masih sendu karena di matanya sedikit sembab akibat banyaknya menangis.


Laki-laki yang sedang menyetir mobil tersebut merasa bersalah telah tidak adil pada gadis yang sangat dicintainya, namun apa hendak dikata itu semua telah berlalu. Hanya untuk yang akan datang dia berjanji tidak akan mengulangi apalagi semua yang terjadi adalah merupakan kesalahannya sendiri yang tidak bisa menjaga Naomi dengan baik.


Setelah sampai di restoran milik keluarganya Kenzo ingin melihat reaksi dari wajah Naomi, dia sebenarnya sangat berharap gadis tersebut bisa ingat bahwa restoran inilah tempat dia bertemu kembali waktu di toilet saat mendapatkan sebuah bros biru berbentuk kupu-kupu.


"Ayo turun!" ajak Kenzo pada gadis yang ada di sampingnya karena Naomi masih melamun dengan beberapa pikirannya sendiri.


"Eh iya, kita udah sampai ya. Maaf tadi aku melamun," jawabnya Naomi sambil menyunggingkan senyum tipisnya.


"Memangnya kamu sedang memikirkan apa sih?" tanya Kenzo merasa penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan oleh gadis yang lumayan misterius dalam hidupnya.


Mereka berdua tidak jadi turun dari dalam mobil, karena Kenzo melihat gadis yang ada di sampingnya kemungkinan akan curhat padanya. Entah itu tentang hidupnya entah itu tentang daya ingat yang dimilikinya. Kenzo sangat berharap agar Naomi bisa secepatnya pulih dari ingatan kosong yang sedang ada di kepalanya.


"Aku tidak memikirkan apa-apa," jawab Naomi santai namun terlihat sedang menyembunyikan sesuatu dari laki-laki yang ada di sampingnya.


"Apa kamu belum percaya padaku? Kalau aku ini adalah tunanganmu?" tanya Kenzo sambil menatap manik hitam gadis yang terlihat sedang menikmati kembali lamunannya.


"Aku tidak tahu apa yang harus ku jawab dengan pertanyaanmu barusan, karena aku sendiri tidak mengerti tentang apa yang sedang kau pikirkan sekarang."


Nada suara Naomi terlihat sedih saat mengatakan hal seperti itu kepadanya.

__ADS_1


"Ayolah singa betina, Kau pasti bisa!" ujar Kenzo keceplosan dengan panggilan yang sering disampaikannya pada gadis tersebut sebelum dia amnesia.


"Haa, Kamu bicara padaku? Kok aku dipanggil singa betina sih, emangnya dahulu aku dahulu segalak itu? Sampai Kamu memanggilku dengan singa betina."


Naomi sedikit tidak senang mendengar panggilan yang baru saja dilontarkan dari mulut Kenzo.


"Maafkan aku ya Naomi, sebenarnya dahulu kita itu setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Aku tidak mau menutupinya darimu karena bisa jadi jika aku mengatakan sesuai dengan apa adanya hidup kita dahulu, mana tahu saja kau bisa ingat lagi kepadaku," terang Kenzo sambil menyunggingkan sebuah senyuman tipis dari bibirnya yang sedikit hitam karena rokok.


"Aku percaya kok sama apa yang kamu katakan tadi, hanya saja sedikit shock tentang jati diriku yang dahulu. Berarti aku ini tipikal cewek yang tidak mau ditindas dong," ujar Naomi membalas senyuman yang diberikan oleh Kenzo kepadanya.


"Cewek sepertimu mana ada yang berani menindas, aku sendiri saja sampai berbaring di rumah sakit kok, gara-gara kamu menendang adik juniorku," cerita Kenzo sambil terkekeh kecil membayangkan kepura-puraan yang telah dilakukannya.


Jadi laki-laki ini punya adik, kukira dia anak tunggal, soalnya nggak pernah kelihatan adiknya di rumah. Mungkin karena rumahnya terlalu besar kali ya, jadi aku belum pernah bertemu dengan adik juniornya. Gumam menaungi di dalam hatinya yang mengira Kenzo memang mempunyai seorang adik yang bernama Junior.


"Hahaha, ternyata kamu juga mengkhawatirkan adik Junior ku ya?" tanya Kenzo terkekeh geli membayangkan apa yang diucapkan oleh gadis di sampingnya.


Dasar Naomi, ternyata dia juga ikut memikirkan Junior vital masa depanku hahaha. Gumam Kenzo di dalam hati sambil tertawa, namun yang terlihat sama gadis tersebut hanyalah sebuah senyuman tipis di bibirnya.


"Tentu saja aku harus memikirkannya, bagaimanapun dia terluka gara-gara aku kan?" tanya Naomi seperti orang yang memang sedang bertanggung jawab terhadap sesuatu yang telah dilakukannya.


"Kamu yakin sebegitu ingin tahunya tentang keadaan adik Junior ku?" tanya Kenzo merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu.


"Bukankah sudah kukatakan tadi padamu, kalau aku adalah perempuan yang bertanggung jawab dengan apa yang telah aku lakukan terhadap adik Junior mu," jawab Naomi singkat dan padat tanpa berbelit-belit.

__ADS_1


"Kurasa Adik juniorku sudah tidak apa-apa, dokter sudah memeriksanya secara keseluruhan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan terhadap adik juniorku," jawab Kenzo sambil tersenyum.


"Bagaimana kalau setelah kita makan ini aku melihat adik Junior mu yang terluka akibat perbuatanku?" tanya Naomi dengan santai sambil mengajak Kenzo untuk melihat adik Junior yang sedang mereka bicarakan.


"Aku tidak mungkin memperlihatkan adik juniorku kepadamu, Naomi." Kenzo menjawab dengan tegas karena dia tidak mungkin memperlihatkan sesuatu yang tidak pantas pada gadis yang dia cintai.


"Loh, memangnya kenapa tidak boleh aku melihat adik juniormu?" tanya Naomi bersikeras ingin melihat seorang adik yang ada di dalam pikirannya.


Kenzo mulai mengerti bahwa perempuan yang sedang ada di sampingnya ini sedang salah fokus terhadap Apa yang mereka bicarakan.


"Pokoknya habis makan aku ingin melihat adik juniormu itu ke rumah sakit!" ujar Naomi dengan mata melotot ke arah Kenzo.


"Naomi, kalau kamu hanya ingin melihat juniorku kamu tidak perlu sampai pergi ke rumah sakit cukup hanya melihatnya di sini, tapi jangan salahkan aku kalau akan terjadi sesuatu padamu setelah itu," jawab kado dengan sedikit bernada keras terhadap gadis yang masih bersikukuh ingin melihat adik juniornya.


"Adik juniormu di sini? Di mana dia sekarang?" tanya Naomi merasa sangat penasaran dengan wajah yang terlihat sangat bingung.


"Dia ada di sini," jawab Kenzo sambil menunjuk ke arah bagian bawah perutnya dengan senyuman sedikit kecut, karena merasa malu harus menjelaskannya.


Mata Naomi langsung terbelalak dan melotot ke arah Kenzo, karena mendengar apa yang disampaikan oleh laki-laki itu serta menunjukkan arah jarinya ke tempat yang sangat menjijikan buat Naomi.


"Aaaagghh, dasar cowok mesum."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Baca juga karyaku OB KERUDUNG BIRU, terima kasih. Maaf up nya tidak teratur ๐Ÿ™


__ADS_2