CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 22


__ADS_3

"Nama tante Roslina, kamu bisa panggil tante dengan sebutan tante Ros," ucap Mama Kenzo sambil tersenyum pada Naomi yang merasa malu.


"Sudah berapa lama kalian berpacaran?" tanya Tante Ros pada gadis itu.


"Maaf, Tante. Aku dan Om Kenzo tidak ada hubungan semacam itu," jawab Naomi sambil menundukkan kepalanya.


"Ooh, apa karena anak tante sudah bangkotan ya?" tanya Tante Ros sambil menatap wajah gadis di dekatnya dengan menaikkan kedua alisnya.


"Enggak Tante, mana ada Macan Tutul bangkotan, dia malah sangat tampan kok, oopss," Naomi menutup mulutnya lalu tertunduk karena kebablasan memuji ketampanan Kenzo.


"Ehem, ada yang bilangin Kenzo tampan lho, Ma. Walau ngomongnya pakai malu-malu siih," sindir Kenzo dengan menaikkan kedua alisnya pada gadis itu.


Naomi langsung melihatnya dengan tajam karena tidak suka mendengar sindiran yang dikatakan oleh Kenzo.


"Mana ada aku bilangin Om eh Pak eh Tuan Kenzo tampan, aku hanya bilangin tuh Macan Tutul sangat tampan," dalih Naomi cuek mencari alasan.


"Gue kan memang tampan, apa lagi gue juga udah punya segalanya. Mana ada cewek yang berani nolak gue, karena gue ini seorang Kenzo yang tajir melintir dengan ketampanan bagaikan ...."


Belum selesai Kenzo bicara, Naomi langsung memotong kalimat yang sedang dikatakan oleh laki-laki tersebut.


"Memang ya, orang sombong itu hanya bisa memuji diri sendiri, karena mana ada orang yang mau memuji orang tampan sejagat raya yang tajir melintir bagaikan kecipir disambar petir, hahaha."


Naomi mengejek Kenzo dengan bahasanya sendiri, tanpa merasa malu pada mama Kenzo yang ada di dekatnya.


"Maaf ya Tante Ros. Anak Tante kok beda amat ya sama ibunya, Tante ini udah cantik, ramah dan tidak sombong. Sementara Tuan Kenzo itu udah sombong, galak, narsis sok kegantengan minus belagu lagi ... iii, enggak banget untuk jadi ...."

__ADS_1


Kalimat Naomi pun langsung dipotong oleh Kenzo.


"Enggak banget untuk jadi apa? Jadi pacarmu? Ciih siapa juga yang suka Singa Betina tukang marah kayak Lo? Kayak nggak ada perempuan lain aja di dunia ini," ujar Kenzo tak mau kalah dengan ejekan yang diberikan oleh Naomi.


Tante Roslina terlihat senyum-senyum sendiri sambil menggelengkan kepalanya, melihat tingkah anak laki-lakinya bersama seorang gadis yang selalu bertentangan tanpa melihat tempat dan waktu.


"Kenzo, jadilah laki-laki yang tidak membuat mama merasa malu di depan gadis seperti Naomi!" Ucap mamanya melihat tajam pada anaknya.


Kenzo langsung terdiam, dia tidak berani melawan perempuan yang telah melahirkannya tersebut, karena selama ini dia selalu patuh dan tidak pernah sekalipun membuat mamanya merasa malu terhadap apa yang dilakukannya.


"Jika kalian berdua di sini hanya untuk bertengkar, lalu kenapa kalian saling bertemu. Bukankah lebih baik kalian itu tidak berjumpa sama sekali, agar tidak ada yang saling caci maki dan saling hujat!"


Tante Roslina memandang bergantian ke arah anaknya dan juga Naomi, dia melihat kedua anak muda tersebut saling tertunduk malu tanpa berani menoleh kepada mamanya Kenzo.


"Kenzo! Kamu berhutang penjelasan di rumah terhadap mama tentang kejadian ini! Sedangkan kamu Naomi, janganlah memandang seseorang tersebut dari tingkah yang terlihat di matamu, karena bisa jadi yang kamu lihat tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya," ucap Tante Roslina sambil berdiri, lalu mengambil tasnya dan pergi melangkahkan kaki ke arah luar ruangan tersebut.


"Ada pepatah yang mengatakan, bahwa setiap orang yang selalu bermusuhan di depan mata, tetapi rindu di dalam hati. Percayalah, dia akan menyesal karena tak berani mengungkapkan perasaannya, sehingga Burung Phoenix yang berharga akhirnya pergi tanpa meninggalkan bulu." ucap Mama Kenzo sengaja menyindir anak laki-lakinya.


Kenzo ... Kenzo, lain di mulut tetapi lain pula di hati, mama mau lihat apakah kamu mengerti dengan sindiran tadi. Dasar Si Bocil mama, menyatakan cinta saja tidak berani. Gumam Roslina di dalam hati.


Sementara itu di dalam kamar tercipta keheningan bagai kuburan, karena tiada satupun yang berani untuk memulai pembicaraan. Naomi asik melihat video lucu yang ada di ponsel nya, sedangkan Kenzo menatap gadis tersebut dengan tatapan penuh kelembutan. Hal itu sama sekali tidak sesuai dengan apa yang diucapkannya, ketika berbicara dengan Naomi yang seolah selalu bermusuhan.


"Ehemm, apa kamu datang ke sini hanya untuk melihat kelucuan yang ada di dalam ponsel mu?" tanya kenzo menatap wajah gadis itu sambil mengurai senyum di bibir tipisnya.


Naomi seketika menoleh ke arah nya, sehingga pandangan mata mereka beradu tanpa jeda, mereka saling tatap begitu lama dan tanpa sadar, ada debaran kencang di jantung masing-masing.

__ADS_1


Sial, kenapa hati gue begitu berdebar ketika melihat manik hitam di matanya, apa jangan-jangan sindiran yang dikatakan mama memanglah benar terjadi sama gue. Batin Kenzo bicara sendiri.


Dasar orang kaya gila, udah songong, sombong, arrogant sok ngatur lagi, benar-benar menyebalkan. Mimpi apa aku waktu di kampung, bisa bertemu dengan manusia yang super narsis begini. Gumam Naomi di dalam hatinya masih dalam keadaan saling bertatap mata dengan Kenzo.


"Heii, kamu jangan terlalu lama memandang wajah ku, karena entar malem kamu akan selalu terbayang dengan ketampanan seorang Kenzo Heriyanto," ujar Kenzo sambil mengerlingkan sebelah matanya pada gadis tersebut.


Naomi tersadar dari lamunan yang sedang asik mengumpat laki-laki tampan di hadapannya.


"Berharap bener aku mimpi in yaa? Tetapi kayaknya entar malam aku akan mimpi bertemu seorang pangeran tampan, bukan bertemu pangeran kodok Seperti mu, hahaha," jawab Naomi tertawa renyah sehingga membuat Kenzo pun jadi tersenyum bahagia melihat perempuan itu bebas tanpa beban.


Kamu memang gadis ajaib, padahal baru kemaren dirimu di usir dari keluarga tetapi hatimu tak menyimpan dendam yang akan menjadi beban bagi kebanyakan orang. Puji Kenzo di dalam hatinya sambil tersenyum melihat wajah polos tanpa dosa yang sedang tertawa.


"Om Kenzo gila ya? Kok senyum-senyum sendiri?" tanya Naomi sambil tersenyum mengejek.


Ya, aku gila sama kamu. Hanya bicara di dalam hati.


"Sekali lagi Lo panggil gue dengan sebutan 'Om' maka gue akan mencium bibir Lo," ucap Kenzo dengan tatapan bagai burung elang yang hendak menerkam.


Naomi langsung spontan menutup bibirnya, dia takut jika laki-laki tersebut memang melakukan ancamannya.


"Sekarang gue mau ke kamar mandi, sedangkan yang di sini hanya Lo sendiri. Itu Artinya, Lo harus bantu gue untuk berjalan ke sana!" perintah Kenzo yang langsung membuat Naomi merasa takut.


"Aku akan memanggilkan suster, tunggulah sebentar!" ucap Naomi mau pergi meninggalkan Kenzo sendirian.


"Aku tak butuh suster, bukankah kamu bisa membantuku masuk ke kamar mandi?"

__ADS_1


Deg deg deg.


Jantung siapakah yang berdegup kencang 🤔🤔


__ADS_2