
💞Jangan lupa untuk like sebelum membaca ya. Happy reading dan terima kasih 💞
Kenzo sengaja mengucapkan kalimat seperti itu, berharap agar Pak Bimo mau mengijinkan Naomi tetap tinggal di rumah keluarga Heriyanto. Sayangnya kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan Kenzo. Paman Bimo tidak mau lagi terpisah dengan keponakannya dan dia tetap menyuruh Naomi untuk pulang kembali ke rumahnya.
"Maaf, Tuan Kenzo. Walaupun saya tidak bekerja lagi tetapi saya bukanlah orang yang terlalu miskin hanya untuk sekedar memberi makan keponakan saya satu-satunya, jadi tolong jaga mulut Anda kalau bicara," ucap Paman Bimo penuh dengan penekanan, bahwa secara tidak langsung dia merupakan orang yang paling berkuasa atas diri Naomi.
Kenzo terdiam, dia merasa kesal dengan apa yang baru saja di dengarnya keluar dari mulut Paman Bimo.
Apa mungkin Pak Bimo masih dendam terhadap ku, karena dia sampai dipecat akibat penarikan saham yang aku lakukan di tempat dia bekerja.
"Saya minta maaf kepada Pak Bimo dengan tulus ikhlas, karena telah salah paham sehingga menarik kembali semua saham yang telah saya berikan. Itu semua karena rasa sakit hati melihat apa yang dilakukan oleh istri anda terhadap Naomi."
Tanpa ragu sedikitpun, Kenzo mengatakan alasannya. Dia memang tidak suka melihat orang yang seenaknya menindas orang lain tanpa ada kesalahan, tetapi dia akan lebih kejam dan sadis kepada seseorang yang berani mengganggu hidupnya tanpa alasan.
"Kalau untuk masalah itu, saya sudah menerimanya dengan tulus ikhlas, mungkin itu sudah menjadi takdir saya sehingga mengetahui watak asli dari istri yang tidak bisa hidup susah dengan saya."
Paman Bimo terlihat memberikan sebuah senyuman terpaksa, karena jauh di dalam lubuk hatinya, dia sangat tersiksa dengan kepergian istri dan anak-anaknya. Namun bagaimanapun dia tidak ingin terlihat sebagai orang yang lemah di mata Kenzo Heriyanto.
"Terima kasih banyak, Pak Bimo. Jika Anda tidak keberatan, maka saya dengan senang hati akan menerima anda bekerja di Heryanto Group."
Kenzo mencoba untuk memberikan bantuan kepada Paman Bimobingung, agar mau bekerja di kantornya namun Paman Bimo sekali lagi menolak ajakan berupa bantuan dari Kenzo.
"Saya mengucapkan terima kasih karena anda telah percaya kepada kami untuk bergabung di perusahaan Tuan Kenzo, namun saat ini saya belum tertarik sama sekali. Mungkin suatu saat nanti, saya akan datang mengunjungi anda," ucap Paman Bimo menolak secara halus ajakan dari tumis luas nomor satu di kota tersebut.
Kalau bisa saya tidak ingin berhubungan sama sekali dengan orang yang bernama Kenzo, tetapi apa hendak dikata ternyata Naomi telah bertunangan secara sepihak dengannya. Padahal saya juga sebagai seorang paman punya hak atas nama Naomi untuk menentukan kebahagiaannya di masa yang akan datang. Kata hati paman Bimo yang tidak ingin memgusik kehidupan keluarga Kenzo.
__ADS_1
Saat perbincangan itu masih saja berlangsung, datanglah pelayan membawakan nampan berisi minuman untuk tamunya.
"Silahkan diminum, Tuan Kenzo dan maaf, hanya inilah yang bisa kami sediakan di rumah," ucap Paman Bimo sambil tersenyum mempersilahkan tamunya untuk minum.
"Oh iya, Bi. Tolong ajak Naomi kembali ke kamarnya, karena mulai hari ini Naomi akan kembali bersama kita di rumah ini."
Paman Bimo menghentikan langkah pembantunya yang hendak kembali ke belakang, sehingga dia menoleh dan menatap kearah Naomi dan menganggukkan kepalanya.
"Naomi, masuklah! Paman ingin bicara dengan Tuan Kenzo Heriyanto, jadi kamu masuklah ke kamarmu dan beristirahat!" pinta sang paman lebih ke arah sebuah perintah yang menyuruh keponakannya segera pergi dari hadapan Kenzo.
Naomi memandang ke arah kenzo lalu dia tersenyum sambil mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih banyak, Honey, karena kamu selama ini telah merawatku dan juga menampung ku dengan baik, mulai sekarang aku akan tinggal di sini bersama paman ku," ucap Naomi jelas terdengar sangat menyakitkan di telinga seorang Kenzo.
Paman Bimo menatap ke arah Kenzo, dengan tatapan yang sangat tajam sebab dia tidak suka melihat laki-laki itu dengan seenak jidatnya, memegangi tangan keponakannya.
"Hentikan, Tuan Kenzo! Anda tidak berhak sama sekali terhadap Naomi hanya karena telah memasangkan cincin di jari manis keponakan saya, tetapi apakah Anda yakin Naomi memang menginginkannya? Sementara ingatanya saja tidak tahu entah pada siapa."
Paman Bimo berbicara dengan sedikit lantang, karena melihat sifat Kenzo yang biasanya selalu arogan dan ingin menang sendiri, tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Kenzo merasa tidak terima dengan penghinaan yang baru saja di dengarnya, seolah-olah dirinya adalah seorang tukang bual yang sangat handal hingga harus menipu seorang gadis yang bernama Naomi.
"Dengar baik-baik Pak Bimo, saya sangat mencintai Naomi dan begitu juga sebaliknya. Kami berdua sudah saling mencintai, jadi tolong jangan pernah untuk memisahkan seseorang yang sudah menjadi milik saya. Camkan itu baik baik!"
Kenzo mulai emosi dan sudah tidak bisa lagi berbicara dengan sopan, terhadap Paman Bimo, karena dia merasa bahwa Paman Bimo sengaja memisahkan mereka, untuk membalas dendam akibat dia kehilangan pekerjaan.
__ADS_1
"Saya merasa menyesal telah mengantarkan Naomi datang kesini, untuk menemui keluarganya yang sama saja egois semua. Jadi Anda tidak jauh beda dengan istri Anda yang bernama Linda."
"Terserah Anda untuk mengatakan saya sebagai seorang paman yang egois, tetapi ini adalah bentuk tanggung jawab saya sebagai keluarga, yang tidak menginginkan anak gadisnya satu atap dengan laki-laki yang bukan suaminya. Jadi tolong Anda mengerti, Tuan Kenzo," ucap Paman Bimo yang tidak ingin keponakannya tinggal serumah dengan laki-laki yang belum ada hubungan apa apa dengannya.
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Paman Bimo, membuat sedikit rasa lega di dalam hati Kenzo, karena ternyata apa yang dikatakannya adalah demi kebaikan Naomi semata.
"Kalau begitu saya izin pamit pulang, karena sepertinya semua sudah jelas, bahwa Naomi akan kembali kepada anda, Pak Bimo. Ingat satu hal, jika sampai Naomi di sini masih menderita, maka saya akan membawanya pergi dari kehidupan Anda untuk selamanya."
Kenzo sengaja mengancam Paman Bimo, karena dia tidak ingin Naomi kembali ditindas oleh keluarganya. Apa lagi Kenzo mengetahui, bahwa anak-anak dan istrinya laki-laki paruh baya itu, tidak menyukai gadis yang dia cintai sama sekali.
"Saya ini adalah pamannya dan saya yang membiayai sekolahnya selama ini. Jadi tidak mungkin saya akan membiarkan Naomi hidup tertindas di rumah saya sendiri," jawab Paman Bimo yang masa tersinggung dengan ucapan yang keluar dari mulut raja bisnis yang ada di hadapannya.
Paman Bimo merasa geram dengan ucapan yang dilontarkan Kenzo, namun dia tak ingin bertengkar di dalam rumahnya ketika Naomi baru saja kembali setelah lama pergi.
"Oh ya, pantaslah Naomi menjadi terlunta di jalanan waktu itu, karena ternyata pamannya sangat menyayangi dia," ucap kenzo yang sengaja membuat Paman Bimo merasa bersalah.
"Mungkin saya pernah kurang perhatian pada keponakan saya, tetapi bukan berarti saya tidak menyayanginya. Saya tidak melarang Tuan Kenzo untuk mencintai Naomi, namun saya melarang kalian untuk tinggal satu atap walau kalian saling mencintai."
Kenzo terpaksa mengalah, karena bagaimanapun, Paman Bimo tidak mungkin bisa dikalahkan nya untuk memperdebatkan masalah hak bersama Naomi, karena mereka belum menikah.
Sial, baru kali ini aku benar-benar kehabisan kosa kata untuk melawan laki-laki paruh baya ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Baca juga OB KERUDUNG BIRU dengan cover barunya ya
__ADS_1