CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 52


__ADS_3

πŸ’žJangan lupa tekan like sebelum membaca yaa. Terima kasih sudah menunggu up kisah recehkuπŸ’ž


Ya sudah jelaslah pelayan memberikanmu teh panas dan juga teh dingin. Emang kamunya tadi minta teh yang panas dingin kok, hahaha. Lain kali pikirkan terlebih dahulu minuman yang kamu pesan. Jangan sampai ada yang panas dingin, itu sudah pasti membuat orang lain bingung. Kecuali sekarang tubuhmu yang terasa panas dingin ketika sedang bersama ku," goda Kenzo sambil mengedipkan sebelah matanya kepada perempuan yang langsung merona merah di seluruh wajahnya.


"Matamu kenapa Honey, sakit ya? Bagaimana kalau habis makan kita langsung periksa matamu ke dokter, masa mengedip bisa sebelah begitu lama?" tanya Naomi begitu polosnya akibat kejahilan Kenzo yang mengedipkan sebelah mata untuk menggodanya.


Kenzo langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menggeleng-gelengkan kepala mendengar perkataan yang baru saja dilontarkan oleh Naomi.


"Lho kenapa kepalamu oleng-oleng? Mirip tronton bawa sawit loh, apa kepalamu juga sakit?" tanya Naomi sambil memangku tangan untuk menyangga kedua pipinya, memperhatikan dengan teliti kepala Kenzo yang sedang menggeleng.


"Hufff."


Kenzo terasa mau gila menghadapi perkataan demi perkataan yang Naomi sampaikan. Dia menghembuskan nafas dengan sangat berat sambil mengulang menggelengkan kepalanya.


"Aku sedang tidak sakit kepala juga tidak sakit mata, apalagi kepalaku bukanlah truk tronton yang sedang membawa sawit, enak saja masa laki-laki ganteng seperti ini disamakan dengan truk tronton yang bau sawit."


"Salah yaa, maaf," ucap Naomi singkat.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo cepat habiskan makanannya setelah ini kita langsung pulang. Apa kamu masih menginginkan sesuatu atau mungkin mau mengunjungi tempat tertentu?" tanya Kenzo sambil memperhatikan Naomi yang sedang asyik mulai memakan hidangan yang ada di hadapannya.


Naomi terlihat sangat lahap dalam menghabiskan hidangan yang telah tersedia di piringnya, dia memang gadis yang sangat berbeda dengan perempuan lainnya. Naomi makan tanpa malu-malu dan juga tanpa sisa yang ada di piringnya.


Biasanya seorang gadis ketika diajak makan oleh seorang laki-laki maka dia akan sangat menjaga cara makannya sedangkan Naomi bersikap santai tanpa peduli ada Kenzo yang sedang asyik menatapnya dan juga memperhatikan cara makannya.


"Kenapa makan lahap sekali? Seperti orang yang sudah lama tidak bertemu dengan makanan saja," tanya Kenzo yang juga mulai memakan hidangan yang ada di piring nya.


Naomi tersenyum lalu menjawab perkataan yang disampaikan oleh Kenzo.


"Hidup itu harus disyukuri, jangan banyak aturan apalagi banyak keluhan. Nikmati selagi bisa, untuk apa semua serba ada, jika kita tidak bisa bahagia. Bisa-bisa semua rambut jadi botak tanpa tanpa sisa," jawab Naomi santai tanpa mengindahkan tatapan Kenzo yang melihatnya tanpa berkedip.


"Apakah kamu bersedia jika aku ajak ke ruang pribadi yang ada di dalam restoran ini? Ruangan itu pernah menjadi saksi bisu saat kita bertemu dulu," tanya Kenzo dengan sangat hati-hati, karena dia takut Naomi akan salah paham terhadap dirinya.


Naomi menatap Kenzo dengan penuh tanda tanya, gadis itu seolah mencari kebenaran dari manik hitam laki-laki yang sedang berada di hadapannya.


"Baiklah, mana tahu ingatanku tersangkut di dalam ruangan mu, hehehe," jawab Naomi sambil terkekeh menganggukkan kepalanya menyetujui ajakan Kenzo.

__ADS_1


"Memangnya gantungan baju apa pakai tersangkut segala, kamu ini ya, ada saja yang dikatakan. Sejak kapan ada ingatan bisa tersangkut, layang-layang putus baru bisa tersangkut di pohon hahaha," ujar Kenzo kembali menggelengkan kepalanya mendengar ucapan gadis yang menjadi pujaannya.


Mereka akhirnya masuk ke bagian belakang restoran yang mewah tersebut, beberapa karyawan melihat keduanya sambil berbisik-bisik. Namun satu pun tidak ada yang berani untuk bertanya apa hubungan antara Kenzo dengan gadis yang sedang dibawanya ke arah belakang, yang tak lain ruangan pribadi pemilik restoran seafood tersebut.


Kenzo membuka ruangannya dan menghidupkan lampu sebagai penerang di dalam ruangan yang ber-ac tersebut. Kenzo meletakkan kotak untuk mamanya diatas meja kerja yang tersedia di dalam ruangan tersebut.


Naomi memperhatikan semua isi dan perabotan ruangan yang ada di hadapannya, namun tidak ada satupun yang bisa diingatnya sama sekali.


"Apa kamu ingat dengan meja yang ini?" tanya Kenzo sambil menunjuk meja yang berada di sisi kanannya, sedangkan Naomi masih berdiri di dekat pintu sambil memperhatikan arah meja yang ditunjukkan oleh Kenzo.


"Maaf, aku tidak bisa mengingatnya sama sekali," jawab Naomi dengan wajah terlihat sangat kecewa karena dia tidak mampu mengingat apapun yang ada di dalam ruangan pribadi Kenzo.


"Dulu ketika kita bertemu di toilet, kamu kabur dariku dan akhirnya masuk ke dalam ruangan ini lalu bersembunyi di bawah meja itu," Kenzo menceritakan kembali kisah pertemuan mereka di dalam ruangan pribadinya.


"Lalu apakah aku ketahuan?" tanya Naomi yang terlihat penasaran.


"Kamu bersin dan aku menemukanmu di bawah meja, hahaha. Kamu sangat pintar dan juga sangat kocak, itu yang sangat kusuka darimu. Walau sebenarnya kita itu lebih mirip dengan Tom and Jerry, tetapi aku menyukai mu. Aku juga menemukan bros bergambar kupu-kupu berwarna biru itu juga adanya di ruangan ini." Kenzo juga menceritakan tentang bros kupu-kupu kepunyaan Naomi.

__ADS_1


Setelah mereka menghabiskan waktu di ruangan pribadi Kenzo, akhirnya mereka kembali keluar dari restoran tersebut untuk segera pulang karena hari semakin sore dan sebentar lagi senja akan datang kemudian berganti dengan malam.


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2