
💞Jangan lupa untuk like sebelum membaca ya. Happy reading dan terima kasih 💞
Naomi mencium punggung tangan nenek tua tersebut dia tidak mengenal Siapa perempuan itu karena dia memang tidak mengetahui dan merasa tidak pernah bertemu.
"Saya neneknya Rio, laki-laki yang telah kau selamatkan hidupnya. Jadi nenek sengaja kesini ingin melihat keadaan mu," ucap Si Nenek sambil memperlihatkan senyum dengan raut wajah yang sudah nampak keriput, tetapi memperlihatkan aura bahagia memandang gadis yang sekarang dia pegang tangannya.
Saat sang nenek merangkulnya dan mengajak Naomi duduk di sampingnya, Naomi langsung terasa menghangat. Dia seolah mempunyai seorang ibu yang sudah lama dirindukannya dan tidak pernah ditemuinya lagi, karena kedua orang tuanya telah pergi ke alam baka untuk selamanya.
"Aku sudah baik-baik aja kok, Nek, tetapi aku sama sekali tidak mengenal nenek dan juga laki-laki yang nenek katakan barusan."
Naomi mengikuti apa saja yang dilakukan oleh neneknya Rio, dia membiarkan sang nenek menggenggam tangannya sambil menepuk-nepuk punggung tangan gadis tersebut.
Ya Allah tanganku ku sudah lama tidak digenggam bersama seorang ibu, rasanya bahagia sekali saat nenek ini merangkul dan menggenggam tanganku. Bicara di dalam hati Namun bibirnya tetap tersenyum melihat kearah sang nenek.
Kenzo merasakan aura yang tidak baik antara si nenek dengan dirinya. Dia merasakan kalau nenek sedang berusaha untuk mendekatkan cucunya yang bernama Rio, dengan Naomi yang notabennya sudah menjadi tunangan Kenzo.
"Naomi hari ini bisa tidak menemani nenek belanja ke mall? Ada beberapa barang yang ingin nenek beli, tetapi nenek tidak mempunyai teman untuk belanja dan nenek harap kamu tidak menolaknya!"
Nenek itu berbicara dengan lembut seolah sedang mengajak seorang cucunya untuk bepergian.
"Maaf ya Nek, Mungkin lain kali kita bisa melakukannya karena hari ini aku akan menemui keluarga Paman ku," jawab Naomi dengan sopan agar si nenek tidak merasa terabaikan.
sepertinya cara yang kulakukan tidak menarik perhatiannya. Apa mungkin gadis ini memang tidak suka sama sekali dengan Rio dan berusaha menolak ku. sang nenek bergumam dan memikirkan strategi lain untuk mendekatkan sang cucu dengan Naomi.
__ADS_1
"Oh kalau begitu nenek minta nomor teleponmu ya agar sekali-kali nenek bisa mengobrol denganmu."
Kurasa dengan mendapatkan nomor telepon gadis ini, Rio juga bisa memanfaatkannya dengan baik, agar dia bisa mencari celah untuk mendapatkan Naomi. Ini juga tidak ada dosanya karena Naomi kan belum jadi istrinya Kenzo.
Nenek merasa punya cara cara untuk mendapatkan simpati dari gadis yang sudah terlanjur dia sukai untuk menjadi cucu menantunya.
"Tentu saja boleh, Nek. Dengan begitu kita bisa berbuat janji terlebih dahulu sebelum pergi keluar atau mungkin ke mana saja Asal nenek senang," jawab Naomi dengan tersenyum manis kepada perempuan yang telah menua dimakan usia, dengan rambut rata-rata telah memutih.
"Sekali lagi saya minta maaf ya, Naomi. Aku tadinya sudah berusaha untuk melarang nenek bertemu denganmu, tapi katanya dia sangat merindukan mu," ujar Rio menambahkan bahwa seolah-olah sang nenek senang sekali dengannya.
Mudah-mudahan dengan menjadikan nenek sebagai alasan, kamu bisa membuka hatimu untukku walaupun aku tahu kamu sudah punya tunangan. Tetapi pertunangan itu adalah pertunanganan sepihak, karena waktu itu kamu dalam tidak sadarkan diri. Aku tak menyangka, kalau keluarga Kenzo memanfaatkan ketidakberdayaan seorang perempuan yang cantik sepertimu.
Rio merasakan bahwa antara Kenzo dan Naomi ada sesuatu yang tidak beres, makanya Kenzo Heriyanto sengaja mengikat Naomi dengan sebuah cincin agar perempuan tersebut tidak bisa lagi lari darinya.
Rio merasa sangat optimis bahwa dia akan memenangkan hati seorang Naomi secara perlahan-lahan tanpa harus dipaksakan seperti yang dilakukan oleh Kenzo.
"Saya rasa nenek Anda telah selesai dengan lepas kangen dengan tunangan saya, jadi sebaiknya anda membawa nenek anda pulang segera, karena kami ingin segera pergi!"
Kenzo berbicara memperlihatkan bahwa dia lebih berkuasa atas diri seorang Naomi dan dia memperlihatkan taringnya di depan laki-laki yang bernama Rio.
Percuma kamu berusaha sekuat tenaga, walaupun kamu membawa nenek buyut dari dalam kubur pun tidak akan kubiarkan kau mendekati Naomi. Dasar laki-laki bermuka. Kenzo berbicara lewat pandangan matanya menusuk tajam ke arah Rio yang juga membalas tatapan tanpa ada rasa takut.
"Kalau begitu kami izin pamit terlebih dahulu, Naomi. Mudah-mudahan harimu akan selalu bahagia dan tidak juga ditindas oleh seseorang," ucap Rio sambil melirik ke arah Kenzo.
__ADS_1
Kenzo sangat mengerti bahwa ucapan yang baru saja dilontarkan dari mulutnya Rio, sudah pasti ditujukan kepadanya. Dia mengepalkan tangannya, merasa kesal dengan laki-laki yang sekarang tersenyum sinis ke arahnya.
Naomi menyalami sang nenek, lalu mencium punggung tangannya, serta mereka berpelukan dan di telinga Naomi si nenek memberikan sesuatu.
"Hati-hatilah dengan seseorang, orang yang terlihat baik belum tentu baik sedangkan orang yang terlihat buruk belum tentu tidak baik."
Naomi mengucapkan terima kasih karena nenek tersebut telah meluangkan waktunya untuk datang sekedar melihat keadaannya.
Setelah Rio dan neneknya pergi, Kenzo langsung mengambil kunci mobil dan mengajak Naomi menuju ke rumah Paman Bimo. Mereka mulai masuk ke dalam mobil dan kenzo pun menstarter mobilnya, lalu mulai meluncur menuju tempat tinggalnya Paman Bimo.
Keheningan langsung tercipta ketika mereka di dalam mobil, Naomi diam sementara Kenzo bingung untuk membuka suara karena dia tidak tahu topik apa yang harus dikatakannya.
"Ehemm." Kenzo sengaja untuk memecahkan keheningan yang terjadi di dalam mobil. Usahanya berhasil mengalahkan lamunan yang sedang melanda hati Naomi. Gadis itu menoleh ke samping, sambil memberikan senyuman tipis.
"Apa kamu gugup untuk bertemu dengan keluargamu?" Kenzo bertanya tanpa menoleh, karena dia fokus melihat ke arah jalanan di depan. Dia ingin mengetahui reaksi gadis yang duduk di sampingnya tentang hal yang baru saja ditanyakan.
"Aku hanya bingung dengan surat yang dituliskan oleh paman di dalam amplop bersama buku tabungan itu, seolah-olah tersirat bahwa anak dan istrinya tidak menyukai ku sama sekali, makanya Paman Bimo memberikannya dengan cara diam diam tanpa diketahui oleh keluarganya."
Kenzo mengulum senyum, sambil mengangguk kan kepalanya, lalu dia menoleh sedikit ke arah gadis yang juga menatapnya.
"Gadis pintar, akhirnya kamu bisa membaca sesuatu yang tersirat di dalam surat pamanmu. Itu menandakan bahwa kamu harus berhati-hati dengan kedua adik sepupu dan juga tante mu yang bernama Linda," ucap kenzo mengingatkan gadis yang terlihat masih bingung dalam mencari jati dirinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1