CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 39


__ADS_3

💖Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote. Happy reading dan terima kasih 💖


"Saya rasa sebaiknya Tuan Kenzo juga pulang mengantarkan tante, biar Ayu yang tinggal di sini untuk menjaga Naomi hingga besok pagi," saran Ayu kepada anak dan ibu tersebut.


Mereka berdua saling pandang, karena mendengar ucapan yang baru saja disampaikan oleh Ayu. Mama Kenzo terlihat langsung menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan apa yang disampaikan oleh Ayu.


"Tuan tidak usah khawatir, Ayu akan menjaga Naomi dengan baik dan besok pagi-pagi, Tuan bisa datang ke sini dan kita gantian karena saya harus bekerja shift pagi."


Ayu mencoba untuk menawarkan diri agar laki-laki itu pulang bersama mamanya. Namun sepertinya pria yang sudah lumayan matang tersebut tidak menyetujui ide yang diberikan oleh Ayu sahabatnya Naomi.


"Kamu pulang saja, urusan Naomi sudah menjadi tanggung jawab saya. Saya juga tidak mau kalau Ayu sampai kecapean, apalagi besok pagi kamu harus bekerja di Restoran Perlente."


Apa yang diperkirakan oleh Ayu ternyata memang benar. Kenzo tidak mau meninggalkan Naomi dijaga oleh Ayu untuk malam ini, karena dia ingin menjaga Naomi sampai gadis tersebut membuka matanya.


"Malam ini, biar saya saja yang menjaga Naomi, besok pagi saya akan memberikan kabar padamu tentang apa yang terjadi pada Naomi, karena kita sendiri sebenarnya belum tahu sebab dia belum bangun sampai saat ini."


Kenzo tetap pada pendiriannya ingin menjaga Naomi dan tidak membiarkan Ayu melakukan tugasnya tersebut. Kenzo merasa ini adalah salah satu usahanya sebagai penebus kesalahan karena membiarkan gadisnya bekerja menjadi seorang pelayan.


"Kalau begitu, Ayu pamit dulu ya Tuan Kenzo, Tante. Assalamu'alaikum," ucap Ayu setelah bersalaman pada mereka berdua. Pak Saga berpamitan karena ingin mengantarkan Ayu pulang ke rumahnya. Mereka berdua akhirnya pulang bersamaan dan meninggalkan Kenzo bersama mamanya.


"Tak lama setelah kepergian Ayu dan Pak Saga, Mama Kenzo pun ikut berpamitan pulang kepada sang anak. Dia berpesan agar Kenzo tidak macam-macam terhadap gadis yang sedang tidur, apalagi Naomi adalah perempuan yang baik-baik.


"Ingat ya Kenzo, Naomi belum menjadi istrimu jadi kamu tidak boleh macam-macam sama dia!" ucap mamanya sebelum pulang.


"Mama tenang saja, aku akan menjaga calon menantu Mama dengan baik, sampai kami menikah nanti." Berjanji dengan meyakinkan.


"Mama tahu, Kamu adalah Bocil Mama yang paling imut, jadilah laki-laki yang tidak hanya baik tetapi juga penuh tanggung jawab," pesan mamanya sambil menepuk Bunda Kenzo saat sebelum melangkah pergi.

__ADS_1


Setelah kepergian mamanya, Kenzo kembali mendekati tempat tidur Naomi, dia menelepon dokter Reyhan sahabatnya agar mau datang untuk menemaninya di rumah sakit. Sambil menunggu Reyhan datang, Kenzo duduk di samping Naomi sambil memandang wajah polos tanpa dosa yang tertidur dengan nyenyak di hadapannya.


Kenapa kau harus mengalami hal seperti ini Naomi. Padahal kita belum pernah melakukan suatu hal yang indah sebagai kenangan tetapi kamu telah pergi entah kemana meninggalkan ku. Aku hanya berharap menjadi sekeping dari bagian dalam ingatanmu dan aku akan sangat merasa sakit, jika kau benar-benar melupakanmu. Kenzo membatin sambil memandang wajahmu dan membelai lembut pipi indah yang sedang tidur.


Reyhan akhirnya datang sambil membawakan beberapa makanan untuk sahabatnya, dia juga membawa begitu banyak minuman untuk mereka berdua sambil menghabiskan malam menunggu Naomi.


"Assalamu'alaikum," ucap dokter Reyhan sambil membuka kamar rumah sakit.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Kenzo sambil tersenyum.


"Sory, aku tadi banyak kerjaan makanya sedikit lama, oh ya Bagaimana keadaan Naomi sekarang?" tanya dokter Reyhan mendekati brankar Naomi yang sedang tidur.


"Dia masih tertidur indah dan belum bersedia bangun. Oh ya Reyhan, Kamu ikut ya tidur di sini kita bareng-bareng aja, besok pagi kamu bisa Balik!" ajak Kenzo sambil tersenyum pada temannya.


"Sepertinya kalau untuk itu, aku enggak bisa Ken. Coba kamu lihat penampilanku! Bajuku masih putih loh, itu menandakan kalau aku masih dinas. Kebetulan malam ini aku harus jadi dokter jaga."


"It's ok, menurutmu kira-kira Naomi masih ingat nggak ya sama gue?" tanya Kenzo pada sahabatnya dengan nada yang sendu.


"Kalau melihat cidera yang dialami sama Naomi dikepalanya, bisa jadi dia mengalami amnesia karena trauma di kepala. Kalau gue nggak salah namanya amnesia disosiatif," jawab dokter Reyhan ikut duduk di dekat tempat tidur Naomi.


"Apakah Amnesia itu permanen? sebenarnya amnesia itu apa sih?" tanya Kenzo sambil menoleh pada temannya.


"Amnesia merupakan salah satu penyakit yang dapat terjadi secara tiba-tiba, atau berkembang secara perlahan. Bisa jadi, kondisi ini merupakan gejala dari suatu masalah kesehatan serius yang mengganggu daya ingat."


Reyhan berhenti sebentar untuk mengambil nafas nya sedangkan Kenzo masih fokus mendengarkan keterangan yang disampaikan oleh dokter Reyhan.


"Jika Naomi benar-benar mengalami Amnesia Disosiatif, maka suatu saat dia akan kembali ingat sendiri kepada lingkungan dan juga memorinya yang terdahulu. Amnesia jenis ini merupakan kondisi ketika pengidap tidak mampu untuk mengingat berbagai informasi pribadi yang bahkan dinilai sangat penting."

__ADS_1


"Pengidap amnesia jenis ini bisa saja lupa siapa nama dan segala hal yang erat kaitannya dengan pribadinya. Biasanya, pengidap amnesia jenis ini pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan trauma pada kepalanya, atau bisa juga karena mengalami kondisi stres."


"Nah Naomi mengalami trauma bagian kepala berarti suatu saat dia akan kembali normal seperti biasa, namun untuk saat ini Kamu harus bersabar. Karena bisa jadi dia tidak ingat sama sekali denganmu, apalagi riwayat pertemuan kalian sangat dibenci sama Naomi," terang dokter Reyhan akhirnya menyudahi penjelasan tentang trauma disosiatif pada sahabatnya.


"Kamu benar juga Rey, sebelum terjadi Amnesia, Naomi dan aku selalu saja berantem setiap bertemu ... ya kayak Tom and Jerry hahaha," ungkap Kenzo tertawa getir mengingat pertemuannya dengan sang kekasih.


"Ya sudah ya Ken, aku harus balik nih ke rumah sakit. Kabari besok jika ada perkembangan tentang Naomi!" Dokter tersebut ingin berpamitan kembali dinas malam sebagai dokter jaga di rumah sakit yang berbeda.


"Eh maaf, aku lupa di jari Naomi sekarang telah ku pasangin cincin pemberian mama," ujar Kenzo membuat langkah Rehan terhenti.


Dokter Reyhan membalikkan tubuhnya dan mengacungkan jempol tangannya ke arah Kenzo sambil tersenyum dan akhirnya berlalu pergi.


Kamar itu kembali terasa sepi dan Kenzo mulai menggeser kursi yang ada di dekat tempat tidur Naomi. Dia pun mengambil posisi untuk segera tidur sambil duduk. Namun entah kenapa, dia merasa ingin sekali memberikan semangat buat gadis yang sedang tidur, walaupun Kenzo sendiri tidak mengerti. Apakah jika dia menggenggam tangan Naomi merupakan suatu hal yang positif, dia sendiri tidak tahu.


Kenzo mengambil tangan kanan Naomi dan menggenggam jemarinya dengan erat, lalu dia memejamkan mata karena dia pun telah merasakan lelah yang sangat, disebabkan banyaknya pikiran dan juga pekerjaan ditambah kasus Naomi yang mengalami kecelakaan.


flashback off


Naomi memanggil laki-laki tersebut Lalu membangunkannya Karena dia sudah tidak bisa menahan hajatnya ingin buang air kecil ke kamar mandi.


"Pak!" Oh tidak, apakah aku pantas memanggilnya bapak? Bertanya didalam hati karena tidak mengetahui.


Naomi bingung harus memanggil orang yang sudah menjaganya itu dengan sebutan apa, karena dia sendiri tidak mengenal sama sekali laki-laki yang sedang menggenggam erat tangannya. Namun Naomi merasakan genggaman tangan tersebut sangat terasa nyaman membuatnya merasa aman.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Baca juga Karya autor yang satunya lagi:

__ADS_1



__ADS_2