CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 45


__ADS_3

💖Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya. Happy reading dan terima kasih 💖


Pagi-pagi sekali Naomi telah selesai mandi dan melaksanakan shalat subuh 2 rakaat di dalam kamar yang telah disediakan oleh Kenzo sebagai kamarnya. Dia merasa bingung antara bahagia dan juga bersedih karena bisa tinggal di rumah mewah dan juga Megaj yang selama ini dia yakini tidak pernah menempatinya.


Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar oleh pelayan yang berada di rumah itu. Naomi segera membukakan pintu dan melihat seorang pelayan perempuan sambil menundukkan kepalanya menyapa Naomi dengan penuh rasa hormat.


"Maaf, Nona Naomi. Den Kenzo dan juga Nyonya telah menunggu Nona di ruang makan untuk sarapan pagi," ucap pelayan tersebut tanpa berani memandang Naomi sedikitpun sambil tetap menundukkan kepalanya.


"Terima kasih, Bu. tetapi bukankah seharusnya kalau kita berbicara memandang orang yang kita ajak bicara, jangan menundukkan kepalamu, Ibu. Aku bukanlah seorang Nona di rumah ini, jadi panggil saja namaku Naomi."


Naomi menjelaskan kepada pelayan tersebut bahwa dia tidak menyukai orang yang bicara sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf Nona, tetapi ini perintah dari Den Kenzo, Bibi tidak berani karena kalau sampai dia tahu, maka habislah keluarga Bibi nantinya," ungkapnya masih tetap berbicara sambil menundukkan kepala.


"Habis ... maksud Ibu apa ya? Apakah Tuan Kenzo itu seorang monster?" tanya Naomi merasa penasaran dengan laki-laki yang telah dianggapnya bagaikan seorang malaikat.


"Hehehe, Luna ada-ada saja yang bikin bibi ketawa pagi hari. Maksudnya habis itu karena bibi pasti akan dipecat dari sini dan habislah semua keluarga bibi karena sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dimakan," cerita sang pelayan sambil sedikit tertawa karena telah salah paham padanya.


"Ooh, aku kirain dia seorang monster, Bu. Hehehe." Ikut tertawa mengingat kesalahannya yang telah salah fokus dalam menganggap perkataan sang pelayan.


Mereka akhirnya turun ke lantai bawah untuk menyantap sarapan pagi yang sebelumnya telah dihidangkan oleh beberapa pelayan di meja makan. Nomi melihat yang duduk di sana hanya Kenzo seorang diri sedangkan mamanya tidak terlihat sama sekali seperti yang diceritakan oleh pelayan tadi.


"Selamat pagi Honey," ucap Kenzo dengan senyuman mengembang di bibirnya menyambut kedatangan Naomi yang masih berjalan ke arah meja makan.

__ADS_1


"Selamat pagi juga Om, eh Abang, aduh lupa panggilannya apa ya tadi malam? Maaf," bertanya sambil meminta maaf karena dirinya lupa dengan panggilan yang diajarkan oleh Kenzo sewaktu mereka berdua berbicara di dalam kamar.


"Tidak apa-apa, Honey. Ayo kita langsung sarapan! Setelah itu kita akan mendatangi rumah yang dulu pernah engkau tempati di dekat area kampus Universitas Negeri Jakarta."


Kenzo mulai mengoleskan roti tawar dengan berbagai macam selai yang tersedia di atas meja makan. setelah itu lalu dia menawarkan kepada Naomi yang mana dia suka. Silahkan ambil sendiri karena semua roti telah diolesi nya dengan selai yang bermacam rasa.


Kenzo meletakkan semua roti yang sudah diolesi nya dengan selai ke depan gadis itu.


"Kamu bisa memilih rasa apa yang paling kamu sukai, atau jika kamu mau semua roti itu boleh kau makan sampai habis," ucapnya sambil menatap perempuan yang terlihat kebingungan melihat begitu banyak roti disediakan di hadapannya.


"Bagaimana kalau rotinya kita bungkus saja, lalu dimakan di rumah yang katamu pernah ku tinggalin itu?" tanya Naomi sambil menangkupkan kedua tangannya di dada memohon agar diizinkan oleh sang pemilik roti.


"Hahaha, kamu ini ada-ada saja sih permintaannya. Sekarang Kamu makan saja semua yang kamu suka! Soal membawa apa yang ingin kau bawa ke rumah tempat tinggalmu dahulu, bisa kita beli lagi di perjalanan Nanti," ucap Kenzo sambil meminum kopi hitam yang ada dihadapannya.


"Kalau begitu terserah kamu saja, yang penting kamu senang melakukannya, maka aku akan mendukungmu sepenuh hati," ujar Kenzo sambil tersenyum memandang gadis yang tampak lucu di matanya.


"Terima kasih Tuan yang baik hati, tetapi bicaranya formal sekali kayak orang mau rapat saja." Berkata sambil mengerucutkan mulutnya ke arah depan sehingga membuat Kenzo jadi tertawa tak tertahankan.


"Hahaha, secara tidak langsung sifat aslimu sudah mulai kembali, tetapi mungkin ingatanmu memang tak ingin kembali kepada yang punya tubuh." Bicara sambil tetap menatap manik hitam Naomi, menunggu reaksi gadis yang sedang dipandangnya.


"Maksudmu apa kalau ingatanku tidak mau masuk ke tubuhku? Jangan-jangan kamu punya rencana lain ya, dibalik hilangnya ingatanku. Ayo ngaku!" Naomi melihat tajam tanpa berkedip, ke arah laki-laki yang baru saja bicara dengan ucapan yang membuatnya penasaran.


"Kamu kalau bicara itu hati-hati ya! Bukannya terima kasih malah marah-marah enggak karuan," ujar Kenzo tersulut emosi mendengar tuduhan yang diberikan oleh Naomi.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo, mata Naomi langsung berkaca-kaca. Dia terlihat sangat berusaha agar air matanya tidak jatuh di hadapan laki-laki yang terlihat sekarang kembali menjadi sombong.


"Ayo berangkat! Kalau kamu tidak mau ikut, ya sudah, aku akan langsung pergi ke kantor untuk melihat pekerjaanku yang sudah menumpuk." bicara Ketus sedikit dingin membuat Nomi merasa heran dengan perkataan pria yang baru saja menyapanya penuh dengan kelembutan.


"Dasar orang aneh, ya sudah berangkat aja sana sendiri! Aku mau pergi dari rumah ini," ucap Naomi langsung pergi ke kamar meninggalkan Kenzo sendirian di meja makan.


Apa yang sudah gue, lakukan ya? Gue lupa kalau Naomi kan masih sakit. Kenapa gue merasa sakit hati ya. Kenzo ... Kenzo dasar bodoh. mengumpat dirinya sendiri karena telah terprovokasi dengan keegoisan yang ada di kepalanya.


Kenzo mengejar Naomi mengikutinya dari belakang menuju kamar gadis tersebut. Kenzo langsung masuk saat Naomi Ingin menutup pintu kamarnya dari dalam. Laki-laki itu langsung tersadar karena melihat mata Naomi yang sudah mengeluarkan bulir bening membasahi pipinya.


Dengan gerakan cepat, dia langsung meraih kepala gadis yang ada di hadapannya dan membenamkan di dada bidang yang dia miliki.


"Maafkan aku! Aku tadi tak bermaksud bicara kasar kepadamu, itu semua karena aku punya beberapa masalah di kantor." Berdalih urusan kantor adalah hal yang paling masuk akal menurutnya.


"Hiks hiks hiks, Kamu jahat sekali bicaranya padaku. Mentang-mentang aku tak bisa mengingat apapun, kau seenaknya terhadapku, apa dulu aku ini benar-benar kekasihmu atau malah pelayan mu?" tanya Naomi dalam isakan tangis sedihnya.


"Apa mungkin karena aku ini gadis miskin yang tak punya apa-apa? Apa semua orang miskin harus dipandang sebelah mata? Aku yakin kalau diriku berasal dari keluarga miskin, hiks hiks huuu wuuu."


Tangis gadis itu semakin jadi sehingga membasahi seluruh kemeja bagian dada Kenzo.


"Forgive me, Honey, please!"


Baca juga karyaku OB KERUDUNG BIRU ya.

__ADS_1



__ADS_2