CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG

CEO SOMBONG VS GADIS KAMPUNG
Chapter 15


__ADS_3

"Tuan sakit?" Arif keceplosan.


"Tuan ....?" Naomi langsung curiga sambil tangannya ingin meraih dan membuka topi yang dipakai oleh Kenzo.


"Siapa yang bilang tuan, Naomi? Maksud saya tahan bukan tuan. Masa supir saya anggap tuan, ya enggak lah," ucap Arif sedikit gugup berharap Naomi tidak melanjutkan aksinya.


"Aku ingin melihat wajah supir pak Arif terlebih dahulu, coba Pak Supir buka topimu!" ucap Naomi minta tolong agar topi si supir dilepaskan.


"Untuk apa Naomi harus melihat wajah sang supir, dia kan cuma seorang supir tidak penting juga kaan?" ucap Arif semakin panik karena Naomi sepertinya tidak percaya dengan ucapan yang dikatakannya.


"Aku mau turun di sini. Tolong stop mobilnya!" kata Naomi lantang.


"Kenapa berhenti di tengah jalan? Ini belum sampai ke pasar lhoo," jawab Arif bertambah panik.


Kenzo sudah menduga jika Naomi telah mengetahui penyamarannya, lalu dia menambah kecepatan mobil namun Naomi malah berteriak dengan kencang.


"Stoooooop!!"


Kenzo tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Naomi, sehingga itu membuat Naomi bertambah sakit hati dan marah. Dia memajukan kepalanya ke depan dan dia pindah duduk ke depan, lalu membuka topi Kenzo dan merebut setir kemudi mobil.


"Apa yang Kamu lakukan? Kamu ingin membuat kita bertiga jadi mati kecelakaan ya?" tanya Kenzo dengan nada lantang.


"Dasar orang kaya jahat, orang kaya tak tahu diri, orang kaya sombong, orang kaya tukang bohong, turunkan aku di sini! Sekarang!" perintah Naomi dengan suara yang memekakkan telinga dan tatapan yang sangat menakutkan.


Ciiiiit.


Kenzo mengerem mobilnya dengan mendadak, mobil itu berhenti seketika. Naomi turun dengan rasa kesal karena telah dipermainkan oleh Kenzo dan asisten pribadinya.


Saat Naomi melangkah pergi, tiba-tiba Kenzo menarik tangan gadis itu dengan kuat sehingga Naomi jatuh dalam pelukan Kenzo.


"Maafkan gue," ucap Kenzo sambil tetap memeluk tubuh Naomi dengan erat.


"Dasar otak mesum, lepaskan aku!" ucap Naomi dengan sekuat tenaga melepaskan dirinya dari pelukan Kenzo.


"Bagaimana kalau gue nggak mau melepaskan lo?" tanya Kenzo menatap wajah polosnya Naomi dengan tajam dan sinis.


"Oh yaa?" ucap Naomi sambil tersenyum licik.


Naomi telah memikirkan apa yang akan dilakukannya. Dia mengayunkan kaki dengan menggunakan lutut kanannya ke arah ************ Kenzo, sehingga laki-laki tersebut menjerit kesakitan.


Bukk.

__ADS_1


"Aaaggghhh."


Suara Kenzo tak tertahankan merasa sakit di bagian alat vitalnya, Kenzo terjatuh dan tersungkur di jalan raya.


Kenzo diam dengan tangan masih memegang juniornya, namun lelaki tersebut tak bergerak sehingga membuat Naomi merasa panik.


"Naomi! Ayo kita angkat dan bawa ke rumah sakit terdekat," ucap Arif terlihat sangat panik karena tuannya sudah tak bergerak sama sekali, akibat tendangan maut dari gadis kampung.


"Masa gitu aja bisa pingsan, Pak Arif. Naomi gak percaya tuh cowok mesum, pingsan beneran," ucap Naomi membiarkan Pak Arif membopong atasannya dengan susah payah, ke arah mobil karena tubuh Kenzo yang tinggi, kekar dan atletis.


Naomi tidak tega, akhirnya diapun membantu Pak Arif membopong Kenzo masuk ke dalam mobil.


"Kamu pangku kepala Bos Kenzo ya!" perintah Pak Arif kepada gadis itu.


"Astaghfirullah, Pak Arif segitu amat paniknya," ucap Naomi memandang wajah Kenzo yang terpaksa berada di atas pahanya. Sedangkan laki-laki tersebut diam tak bergerak.


Arif memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia berharap atasannya tidak kenapa-napa, karena dia tidak mau orang yang selama ini telah merubah hidupnya terjadi sesuatu yang membahayakan.


Kena Lo gue kerjain, gumam Kenzo di dalam hatinya sambil menikmati empuknya sesuatu yang menjadi bantalan kepalanya.


Sesampai di rumah sakit, Arif memanggil pihak medis dengan segera, dia menceritakan apa yang dialami oleh Kenzo Heriyanto atasannya, sehingga Kenzo langsung dimasukkan ke dalam ruang IGD.


Akhirnya Naomi mulai merasa cemas, karena sekarang laki-laki itu benar-benar dimasukkan ke dalam ruang IGD.


Arif memandang ke arah Naomi, tatapannya tajam menusuk hati.


"Sekarang Kamu puaskan? Membuat atasan saya seperti ini," ucap Arif dingin tanpa ada senyum lagi.


"Maafkan Naomi, Pak Arif. Mana ku tahu jika atasannya bapak itu bisa sampai pingsan segala, lagian masa badan segede gajah gitu bisa pingsan hanya karena tendangan perempuan kayak aku."


Naomi tidak mau terima jika disalahkan oleh asisten pribadinya Kenzo.


"Pokoknya, jika terjadi sesuatu yang fatal pada Tuan Kenzo, maka Kamu harus bertanggung jawab!" kata Arif mengintimidasi gadis tersebut dengan ancaman.


Naomi tertunduk diam, dia tak mengerti kenapa Kenzo dengan tubuh yang sangat sehat bisa ambruk hanya dengan sekali tendang. Naomi merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi tetapi dia juga tidak dapat lari dari tanggung jawab.


"Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang telah kulakukan pada Tuan Kenzo," jawab Naomi lirih tak berdaya.


Jangan harap bisa menipuku wahai orang kaya, mungkin di dalam IGD sana, uangmu sedang bicara tetapi suatu saat akan ku buktikan jika kamu adalah pembohong ulung. Hati Naomi yakin jika Kenzo hanya berpura-pura.


Tak lama kemudian, seorang dokter ke luar dari ruangan IGD tersebut. Arif segera bertanya mengenai keadaan atasannya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan bos saya, Dokter?" tanya Arif tak kuasa menahan penasarannya.


"Bos Anda sudah sadar, hanya saja ada sesuatu yang terjadi pada masa depannya, sehingga dia tidak bisa lagi memiliki keturunan," jawab dokter tersebut tanpa ekspresi karena menahan geli ikut sandiwara dari Kenzo.


"Apaa!!"


Arif dan Naomi serentak berucap, mereka tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Itu tidak mungkin, Dokter. Saya menendang selangkangannya hanya sedikit, burungnya juga enggak pecah kaaan? Masa dia gak bisa punya keturunan lagi siih," ucap Naomi terlihat mulai ketakutan.


Dokter tersebut sebenarnya merasa kasihan sama gadis itu, namun karena Kenzo mengatakan jika dia sangat cinta sama gadis tersebut, maka Dokter pun merasa hiba sama Kenzo.


"Sebaiknya Anda bertanggung jawab dengan apa yang telah Anda lakukan, karena semua ini tidak akan terjadi jika anda tidak menendang alat vitalnya, saya permisi dulu," ucap sang dokter berlalu meninggalkan Naomi dan Arif yang masih terdiam membisu.


Arif lalu menarik tangan Naomi untuk masuk ke dalam ruangan IGD, namun seorang perawat lalu menghalangi mereka.


"Maaf, di dalam sedang melakukan pemindahan pasien, jadi silahkan menengok pasien di ruang VIP Cempaka no 2," ucap perawat tersebut lalu masuk kembali ke ruangan IGD.


Flash Back on


Kenzo mulai diperiksa oleh seorang dokter di dalam IGD bersama beberapa perawat, pintu tertutup dengan rapi, namun ketika perawat hendak membuka resleting celana Kenzo untuk memeriksa alat vitalnya, dia duduk dan berkata.


"Maaf, Dokter, saya sebenarnya tidak apa-apa, tetapi tolong bantu saya untuk mendapatkan cinta suci saya," ucapnya sambil menautkan kedua tangannya di dada.


"Maaf, Kami tidak bisa berbohong tentang suatu penyakit. Anda ini memangnya siapa bisa main perintah kepada kami di rumah sakit ini?" tanya dokter tersebut sambil memandang wajah Kenzo.


Tiba-tiba seorang perawat membisikkan sesuatu pada dokter tersebut, dia terlihat sedikit kaget, lalu memandang wajah Kenzo lebih lekat.


Kenzo mengacungkan tangannya dan memperkenalkan diri.


"Saya Kenzo Heriyanto, Dokter." ucapnya sambil tersenyum.


Dokter tersebut langsung menjabat tangan Kenzo dengan senyuman yang tak kalah ramahnya.


"Saya akan membantu Anda, Tuan Kenzo."


Flash Back off


Arif tak melepaskan tangan Naomi, dia menarik gadis itu menuju ruang inap VIP Cempaka no 2.


Penasaran kisah selanjutnya, jangan lupa tinggalkan jejak anda yaa dengan like, komen dan juga vote sebanyak-banyaknya. Agar penulis jadi tambah semangat. Terima kasih.

__ADS_1


Baca juga karya author yang satunya



__ADS_2